Aug 122017
 

Dok. Tentara Suriah dalam pertempuran.. (Syrianews.cc)

Beirut/Amman – Kawasan sepanjang 30 mil di perbatasan Yordania direbut Tentara Suriah dan sekutunya dari pemberontak dalam serangan pada Kamis 10-8-2017.

Satuan media Tentara, yang dikelola Hizbullah, sekutu dekat pemerintah Suriah, mengatakan bahwa Tentara dan sekutunya menguasai semua pos pemeriksaan dan pos perbatasan di perbatasan di Sweida, satu dari empat Provinsi di Suriah berbatasan dengan Yordania.

Beberapa diantara kelompok pemberontak yang didukung negara Barat dan Arab, masih menguasai banyak wilayah perbatasan Barat Daya Suriah dengan Yordania dan Israel.

Provinsi Sweida tidak termasuk dalam gencatan senjata, yang diprakarsai Amerika Serikat dan Rusia, yang mulai berlaku pada bulan Juli 2017  di daerah terdekat di Barat Daya.

Said Saef, juru bicara kelompok pemberontak rigade Martyr Ahmed Abdo yang didukung Barat, mengatakan bahwa serangan datang dari 2 sisi  pada Kamis 10-8-2017 di daerah Timur Sweida. “Sebagian besar pedesaan Swedia Timur sekarang berada di tangan rezim,” jelas Said Saef .

Tentara maju ke perbatasan dan merebut kembali pos-pos yang ditinggalkannya pada tahun-tahun awal konflik, sewaktu pemberontak mengambil alih sebagian besar wilayah barat daya Suriah.

“Mereka sekarang berada di perbatasan Jordania dan kembali ke pos terdepan yang telah mereka evakuasi sejak awal konflik,” ujar Said Saef.

Keberhasilan Tentara dibantu oleh aksi mundur tiba-tiba oleh kelompok pemberontak Jaish al-Ashair, yang didukung oleh Jordania dan bertanggung jawab untuk berpatroli di daerah perbatasan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Suriah menurut kantor berita resmi Suriah SANA mengulangi seruan kepada PBB agar membubarkan koalisi “anti-teror” yang dipimpin AS terkait dengan kejahatan terhadap warga sipil di Suriah.

Kementerian tersebut merujuk kepada beberapa peristiwa, sewaktu warga sipil tewas oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, dan mengatakan Amerika Serikat sudah menggunakan fosfor dalam serangannya terhadap warga sipil di Kota Ar-Raqqah.

Serangan itu, ujarnya, juga menghancurkan rumah dan rumah sakit di Ar-Raqqah, Ibu Kota de Fakto kelompok IS.

Kementerian tersebut menyatakan kejahatan koalisi tersebut diulangi di Provinsi Hasakah, Aleppo dan Deir Az-Zour.

Pengutukan itu disampai sehari setelah serangan udara koalisi pimpinan AS menewaskan 43 warga sipil di beberapa daerah di Ar-Raqqah.

Selama 2 bulan belakangan, sekutu pimpinan AS meningkatkan serangan terhadap Ar-Raqqah, ditambah oleh serangan darat Pasukan Demokratis Suriah (SDF), yang didukung AS dan merebut separuh wilayah Ar-Raqqah dari pasukan tempur ISIS.

Setelah 2 bulan pertempuran, SDF merebut 55 persen Kota Ar-Raqqah di Suriah Utara, kata kelompok pemantau.

Tetapi, pada Rabu 9-8-2017, kelompok pemantau melaporkan bahwa serangan udara pasukan gabungan pimpinan AS terhadap kelompok ISIS, menewaskan sedikitnya 29 orang warga sipil termasuk 14 orang anak-anak dalam 24 jam di Ar-Raqqah.

Korban tewas termasuk satu keluarga berjumlah 14 orang, yang berusaha melarikan diri menuju Ar-Raqqah dari Palmyra, ujar kelompok Pemantau Hak Asasi untuk Suriah, yang bermarkas di Inggris. Antara/Reuters

  2 Responses to “Militer Suriah Catat Kemenangan di Perbatasan Yordania”

  1. sedih…

  2. Di pertengahan tahun 2015… Suriah diambang kekalahan… jika saat itu Russia tidak turun langsung di Suriah, mungkin saat ini Suriah sudah berganti nama

 Leave a Reply