Militer Rusia Mulai Terima Drone Serang Canggih Tahun 2021

Moskow,  Jakartagreater  –  Pesawat udara tak berawak yang mampu menyerang posisi musuh dengan proyektil presisi tinggi, akan mulai beroperasi di Pasukan Dirgantara Rusia tahun depan, ujar kata Wakil Panglima Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Sergei Dronov, dirilis TASS, Rabu, 12-8-2020.

“Tahun depan, pasukan akan mulai menerima kendaraan udara tak berawak jarak jauh multiguna, tidak hanya mampu melakukan survei udara tetapi juga menyerang fasilitas musuh dengan proyektil presisi tinggi,” kata Dronov dalam wawancara dengan surat kabar Krasnaya Zvezda.

Menurutnya, pasukan Rusia saat ini memiliki kendaraan udara tak berawak untuk jarak pendek dan menengah. Menurut Dronov, penggunaan kendaraan tempur udara tak berawak di Suriah menunjukkan kapasitas mereka untuk melakukan serangan presisi tinggi.

“Efisiensi penerbangan tak berawak telah dikonfirmasi selama operasi khusus di Suriah. Penggunaan kendaraan udara tak berawak memastikan serangan presisi tinggi ke fasilitas kelompok bersenjata ilegal,” kata pejabat militer Rusia itu. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa penggunaan Drone yang ekstensif akan membantu mengurangi kerugian di antara personel.

Menurutnya, armada UAV digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam tugas (pengawasan, penyerangan, transportasi, dan lain-lain), untuk meningkatkan kapasitas pesawat berawak atau dalam situasi ketika penggunaan pesawat berawak terbatas atau kurang efisien.

Selama pengembangan UAV, perhatian khusus diberikan untuk mengintegrasikannya ke dalam satu sistem pesawat berawak, ujar Dronov. Drone serang berat Okhotnik Rusia yang dikembangkan oleh Biro Desain Sukhoi melakukan penerbangan perdana pada 3 Agustus 2019.  Kementerian Pertahanan Rusia tidak merinci pada saat lapangan terbang militer tempat Drone itu lepas landas.

Penerbangan berlangsung lebih dari 20 menit di bawah kendali operator. Pada 27 September 2019, Okhotnik melakukan penerbangan bersama dengan Jet tempur generasi kelima Su-57. Drone bermanuver di udara dalam mode otomatis pada ketinggian sekitar 1.600 meter dan penerbangannya berlangsung selama 30 menit.

Okhotnik memiliki fitur teknologi siluman dan desain sayap terbang (tidak memiliki ekor) dan memiliki berat lepas landas 20 ton. Drone memiliki mesin Jet dan mampu mengembangkan kecepatan sekitar 1.000 km / jam.

Menurut data Kementerian Pertahanan Rusia, Drone itu memiliki lapisan anti-radar dan dilengkapi dengan peralatan untuk elektro-optik, radar dan jenis pengintaian lainnya.

TERPOPULER

Tinggalkan komentar