Oct 122017
 

Persiapan terbang malam Siswa SIP A-77 , SIP A-78 serta Sekbang A-92 dengan pesawat KT 1 B Woong Bee di Shelter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, 9/10/2017.

Sleman – Jakartagreater.com. Tidak hanya di siang hari, di malam hari pun para penerbang pesawat Latih KT 1B Woong Bee Lanud Adisutjipto, Sleman, Yogyakarta, menempa diri dengan melaksanakan latihan terbang malam untuk meningkatkan profesiensi guna meraih profesionalisme, sebagai seorang Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara.

Selama dua minggu, deru burung-burung besi Lanud Adisutjipto memecah keheningan dan dinginnya malam di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Silih berganti pesawat Latih ini melaksanakan misi latihan terbang malam, yang dimulai sejak 9 Oktober lalu dan direncanakan berakhir tanggal 20 Oktober yang akan datang. Latihan terbang malam ini diikuti oleh siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan 77 sebanyak 14 siswa, dan SIP Angkatan 78 sebanyak 10, serta Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 92 diikuti oleh 7 orang.

Persiapan terbang malam Siswa SIP A-77 , SIP A-78 serta Sekbang A-92 dengan pesawat KT 1 B Woong Bee di Shelter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, 9/10/2017.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ir. Novyan Samyoga, MM menjelaskan bahwa latihan terbang malam ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme baik skill maupun kemampuan terbang para calon Instruktur Penerbang, dan calon penerbang. Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, kesiapan seluruh komponen pendukung harus juga tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi Pendidkan yang dilaksanakan.

Persiapan terbang malam Siswa SIP A-77 , SIP A-78 serta Sekbang A-92 dengan pesawat KT 1 B Woong Bee di Shelter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, 9/10/2017.

Danlanud berharap semua harus peduli dengan membangun budaya safety di setiap kegiatan yang dilaksanakan dari awal hingga selesainya program latihan. Mengingat terbang di malam hari memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit karena jarak pandang yang sangat terbatas. Sehingga latihan terbang malam ini benar-benar terlaksana sesuai misi dan target yang direncanakan.

Komandan Skadik 102 Letkol Pnb HM Kisha “Razor” disela-sela latihan, menyampaikan bahwa latihan “Terbang malam bukanlah suatu rutinitas”, karenanya kekurangwaspadaan akan berakibat fatal dan gagalnya tujuan latihan. Dalam latihan terbang malam siswa akan menerbangkan pesawat KT-1 Be dengan mengambil area seputaran di Yogyakarta khususnya di atas Lanud Adisutjipto. (Dispenau).

 

  12 Responses to “Misi Malam Hari KT-1B Wong Bee di Yogyakarta”

  1. wah terbang malam berarti antara pukul 20.00 sd 23.00 kalau terbang pukul 24.00 artinya larut malam atau dini hari heheheeeeee

    lanjutkeun Komrad

  2. practice make perfect!

  3. kirain latihan juga jatuhin bomb dari dlm kokpit dengan darto…mengulang sukses era pertempuran di jogja..

 Leave a Reply