May 242016
 

Masalah pengungsian kini menjadi masalah baru bagi dunia saat ini, bagaimana tidak efek perang timur tengah yang berkepanjangan menyebabkan para korban sipil harus terpaksa mengungsi diwilayah yang lebih aman, dan notabenenya wilayah Eropa lebih aman, sehingga gelombang pengungsi tak dapat dihindarkan.

namun apabila pengungsi tersebut merupakan mantan kepala negara berbeda jadinya. hal itu terjadi ketika Pemerintah Inggris dikabarkan telah memutuskan untuk memberi mantan Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed status sebagai ‘pengungsi’.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh pengacara Nasheed, Hasan Latheef.

Nasheed, pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu, dijatuhi hukuman 13 tahun penjara atas dakwaan terorisme tahun lalu, tetapi diizinkan pergi ke Inggris pada Januari untuk menjalani operasi sumsum tulang belakang setelah ia jatuh sakit.

Negara kepulauan tersebut diguncang gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir, mencederai reputasinya sebagai tujuan wisata kelas atas saat pemimpin saat ini, Abdulla Yameen, memberlakukan aturan darurat.

“Presiden Yameen telah menahan semua pemimpin oposisi dan menindak semua orang yang berani menentang atau mengkritiknya,” kata Nasheed (49) dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan statusnya sebagai pengungsi.

“Dalam setahun terakhir, kebebasan pers, berekspresi dan berkumpul semuanya hilang,” kata dia seperti dikutip kantor berita AFP.

“Mengingat pergeseran ke arah pemerintahan otoriter di Maladewa, saya sendiri dan politikus oposisi lain merasa bahwa kami tidak punya pilihan selain bekerja dari pengasingan – untuk saat ini.”

Pemerintah Maladewa bereaksi cepat, menuduh Nasheed berusaha menghindari hukuman penjaranya.

“Pemerintah Maladewa kecewa, jika terbukti benar, bahwa pemerintah Inggris memungkinkan mereka sendiri menjadi bagian dari permainan ini, dan lebih lanjut, memungkinkan seseorang untuk mengelak dari kewajibannya di bawah aturan hukum,” kata pemerintah Maladewa dalam satu pernyataan.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak mengonfirmasi status mantan presiden itu ketika dihubungi oleh kantor berita AFP, menyatakan bahwa kementerian tidak mau mengomentari kasus induvidual.

Pada tahun 2012, ia diduga terlibat dalam kasus penahanan seorang hakim yang dilakukan secara ilegal. Tuduhan dari kasus tersebut kemudian berakhir dengan dijatuhkannya hukuman 13 tahun penjara untuk Nasheed pada tahun 2015.

Di tengah upayanya untuk menghadapi kesehariannya di penjara dan proses pengadilan, mantan Presiden Maladewa yang terpilih secara demokratis untuk pertama kalinya ini juga dihadapi oleh penyakit sumsum tulang belakang akut.

Pada bulan Januari kemarin Presiden Maladewa Abdulla Yameen mengizinkannya untuk melakukan perawatan intensif dan menjalani operasi sumsum tulang belakang di Inggris.

Presiden Yameen sebetulnya keberatan dengan keputusan tersebut, namun ia juga tidak mau merasa terpojok dengan banyaknya tekanan internasional.

Sebelumnya ia sempat dikritik oleh pemerintah AS, PBB, dan organisasi hak asasi manusia karena dianggap telah gagal menyelesaikan kasus Nasheed dengan adil dan sikapnya juga dinilai ada unsur politiknya.Presiden Yameen menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa penanganan kasus Nasheed dilakukan secara legal dan adil.

  11 Responses to “Miris, Mantan Presiden Maladewa kini jadi pengungsi di Inggris”

  1. Apalagi menteri menterinya mau jadi apaaa

  2. kasian…kasian

  3. Maladewa Maladewa Maladewa

  4. negri favorit tujuan plesirnya zalianty bersaudara naik pesawat om umar bakir, hehehehe. Trimakasih artikelnya bung entiis, boleh kah saya terjemahkan buat peringatan kita bersama, bila harus terjadi di Indonesia.
    Tapi tentu tidak akan sebagai pengungsi karena ada gelar, kan begitu.

  5. Bukannya itu tempat liburan yg pernah d kunjungi petinggi partai pohon beringin yaa??

  6. knp g ke ciamis aj ngungsi ny…
    haha.. tp bw duit sekarung lo…

  7. Bingung mau komen apa

  8. Juragan-nya malon mo ngangkat anak lagi…. buat bikin kaco kawasan…

  9. Biasa aja… Waktu PD1 aja, pemimpin Belanda dan Francis aja ngungsi ke British… ( jarene.. Soale aku gung Ene’… )

 Leave a Reply