Feb 102016
 

beached-sub

Angkatan Laut kecewa karena rencana untuk membeli sebuah kapal selam berulang kali tertunda atau dibatalkan. Untuk memenuhi mimpinya mendapatkan kapal selam yang sering dijuluki ‘kemampuan pertahanan Laut efektif’ Angkatan Laut terkadang mendapat tentangan dari para kritikus.

Kesulitan ekonomi selama ini menjadi alasan untuk tidak membeli kapal selam karena harganya yang tinggi, dan negara lebih memilih mengeluarkan anggaran untuk meningkatkan perekonomian dan kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Kapten Wachiraporn Wongnakhonsawang, direktur Departemen Pendidikan Akademik Angkatan Laut, percaya negara membutuhkan sistem persenjataan dalam tiga dimensi – laut, darat dan udara – untuk lebih meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, namun negara ini memiliki kekurangan kekuatan bawah lautnya selama 63 tahun terakhir.

Pada tahun 1994, pemerintah Banharn Silapa-archa menyetujui pengadaan dua kapal selam diesel elektrik Gotland class buatan galangan kapal Kockums di Swedia senilai 1.7 miliar Baht. Namun kesepakatan itu akhirnya dibatalkan karena dugaan kurangnya transparansi.

Tujuh tahun kemudian, pemerintah Thaksin Shinawatra menolak usulan yang sama meskipun ekonomi Thailand mulai pulih awal dekade itu.

Pemerintah Abhisit Vejjajiva juga tidak menyetujui usulan Angkatan Laut untuk pembelian dua kapal selam Jerman yang dinonaktifkan, kapal selam diesel elektrik Type 206A senilai 7.5 miliar Baht.

Baru-baru ini, kabinet Prayuth Chan-ocha menunda rencana Angkatan Laut untuk membeli tiga kapal selam dari China senilai 36 miliar Baht karena tentangan dari masyarakat dan beberapa pejabat di Angkatan Laut yang lebih suka kapal selam dari Eropa. Sebuah komite Angkatan Laut memutuskan mendesak untuk menyetujui pembelian pada bulan Juli tahun lalu. Tetapi kemudian ditangguhkan untuk lebih mempelajari dulu kapal selam yang lebih cocok dan hemat bagi Thailand.

Wachiraporn mengatakan Angkatan Laut tidak hanya ingin membeli kapal selam dari Cina, tapi juga sedang mempelajari kapal selam dari Korea Selatan, Prancis, Rusia, Swedia dan Jerman.

“Kadang-kadang saat tersedia dana, pemerintah dan Angkatan Laut memiliki pendapat yang berbeda. Pemerintah mungkin (ingin kapal selam dari negara tertentu) karena memiliki hubungan dekat, tetapi Angkatan Laut (mungkin tidak setuju) karena spesifikasi yang tidak sesuai keinginannya, saat itu terjadi, rencana (pembelian) itupun gagal,”katanya.

Wachiraporn percaya, alasan Angkatan Laut belum mendapat lampu hijau untuk pengadaan kapal selam karena waktu yang tidak tepat. Pada satu kesempatan, Angkatan Laut meminta persetujuan pembelian kapal selam saat negara menghadapi krisis ekonomi. Angkatan Laut juga harus mengkampanyekan kepada warga Thailand tentang pentingnya negara membeli kapal selam agar mendapat dukungan.

Dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk membeli kapal selam. Memiliki kapal selam juga akan membutuhkan pelatihan yang ekstensif, fasilitas pemeliharaan dan kerjasama yang erat antara Cina dan Thailand untuk mempersiapkan Angkatan Laut untuk menggunakan dan memelihara sistem persenjataannya.

Wachiraporn mengatakan meskipun Angkatan Laut sebelumnya pernah memiliki kapal selam, tapi akhirnya dinonaktifkan karena kurangnya personel yang berkualitas dan terlatih untuk mempertahankan operasional kapal selam.

Disamping perlunya kampanye publisitas, Angkatan Laut juga mungkin perlu untuk mengadakan jajak pendapat publik tentang rencana pembelian kapal selam, karena akan melibatkan dana besar.

Meskipun dalam Strategi Nasional Rencana Keamanan Maritim tahun 2015-2021 menunjukkan jumlah anggaran negara untuk sektor maritim mencapai 1.7 trilyun Baht (US$ 475 milyar), Wachiraporn mengatakan Angkatan Laut harus menjelaskan karena menginginkan anggaran senilai 2.4 triliun Baht. Angkatan Laut menginginkan porsi anggaran 2.4 trilun Baht yang ditambahkan dari bisnis asuransi maritim, bisnis perakitan kapal, dan sumber gas hasil eksplorasi bersama Kamboja, dan ditambah proyek Dawei yang ditandatangani bersama antara Thailand, Myanmar dan Jepang.

Pejabat Angkatan Laut mengatakan pemerintah seharusnya tidak mengesampingkan pembelian kapal selam dengan alasan Thailand tidak akan mengalami invasi maritim atau berkonflik dengan negara tetangga untuk beberapa dekade kedepan. Alasan yang disebutkan sebelumnya agar Thailand membeli kapal selam adalah agar setara dari tetangganya yang memodernisasi persenjataannya, empat negara di Asean saat ini sudah memiliki armada kapal selam – Indonesia, Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Wachiraporn meramalkan tidak terjadi perang besar dengan tetangganya dalam waktu dekat, namun ia mengatakan bahwa selama beberapa dekade mendatang, Thailand akan membutuhkan kemampuan untuk mencegah ancaman baru, yakni dari kemungkinan ancaman terorisme yang menyerang dermaga utama dan pelabuhan, atau perompak di perairan Thailand. Ada juga ancaman yang ditimbulkan oleh perdagangan manusia yang dilakukan di laut dan ancaman yang sangat merusak seperti nuklir, kimia dan bio senjata, kata Wachiraporn.

Kapal selam adalah senjata rahasia yang sangat berharga, yang akan meningkatkan daya deterent dan juga dapat digunakan untuk pengumpulan informasi dan intelijen.

NationMultimedia

  32 Responses to “Mimpi Angkatan Laut Thailand Memiliki Kapal Selam”

  1. Indonesia Merdeka,
    Semoga Thailand Juga Ikut Serta menjadi negara maju seperti indonesia saat ini, he aminn,

    • biasa itu legislatif dan militer bersebrangan…..

      woi btw kabarnya Setdah Novantil dan Riza Cakil sampai mana kabarnya…..spt ketelan bumi…yh semoga aja beneran..

    • dari artikel diatas dapat diambil pelajaran:
      1.bersyukurlah Indonesia yang tidak hanya punya armada kapal selam tapi juga mampu membuat kapal selam selam sendiri(yakin usaha sampai).
      2.bersyukurlah goro goro reformasi yang begitu mahal biayayanya mulai mulai menunjukan hasilnya,salah satunya kedewasaan dalam berpolitik.siapapun presidennya proyek kapal selam jalan terus
      3.bersyukurlah kita dikaruniai SDA melimpah dan SDM yang cemerlang.lihatlah thailand yang harus susah payah menungu bagi hasil pengolahan energinya bersama kamboja.

    • haaaaa….masa sih ..?..475 milyard $…..?

      #Meskipun dalam Strategi Nasional Rencana Keamanan Maritim tahun 2015-2021 menunjukkan jumlah anggaran negara untuk sektor maritim mencapai 1.7 trilyun Baht (US$ 475 milyar), #

      untuk 6 thn (2015-2021) 475 milyard $…jadi setahunnya lebih kurang 79 milyard $..
      tertinggi di dunia dong…,

      ha ha ha

  2. Beli dari PAL aja murah meriah 5 thn lg

  3. Hello

  4. Beli dari palembang aja

  5. hehee betul bung…ni thailand harus nunggu dulu dari pt PAL

  6. Asal jangan beli scorpene bekas malon, bisa nyelam gak bisa nimbul lagi. Ya gak lon?

  7. tunggu kami bisa buat yahhh,.,. murah kok,.,

  8. kalo,kapal selam malon terbuat dari pokok pisang,alasan untuk menghemat keuangan ,.pantesan kagak bisa menyelam,la wong bahannya aja dari pokok pisang,.kah kah kah kah kah,

  9. nanti kalau kapal selam Chang Bogo versi indonesia sdh selesai, thailand bisa pesan 🙂

  10. hm neng amel dimana ya?kangen aku hahahaha :mrgreen:

  11. punya kapal induk tapi gak punya kapal selam. emang yakin gak bakal konflik perairan dengan negara lain..???? yakin amat

  12. miris dan menyedihkan membacanya..

  13. 17 Trilyun Bath
    1 Bath = 385 Rupiah
    berarti sekitar 6500 Trilyun rupiah
    Besar banget anggaran sektor maritimnya utk 5 tahun. Gak salah nulis ya Admin.?

  14. Lebih baik SEDIA PAYUNG sebelum HUJAN..andai pecah LCS PECAH bisa kerepotan nanti..seperti kita ketahui China bnyk mempunyai KS, baik itu BELI DARI RUSIA ataupun BUAT SENDIRI..atau mau menunggu 3-4 tahun lg tunggu PT. PAL buat KS CBG IMPROVED, yg lebih MURAH & KUALITAS BAIK..:)

  15. Terima kasih Pak SBY

  16. Thailand harus punya kapal selam. Indonesia dukung thailand punya kapal selam.. karena keamanan diregional asean akan semakin kuat dan aman jika negara-negara asean militernya juga kuat. Jangan menutup mata, semakin lama teknologi dan upgrade senjata militer terus berubah ke arah yang lebih hebat dari pada yang dulu… itu tandanya ada persaingan keamanan diantara negara, artinya yang kuatlah yang menang… Indonesia harus membantu thailand dengan menghibahkan kapal selam buatan palembang yaitu pempek, sekalian sama cuka nya jangan lupa.. kwkwwwkw

  17. Yeah, kalau mau beli kapal selam yang murah ,dan bisa dapat banyak ya di palembang saja. Dapat bonus cuka nya lagi. Hua ha ha ha

  18. Pastinya thailand punya yang ghoib mau di beli kan pemerintah saja pihak angkatan laut menolak karena spesifikasinya berarti sudah punya kan. hehehe

 Leave a Reply