Jun 292019
 

Su-27 (foto:Sputnik)

Empat pesawat tempur seperti F-16, Su-27, Mirage 2000 dan F-CK-1 Ching kuo terkenal dengan kelincahan manuvernya, dan ditangan pilot hebat bisa menjadi senjata yang mematikan bagi musuh musuhnya

Namun dari perbandingan kecepatan manuver minimum radius Turn atau putaran balik U dengan kecepatan tinggi dari empat pesawat tempur supersonik memperlihatkan bila F-16 adalah yang terbaik.

Dua pesawat tempur musuh bebuyutan seperti F-16 dan Su-27 memiliki kelebhan masing-masing, dan dengan desain yang ramping dan bermesin tunggal, terlihat F-16 lebih unggul daripada Su-27 pada manuver U Turn.

Meski tidak bisa djadikan patokan pasti sebagai pemenang dalam dogfight pertarungan nyata, namun manuver minimum radius Turn dengan kecepatan tinggi menjadikan pesawat yang tercepat yang mampu melakukannya memiliki waktu dan kesempatan yang lebih baik untuk membidik dan menembak jatuh pesawat tempur musuh.

 Posted by on Juni 29, 2019

  85 Responses to “Minimum Radius Turn Time Attack, F-16 yang Terbaik”

  1.  

    Pake U-Turn segala…….. leng geleng geleng !!?? ??

    Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear…….oops

  2.  

    F-16 itu legenda Bro… terbukti dan teruji

    Ibarat handphone mah produk “Apple” sampai kapan pun ya tetep branded!!

  3.  

    Su-27 punya sudut serang jauh lebih tinggi dari F-16, membuatnya bisa mengejar kemanapun F-16 ngacir, apalagi ditambah helm mounted sight, gak ada blindspot lagi dah

  4.  

    Tumben artikelnya Muji-muji produk dari Pakde SAM…… Jarang-jarang Lohhh

  5.  

    F-16 kok sama Su-27??? ga salah??? bukanya untuk mengimbangi F-16 Russia/Soviet membangun Mig-29/Mig-35???

  6.  

    Hukum fisikanya, semakin besar body pesawat akan berbanding lurus dng radius Turnnya. Artinya semakin besar dan panjang pesawatnya akan membutuhkan radius Turn yg lebar jg. Ukuran F-16 lebih kecil ketimbang SU-27.

    Gak usah pesawat, ambil contoh mobil saja, radius putar daihatsu Terios akan lebih lebar ketimbang Daihatsu Ayla yg kecil dan ramping bodynya.

  7.  

    Dik Ruskye, itu mbok Si Tungkir dikasih tau. Masak gak bisa bedain mana AESA mana PESA. Mana jelasin pengambilan jenis radar karena doktrin militer lagi. Kasihan tuh yg masih awan Dunia militer, bisa terkena pikiran sesat kayak si Tungkir tuh. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  8.  

    Ente ajalah jelasin ke dia mbah.? Saya ngalah sama yg bangkotan. Entar dikira gak sopan sama wong tuwek……xicixicixi

  9.  

    @Nuncaku, sejak kapan semakin besar sudut serang bisa buat menang pertempuran udara. Kalo semakin tinggi sudut serang apalagi secara tiba-tiba bisa stall dan jatuh tuh pespur. Sudut serang itu adalah sudut antara sayap dan bodi terhadap arah datangnya angin atau arus fluida.

    Kalo kita bicara sudut serang itu ibarat kalo kita berenang. Kalo berenang, kepala harus diangkat lebih atas dari permukaan air biar ketika badan kita maju kita jadi lebih mudah dan lebih cepat bergerak. Beda kalo tiba-tiba kita berdiri atau kepala terlalu masuk kedalam bawah permukaan air dalam jangka waktu tertentu. Pasti laju renang kita akan tertahan. Gitu Dik Nuncaku kalo mau paham apa itu sudut serang atau Angle of attack.

  10.  

    @Ruskye, udah gpp Dik. Kalo Ente yg jelasin mungkin lebih diterima. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  11.  

    Gk usah banyak cocot ente agato, otak ente yg sesat’ sebuah pilihan untuk radar jg ditentukan sebuah doktrin militer, emang kalau udah menggunakan dasar radar aktife udah positif modern????? kalau pakai dasar radar pasife itu jadul??? Eh tong kategori luas makna doktrin militer itu gimana sih???? Kalau masih entong yg liat makna masih dr sisi kulitnya doang gk usah banya cot bacot KWKWKWKWKWKWKWKKKK

  12.  

    Waduh orangnya dateng. Gimana nih Dik Ruskye.. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    Gini ya Si Tungkir, AESA atau PESA itu tidak bisa disebut sebagai Modern atau Jadul. Keduanya itu sistem pencarian radar modern walopun sebetulnya AESA adalah pengembangan lebih lanjut dari PESA. Cara kerja radar AESA dan radar PESA itu sama. Keduanya punya panel antena yang banyak untuk memancarkan gelombang baik menyebar atau terfokus dan bisa berganti gelombang dari Ku-band, L-Band, S-Band dsb.

    Keunggulan keduanya adalah kalo ada panel antena yg rusak itu gak akan masalah dalam pencarian karena masih ada panel lain yg masih bisa mendeteksi musuh. Itu beda dg radar dopper biasa yg ada di pesawat generasi ketiga dan keempat yg masih pake 1 panel. Kalo panel itu rusak saat terbang ya wasalam. Tuh pespur bakal kehilangan mata dan telinga untuk pencarian musuh dari jarak jauh.

    Nah, bedanya AESA dengan PESA itu adalah Sumber energi dan reseptor pada tiap panel antena radar AESA terpisah tiap panel nya sehingga tiap panel antena mampu memancarkan gelombang radar yg bermacam-macam dan itu dilakukan disaat bersamaan. Yg lebih kerennya lagi itu bisa dilakukan berganti ganti secara terus menerus hingga 1000 kali pergantian tiap detik. Itu jelas membutuhkan logaritma komputer yg luar biasa canggih dan chip yg super ampuh.

    Sedangkan PESA walopun punya panel antena yg banyak tapi karena hanya punya 1 sumber daya dan 1 receiver yg sama serta hanya bisa pake gelombang tertentu pada waktu tertentu maka justru akan lebih mudah dijamming dibandingkan AESA yg pake bermacam-macam gelombang disaat bersamaan.

    Ibaratnya gini, Ente bawa 1000 prajurit yg bawa satu jenis senjata yg sama. Satu bawa pedang, semuanya bawa pedang. Satu bawa tombak, semuanya bawa tombak. Sedangkan musuhmu dengan jumlah yg sama bawa banyak senjata disaat bersamaan. Ada 100 yg bawa panah, 200 yg pake tombak, 300 bawa pedang, 400 pake kuda. Jelas musuhmu punya keunggulan yang lebih besar daripada pasukanmu khususnya dalam penerapan strategi dalam pertempuran terbuka.

    Lalu, apakah PESA punya kesempatan menang terhadap pespur yg pake AESA?? Tentu ada tapi harus melihat dulu situasi dan kondisi serta taktik yg diterapkan serta pengalaman.

  13.  

    BHUHAHAHAAA ,,, simplenya ini aja, mana yg lebih mudah untuk diganggu yg memancarkan gelombang elektromagnetik atau yg menangkap gelombang mikro elektromagnetik???? Yg bersifat memancarkan jelas lebih dahulu terdeteksi otomatis lebih gampang di deteksi, yg bersifat menangkap gelombang mikro elektromagnetik jelas lebih sulit dilacak keberadaannya dan jg akan tau adanya gelombang gangguan apalagi sistem itu didukung anti jaming dan sistem jaming maka sulit menaklukkan yg menggunakan radar pesa,,Orang lain yg bisa ente kibulin yg terkontaminasi pembodohan ala us dan barat, ya aesa lebih unggul kecepatan dan jangkauannya bisa lebih jauh ketimbang Pesa tp apakah pesa tidak bisa dikembangkan lebih jauh lg???? Rusia telah membuktikannya pada irbis-E dan dasar pendeteksi dan pengunci sasaran s-400, s-400 saat menembakkan rudalnya baru menggunakan dasar radar aktif nya untuk membimbing rudal kesasaran penguncian s-400, yg mau aku tegaskan disini Gk ada batasan teknologi perangkat saat ini apa lg saat ini perangkat lunak terus berkembang pesat’ jd Gk laku perumpaman ala negara pendengki ente sama ane, silahkan bodoh2in yg lain tp ente akan terlihat bodoh bila mau mengibulin ane. Kwkwkwkwkkkkk

  14.  

    F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi frame pada kokpit tanpa bingkai yang memperjelas dan memperluas bidang penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untuk menahan belokan pada percepatan 9g. F-16 mempunyai senapan M61 Vulcan pada internal badan pesawat serta terdapat 11 lokasi untuk menyantelkan senjata dan peralatan misi lainya…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/f-16-fighting-falcon-jet-tempur-multi.html

  15.  

    Menang yg 1000 prajurit bersenjata lengkap yg semuanya bawa SM3 V1 Pindad donk mbah, spt ini ?

    http://alutsista.blogspot.com/2008/05/senapan-mesin-ringan-sm-3.html?m=1

    Xicixicixicixi……

  16.  

    Bentuk body, menyesuaikan dgn kapasitas mesin jet….so mesin jet tunggal dan double itu yg membedakan artikel di atas….

  17.  

    Jangan didengar itu tidak benar,,,…..!!!

  18.  

    Test

  19.  

    @Haha binti Huha, ya mau PESA atau AESA itu sama-sama bisa menyapu bisa terfokus mode pencariannya Dik. Gimana to. Hhhhhhhhhhh

  20.  

    @Ruskye, kalo 1000 pasukannya selevel ama Simo Hayha sih percaya Ane. Kalo Simo Huha ane gak percaya walopun tuh 1000 pasukan bawa Barett M82 atau Styr SSG 69 sekalipun.

  21.  

    Bhuhahahahah,,,agato somplak’ mana yg lebih gampang mendeteksi yg bersifat memancarkan gelombang elektromagnetik atau yg bersifat menangkap gelombang elektromagnetik????
    Kalau mau ngebacot gede ala us/barat pahami dahulu dasar radar itu ada 2 yaitu:
    1. Sistem pasif, dimana sistem kerjanya menggunakan dan memanfaatkan gelombang mikro alamiah
    2. Sistem aktife, dimana sistem kerjanya menggunakan dan memanfaatkan gelombang mikro yg dibangkitkan dr pada sensor
    Yg menggunakan gelombang mikro yg dibangkitkan dr pada sensor akan lebih cepat dan lebih jauh tp kelemahannya gelombang yg dihasilkannya akan bisa terdeteksi yg memanfaatkan gelombang mikro alamiah, wahana yg menggunakan radar sistem pasif akan sangat sulit terdeteksi bila didukung jaming yg kuat untuk menghindari kekurangan kecepatan pengindraan dr yg menggunakan radar sistem aktife, justru secara rasionalnya radar pasif jg bisa dimanfaat untuk mengetahuin asal gelombang yg dihasilkan jaming bila didukung perangkat anti jaming yg kuat, oleh alasan inilah rusia terus mengembangkan kemampuan radar yg bersifat pasif’ dan s-400 salah satu bukti bahwa rusia tetep mengandalkan sistem pasif untuk mendeteksi dan mengunci yg didukung anti jaming dan jaming yg kuat untuk menghidari agar posisi pasti s-400 sulit dilacak, saat menembakkan rudalnya lah baru s-400 menggunakan radar aktifenya untuk membimbing rudal ke objek intersep,,,intinya dr hal ini ane mau tegaskan ame pengagum radar aesa dan pengagum teknologi setelth bahwa tidak ada batasan perkembangan teknologi perangkat dijaman now ini, apalagi perkembangan perangkat lunak saat ini begitu pesat dan banyak yg masih dirahasiakan, bahkan ada ide menggunakan khusus satelit kamera untuk dikoneksikan ke radar pespur dan radar pengintai sebuah negara agar bisa bener2 pengendusan yg dilakaukan terhadap pespur satelth dapat dilihat dilayar monitor secara jelas sehingga teknologi satelth akan jd kenangan belaka,,,,jd buat ente agato gk laku gaya sok tau ente yg maniak dengan sinegara pendengki, semakin ente blagu sok pinter maka ente akan semakin terlihat tolol bila blagu nynyir komentar ane,,,heheheee

  22.  

    Bhuhahahahah,,,agato somplak’ mana yg lebih gampang mendeteksi yg bersifat memancarkan gelombang elektromagnetik atau yg bersifat menangkap gelombang elektromagnetik????
    Kalau mau ngebacot gede ala us/barat pahami dahulu dasar radar itu ada 2 yaitu:
    1. Sistem pasif, dimana sistem kerjanya menggunakan dan memanfaatkan gelombang mikro alamiah
    2. Sistem aktife, dimana sistem kerjanya menggunakan dan memanfaatkan gelombang mikro yg dibangkitkan dr pada sensor
    Yg menggunakan gelombang mikro yg dibangkitkan dr pada sensor akan lebih cepat dan lebih jauh tp kelemahannya gelombang yg dihasilkannya akan bisa terdeteksi yg memanfaatkan gelombang mikro alamiah, wahana yg menggunakan radar sistem pasif akan sangat sulit terdeteksi bila didukung jaming yg kuat untuk menghindari kekurangan kecepatan pengindraan dr yg menggunakan radar sistem aktife, justru secara rasionalnya radar pasif jg bisa dimanfaat untuk mengetahuin asal gelombang yg dihasilkan jaming bila didukung perangkat anti jaming yg kuat, oleh alasan inilah rusia terus mengembangkan kemampuan radar yg bersifat pasif’ dan s-400 salah satu bukti bahwa rusia tetep mengandalkan sistem pasif untuk mendeteksi dan mengunci yg didukung anti jaming dan jaming yg kuat untuk menghidari agar posisi pasti s-400 sulit dilacak, saat menembakkan rudalnya lah baru s-400 menggunakan radar aktifenya untuk membimbing rudal ke objek intersep.

  23.  

    Sudah jangan berdebat ,sama salahnya ini juga radar kok dipake nyapu jelas gak bisa terlalu berat dan mahal

  24.  

    @Si Tungkir, gini ya Dik. Mau AESA atau PESA itu bisa mendeteksi secara aktif maupun pasif. Mau jadi active radar atau passive radar keduanya tuh bisa. Paham ora Son.

  25.  

    Lah basicnya AESA tuh PESA. Udah ane jelasin dari awal juga. Makanya apa yg PESA bisa tentunya AESA juga bisa.

  26.  

    Saat ingin mengetahuin kelebihan dan kekurangan sesuatu terlebih dahulu ketahuilah dan kuasai teori dasarnya, contohnya ilmu hukum teori dasarnya ilmu hukum pembuktian, ilmu dasar radar jg begitu bahwa cara kerja dasar sifat sistem radar dibagi dua yaitu pasif dan aktife, pesa menggabungkan kedua sifat dasar radar tersebut dan aesa menggabungkan kedua cara kerja itu tp telah menghilangkan atau memperkecil fungsi sifat pasifnya secara otomatis sifat pasifnya untuk mempersingkat waktu dan memperluas jangkauan endusan radar aesa tersebut,,,pertanyaanya kenapa su35s rusia berhasil mengunci f22 reptor di suriah kemaren???? Rusia mengirimkan su35s dengan tujuan untuk menguji teori yg mereka benamkan pada su35s untuk mengetahui secara pasti bagaimana mengalahkan f22 reptor sebab rusia tau f22 reptor berada disuriah sedang melakukan misi, radar pesa irbis-E bisa memisahkan dengan secara manual antara sifat pasifnya dan scan array yg menggunakan sifat aktifnya yg bertujuan mengetahuin objek yg terdeteksi sifat pasifnya yg artinya su35s bisa mendekati f22 reptor untuk mencapai jarak endus irst hanya dengan sistem jaming yg kuat dan menggunakan petujuk hasil deteksi sifat pasif irbis-E dan tanpa mengaktifkan scan aray yg menghasilkan gelombang elektromagnetik, dan teori ini ternyata berhasil tp tetep ada masalah karena rusia mengetahuin f22 melakukan penerbangan intai melalui informasi mata2 yg mereka bayar’ masalahnya adalah bila terjdi perang udara bagaimana mengetahuin objek yg ditangkap sifat pasif irbis-E dr jarak diluar jangkauan visual irst’ apakah itu pespur siluman musuh atau tidak otomastis su35s wajib mendekat sampai batas jangkauan kemampuan visual irst bisa menampilkan gambar objek yg terdeteksi’ kuncinya bagaimana su35s selalu ditemani jaming dan anti jaming yg kuat.

  27.  

    @Tungkir saya ingin melihat dalil kalau SU35 berhasil me-lock on F22….

  28.  

    Heheheheee sory td pagi susah balas cocot ente karena gangguan sinyal didaerah sini,,,intinya aku membuat komentar yg membahas aesa dan pesa kemaren sebenarnya untuk menyadarkan pengagum radar aesa dan pengagum teknologi satelth bahwa teknologi terus berkembang dan perangkat2 lunak terbaru jg turut bermuculan yg artinya radar yg bersifat pasif bisa saja berkembang tanpa melalui scan array mampu mengetahuin jenis objek yg diendus dan itu bisa saja dikoneksikan dengan mode camera super zoom yg menggunakan perangkat2 lunak agar menembus halangan pandamgan seperti awan atau hujan, siapa yg tau gimana kedepannya???? Agato asal ente tau aja ye peswat tempur satelth itu bukan sekedar tubuhnya dilapisin bahan komposit dan cat anti radar tp jg dikoneksikan ke sifat radar pasif yg berfungsi untuk menyerap gelombang2 elektromagnetik yg menyentuh badan pespur satelth’ gelombang2 diserap bisa dikelola menjadi data tp masalahnya bagaima naketemu lawan seperti su35s yg mampu memanualkan dan memisahkan scan array nya sehingga terlebih dahulu menggunakan sifat radar pasifnya untuk petunjuk objek2 yg ada dan sebagai lawannya??? Jangakuan sifat pasif irbis-E mampu mencapai 400 km tong,,,ya udah puja2lah aesa dan pespur satelth f22 dan r35 us itu, mau aje ente dikibulin us

  29.  

    @Tungkir aku butuh dalil bukan penjelasan.

  30.  

    https://jakartagreater.com/kejutan-su-35-rusia-telah-kuliti-jubah-siluman-f-22-raptor/

    Ini bukan menguliti tp tanpa petunjuk dr sifat pasif irbis-e akan sulit untuk mendapatkan jarak yg sesuai dengan kemampuan irst, irst bertujuan menjadi panduan sifat scan array irbis-E agar berfungsi sehingga mampu melock on f22 raptor.

  31.  

    Ok sipp lain kali biasakan pakai dalil lagi….?????

  32.  

    Sori bukan tanda tanya… Salah pencet

  33.  

    Walaupun beritanya belum bisa dikonfirmasi kebenaranya paling enggak udah ada yang bisa dipertanggung jawabkan.

  34.  

    Ya itu makanya ane katakan saat ingin mengaetahuin kelebihan dan kekurangan sesuatu pahami dulu dasar teori yg menjadi dasar ilmu hal yg ingin kita ketahuin tersebut, ini berlaku untuk semua ilmu pengetahuan bukan berlaku untuk ilmu hukum atau pun ilmu teknologi radar, matimatika dan fisika jg begitu yg berpandu pada rumus, pikologi, ekonomi dll nya pasti ada teori dasarnya yg akan membuat kita lebih mudah mempelajari dan mengetahuin hal2 yg berkaitan dengan ilmu tersebut.

  35.  

    @Yaumanaim ya udah tanyain sana hahahaha slow wae ya semua yang santai

  36.  

    @tungkir tapi juga harus bertanggung jawab dengan apa yang kita katakan, jadi baiknya kalau berbicara sangat teknis tanyakan kepada yang memang ada pada bidangnya. Bukan dalam artian yang tidak dalam bidangnya tak boleh punya ilmu tentang bidang tersebut juga sih… Tapi kalau berkotbah/apa istilah lainnya lah, kita juga harus tau diri. Aku sendiri gatau juga sih backgroundmu apa.

  37.  

    Aku sarjana hukum tp aku lulusan smk jurusan elektronika jd ada sedikitlah nyambung pendidikanku ke teori sifat radar,,ya ku akuin aku suka berasumsi tp asumsiku selalu aku usahakan serasional mungkin dan mengutip perkembangan data yg ada, tp kebiasaanku malas nunjukin link, tp kalau mau cari tau ada kok link2 yg menjadi dasar komentarku diatas, tp kebanyakan ditutup ame narasumber karena itu bersifat penelitian atau pun makalah pribadi.

  38.  

    @tungkir asumsi asumsi itu ilangin 🙂

  39.  

    @Si Tungkir, Gini ya Dik. Platform radar AESA itu gak ngecilin atau ngilangin kemampuan radar pasifnya. Kenapa?? Karena itu justru sangat dibutuhkan oleh pespur modern apalagi pespur generasi kelima untuk lebih senyap dan menghindari deteksi radar musuh. Kebutuhan akan kemampuan radar pasif itu sama pentingnya dg radar aktif sekarang. Bedanya, radar pasif tidak bisa digunakan untuk me-lock On target.

    Bedanya AESA dan PESA itu hanya pada sumber daya, receptor, dan kemampuan menampilkan berbagai gelombang disaat bersamaan dan diacak dg sangat cepat sehingga akan sangat memudahkan untuk mendeteksi sekaligus menangkal jamming lawan.

    F-22 yg difoto waktu terbang diatas Suriah itu pake Infra Red, bukan pake radar aktif maupun radar pasif lainnya. Sedangkan jangkauan infra-red Su-35 tak lebih dari 50-60 km. So, dalam kondisi perang Su-35 belum sampai pada jarak 60 km bakalan hancur diserang F-22 karena radar AN/APG 77 V1 bisa mendeteksi RCS 1 meter ² dari jarak 200-241 km. Sedangkan perkiraan RCS Su-35 itu 1,5 m². Kalopun bisa turun hingga 0,5m² F-22 masih bisa menembaknya dari jarak lebih dari 100 km dan AMRAAM 120 D bisa mencapai 180 km.

    Ingat, Su-30MKI India kesulitan menghadapi AMRAAM 120 C-5 dari jarak 100 km bahkan gak mampu menembak balik. Padahal RCS Su-30MKI hampir sama dengan Su-35. So, masih mikir Su-35 bisa menang lawan F-22?? Padahal itu belum pake UAV wingman loh. Pespur generasi keenam Eropa mau dibuat bisa bertempur dg UAV wingman sedangkan pespur generasi keempat plus USAF udah biasa pake UAV wingman, apalagi generasi kelima nya.

  40.  

    Kadang kesel juga kalo udah nulis panjang lebar tapi gak paham juga, apalagi kalo lagi balas terus gak muncul Komennya.

  41.  

    Tes

  42.  

    Radar AESA itu gak mungkin ngecilin atau ngilangin kemampuan radar pasifnya. Kebutuhan akan kemampuan radar pasif itu sama pentingnya dg radar aktif. Karena itu dibutuhkan untuk lebih menghindari deteksi radar musuh, apalagi itu akan sangat berguna untuk pespur generasi kelima. Walaupun radar pasif tidak bisa digunakan untuk me-lock On target.

  43.  

    Radar pasif itu sama pentingnya dg radar aktif sekarang. Gak mungkin radar AESA mengurangi atau menghilangkan kemampuan radar pasif.

  44.  

    Radar pasif sangat dibutuhkan untuk menghindari deteksi radar musuh, apalagi untuk pespur generasi kelima itu akan lebih menambah kesenyapan. Tapi radar pasif tidak bisa digunakan untuk me-lock On target.

  45.  

    F-22 itu hanya difoto oleh Su-35 pake Infra-red,bukan pake radar aktif maupun radar pasif. Itu aja Su-35 terbang setelah ada laporan dari Pespur Rusia yg mau Nyerang wilayah pemberontak Suriah di cegat sama F-22.

  46.  

    Kenyataannya, IRST Su-35 hanya mampu mendeteksi pespur siluman dari jarak antara 50-60 km maksimal, padahal F-22 dg AN/APG 77 V1 bisa mendeteksi Su-35 dari jarak 200-241 km. Jadi kalo dalam perang nyata belum tentu Su-35 bisa dg mudah menemukan F-22 bahkan sebelum menemukan pasti sudah diserang lebih dulu.

  47.  

    Itu diatas ngomongin opo to yoo…kok aku rak mudeng seh…pake bawa bawa asumsi segala lagi…yang jadi pertanyaanya apa itu asumsi…???……
    Maaf bener tanda tanya nya..wkwkwkwk….!!!

  48.  

    Wah, ane gak pke asumsi loh

  49.  

    Yg pakai asumsi siapa??? Mana link dan analisismu yg mengatakan aesa tidak menghilangkan sifat pasifnya???? Aesa = radar akttif scan array = >> mendeteksi yg bersifat menciptakan gelombang elektromagnetik menembakkan gelombang elektromagnetiknya dan menerimanya untuk dikelola langsung bersaman hasil scan tampilan objek benda =>>> tujuan mempersingkat waktu dan memperluas jangkauan deteksi dan hasil deteksi, terus dimana letak kerja pasifnya dr radar aesa???? Aesa justru meninggalkan hampir semua sifat pasif radar dan hanya saat menerima pantulan elektromagnetik hasil tembakan sensor sifat pasifnya muncul untuk menerima data untuk dikelola yg artinya radar aesa sifat pasifnya sama sekali tidak berfungsi mendeteksi secara mandiri dan cara kerja aesa terotomatis yg artinya bila satu sistem tidak berfungsi maka pendeteksian akan bermasalah,,,Ente Simak kalimat komentarku baik2, intinya aku pakai asumsi ada momennya’ contohnya menebak incaran teknologi apa yg dikejar indonesia dalam pembelian su35 dan tujuan membuat uu kerjasama industri militer’ disini aku wajib menggunakan asumsi tuk mencari tau teknologi apa yg dikejar indonesia karena emang tidak ada publikasi dr pemerintah atau pun menhan’ tp dr berita2 kita bisa tarik benang merahnya secara rasionl seperti indonesia yg pasti mencari mesin pespur tuk pengembangan ifx selanjutnya versi indonesia dan rusia yg tak akan menggunakan lg mesin saturn AL-31FP untuk produksi su30 selanjutnya, oleh sebab itulah aku berasumsi yg dikejar indonesia adalah lisensi mesin sturn al-31fp rusia dengan sistem joint produksi mendirikan pabrik bersama,,,,lha komentarku diatas ada link nya kok dan emang nyambung dengan apa yg aku katakan, kalau mau lebih tau lg silahkan cari tau pasti dapet kok.

  50.  

    Makanya kau simak komentarku agato yg sok belagu tau,,,,aku kan bilang saat su35s ingin mendekati f22 reptor maka su35 hanya mengandalkan pendeteksian sifat pasif radar irbis-e tanpa menggunakan scan arraynya karena tubuh f22 jg bisa mendeteksi gelombang elektromagnetik yg dipancarkan dr sensor scan array dr radar irbis-e’ ya f22 menggunakan sifat radar pasif diseluruh tubuhnya untuk menyerap gelombang elektromagnetik dan jg sekalian mengelolanya untuk menghasilkan data asal muasal gelombang elektromagnetik tersebut,,intinya selain mengandalkan kemampuan sifat pasif radar irbis-e dan kemampuan terkini dr irst buatan rusia su35s jg wajib dibekalin jamer yg kuat dan anti jaming yg kuat agar mendapat jarak ideal untuk bertarung dan membunuh f22′ dan faktanya uji coba memperaktekkan teori membunuh f22 ini berhasil dilakukan su35s yg membuat f22 reptor dipulang kandangkan kembali ke us agar tak dipelajari rusia lg.

  51.  

    Sory ye kalau untuk hal seperti ini ane gk hoby pakai asumsi, apa yg ane katakan ini hasil kesimpulan dr baca sana baca sini’ radar mempunyai teori dasar jd kalau modal asumsi pasti gk bakal nyambung, lha dimana komentarku yg gk nyambung dengan teori dasar sifat radar????? Selamat belajar agato,,,,kwkwkwkwkkkkk

  52.  

    Saran gue liat pada kekurangan dan kelebihan pada kedua tipe radar…aesa atau pesa…nanti loe bisa liat kesimpulannya…kata pasif dan aktif pada radar sesunguhnya itu bisa konotasinya beda pada diskusi dengan pengertian sebenarnya….asumsi seh sah sah aja…asal landasan pada asumsi itu ada(akal sehat)dan ada dalil nya…!!!
    Kalo engak boleh berasumsi…berarti kita engak boleh beropini….kalo engak boleh beropini berarti kita engak boleh berpendapat…kalo engak boleh berpendapat berarti kita engak boleh berpikir …dong…?!?!?!
    Jadi baiknya cari tau apa arti kata yang kita tulis….jangan malah nanti kita juga pusing dengan tulisan kita…Whhhhh…

  53.  

    Jangan nanti kita pusing sendiri dengan tulusan kuta sendiri….!!!

  54.  

    Kita…kuta(ng)….wkwkwk….
    Dah update lagi cerbungnya…ketimbang pusing mikirin radar…!!!

  55.  

    Oleh sebab itu aesa menggunakan banyak modul sehingga lebih rumit ketimbang pesa, ide menggunakan banyak modul untuk memperkuat gelombang elektromagnetik, memperbanyak sistem tembakan gelombangnya sehingga bisa lebih jauh dan memungkinkan lebih banyak objek yg tertangkap dan jg mengantisipasi gangguan yg terotomatis antara sistem, tp aesa sifat pasifnya tidak mandiri alias berharap hasil pantulan yg dipancarkan gelombang elektromagnetik yg terotomatis antara sistem’ sementara pesa yg dikembangkan dalam irbis – E radar pasifnya mampu mandiri mendeteksi gelombang elektromagnetik yg dihasilkan suatu objek dan jg bisa menerima gelombang elektromagnetik hasil scan array, sifat pasif radar irbis-E sensitifikasinya ditingkatkan agar mampu mendapatkan hasil deteksi lebih banyak dan deteksi yg lebih jauh, sifat pasif irbis-e yg mampu mandiri dan bisa terkoneksi dengan hasil scan irst adalah teori yg bagus tuk membunuh f22′ meski belum sempurna karena sifat pasif radar irbis-e tidak bisa menghasilkan gambar pasti dr objek yg terdeteksi tanpa hasil gelombang elektromgnetik scan array atau pun irst paling tidak teori membunuh teknologi satelth sudah ada, f22 bisa tidak terdeteksi asal mematikan sistemnya yg menghasilkan gelombang radio elektromagnetiknya.

  56.  

    Isine kok mbahas radar tok se….pokok bahasan mengenai manuver U turn dan dogfight

  57.  

    Nih baca link berita dan analisis kalo F-22 difoto sama Su-35 gak pake radar pasif tapi pake Infra-red OLS-35 diatas Suriah
    https://nationalinterest.org/blog/buzz/russian-su-35-reportedly-took-picture-f-22-why-might-or-might-not-be-problem-32072

  58.  

    Walaupun pake radar AESA mbah,
    Tetaplah menang yg 1000 prajurit bersenjata lengkap yg semuanya bawa SM3 V1 Pindad mbah, ketimbang 1000 prajurit ada 100 yg bawa panah, 200 yg pake tombak, 300 bawa pedang, 400 pake kuda.
    Malah yg 400 pake kuda ini mati konyol duluan mbah. Wong dalam perang yg lain bawa senjata kok mereka cuma pake kuda aja…….xicixicixicixi

  59.  

    Itu aesa KW huu…cina punya barang….!!!

  60.  

    Fine…okay..
    Terus……kita harus cukup terhibur jika sukhoi 35 nya dibatalkan Dan dipaksa ganti dengan F16 V Dan F16 C/D bekas …?
    Setelah dipaksa beli dibawah tekanan USA Kemudian setelah nya di embargo sepihak seperti biasa nya..

  61.  

    Yaa sesuain kantong lah dex…apa boleh buat tak da janda gadis pon jadi…wkwkwkwk…murah meriah…apa lagi ada yang gratisan…duitnya untuk mensejahtrakan pejabat indonesia…!!!

  62.  

    AESA mig 35/su57 kw?

  63.  

    Laa nanti bapak ku e ngak jadi pejabat lagi kalo indonesia nya kagak ada….wkwkwkwkw…..

  64.  

    Yun yun…komen sama gak jelasnya…!!!
    Rusia belum bisa buat aesa…kalo cina katanya seh hasil nyolong…itu kata boacah…boacah….!!!

  65.  

    Gue juga engak gitu paham bahasa KW anak alay….kalo niru prodak dan duplikat mungkin iya…tapi itu hal lumrah dalam industri….tapi au ah elap….wkwkwkw….

  66.  

    Campret…replay…juga kagak bisa…padala hp gue jawa made in…OPP0 to yo….!!!

  67.  

    Ah loe sok akrab…pake bahas bahas segala bahasanya….wkwkwkw….

  68.  

    @Juman kenapa Indonesia gak ambil F-35 aja. Kan dulu pernah ditawarkan. Apalagi tugas Ane disini buat mempromosikan Produk F-35 di Indonesia khususnya para Warjager baik yg aktif maupun Silent Reader.

  69.  

    Tipu tipu ala negara…adi daya…!!!
    Mengapa usa mau jual dan join produksi F35 pada sekutu untuk buat pesawat baru…sedang F22 tidak di perbolehkan…padahal buat pespur baru akan jauh lebih besar ketimbang pengembangan pesawat yang sudah ada…jadi itu akal amerika dalam mencari dana…atau wang…karna amerika dalam keadaan krisis…ekonomi….coba kalo engak mana mau amerika ….sama halnya dengan rusia dan india dengan SU57 nya…hanya cari dana…pembiyayaan tanpa harus banyak berkorban…sista bukan hanya sebagai senjata tapi juga peluang ekonomi apa lagi macam sista strategis yang banyak mengandung muatan tehnologi tingkat tinggi…akan jauh lebih sukar untuk berbagi….jadi silahkan terus bermimpi indah bahwa ada negara lain dengan senang hati mau berbagi…..salam wkwkwkwkwk….!!!

  70.  

    Wek……ini pada ngomongin apaan sih, rame banget kayak tukang obat di pasar !!….kahkahkah…

    Yang jelas mo Doppler, AESA, PESA ataupun radar bodong…….semuanya punya fungsi yg sama. Kelebihan dan kekurangannya tergantung dari kebutuhan…….atur2 we lah……

    Mo debat sampe berbusa pon, ana ga perduli…….cuma pesen saya kalo debat sampe panas jangan terus bawa2 takbir……???

  71.  

    @al£€ lah trus yg d pake d mig 35 su 57 sma admiral gorshkov radar apaan emang klo bukan aesa?

  72.  

    Mbah gatol
    Maksudnya sales si kalkun terbang ya.?….zicizicixici

  73.  

    Eh agato preet yg mana komentarku yg mengatakan sifat pasif radar irbis bisa nampilkan gambar objek tanpa scan aray atau pun irst???? Sifat pasif irbis-E itu bisa menanampilkan deteksi objek, posisi objek dan jarak objek secara mandiri tp tidak bisa menampilkan gambaran pasti objek tanpa sifat aktife scan arraynya atau tanpa irst, dengan kemandirian nya dapat melihat posisi objek tanpa scan array maka su35s bisa mendekati f22raptor untuk mendapatkan jarak yg layak untuk irst menampilkan gambar f22, dengan sifat pasif irbis-e jg bisa melock on objek tp yg ada digambar f22 dilock on kemaren itu menggunakan lock on radar rudal pencari panas,,,disimak baik2 komentar itu baru dibalas, jangan gara2 kepanasan jd gagal fokus kwkwkwkwkwkwkwkkkk

  74.  

    Aku sudah baca semua link2 yg ente tampilkan, jd kesimpulanku ente gk benar2 paham yg ane maksud bahwa sifat aktife aesa yg dominan telah membatasi kemandirian sifat pasife pada aesa yg artinya ya emang sifat pasife aesa kecil atau terbatas dikarenakan sistem kerja aesa adalah terotomatis, beda dengan radar pesa irbis yg semi aktife yg jg semi otomatis sehingga tidak membatasi kemampuan sifat pasifenya.

    •  

      Bah agato mmng begitu sblm lingkar lahir, karna agato tdk tau apa yg diucapknnya apa lg yg disajikannya, kan gawat itu agatong,
      sprti modul² yg dikataknnya itu pd aesa yg banyak, agato kgk tau itu fungsi modul² yg banyak itu yg disebutknnya
      😆 😆

  75.  

    Kw dek…coba siapa yang pertama bikin dan negara mana pertama yang punya…???
    Kalou yang lain kan ikut ikutan aja…naa itu kata alayah prolak KW…wkwkwkw…yunyun@mail…