Sep 102014
 
Kapal selam Scorpene

Kapal selam Scorpene

Kinabalu – Dua kapal selam Scorpene Malaysia sedang digunakan untuk empat operasi khusus yang dikirim dari Sabah, ujar Kepala Angkatan Laut Malaysia Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar. Kapal selam KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak, kini tidak lagi beroperasi di bawah Komando Keamanan Sabah Timur.

“Kapal selam memiliki peran tersendiri. Saya tidak bisa mengatakan apa operasi mereka. Angkatan laut adalah kekuatan diam dan itulah sebabnya orang tidak melihat apa yang kita lakukan tapi kami bekerja sepanjang waktu.

“Anda harus percaya saya sebagai Kepala Angkatan Laut, Angkatan Laut beroperasi untuk memastikan perairan Malaysia dilindungi,” katanya setelah membuka Asia Pacific Conference Submarine ke 14 di kota Kinibalu, kemarin.

Laksamana Aziz mengatakan dua kapal selam Malaysia tidak cocok digunakan untuk operasi keamanan di pantai timur Sabah, karena faktor kedalaman laut. Namun, angkatan laut Malaysia telah meningkatkan kehadiran aset lainnya untuk pengawasan wilayah udara dan laut Zona keselamatan Sabah Timur (Esszone).

“Kami telah menempatkan kapal-kapal yang sangat handal serta kapal pencegat. Kami juga menggelar helikopter super Lynx dan Fennec untuk fokus pada operasi pengawasan karena pandangan helikopter lebih luas dibandingkan dengan kapal laut.

“Helikopter ini mampu melakukan pengawasan wide-area dan memiliki pandangan yang lebih baik untuk kapal yang perlu dicegat,” kata Aziz.

“Kami telah meminta pasukan keamanan untuk menembak kapal yang mencurigakan yang mencoba memasuki perairan Sabah, namun di saat yang sama kami memiliki prosedur standar operasi yang harus diikuti.

“Jam malam telah membuat pekerjaan kami lebih mudah karena kita sekarang bisa fokus. Jika tidak, kapal asing dapat dengan mudah menyelinap masuk dan bersembunyi.”

Jam malam diberlakukan sejak 19 Juli setelah terjadinya pembunuhan personil angkatan laut dan juga terjadinya penculikan yang lainnya di Mabul Island.

Jam malam melibatkan daerah perairan Sandakan, Kinabatangan, Kunak, Lahad Datu, Semporna, dan Tawau. Sejak insiden Mabul, ada dua upaya penyusupan di perairan Sabah melalui Semporna dan Sandakan di mana terjadi penembakan.

Pada tahun ini, tercatat di Sabah terjadi empat kasus penculikan yang melibatkan turis, pengusaha dan seorang polisi. Korban dibawa pergi dari Lahad Datu, Kunak dan resor pantai Semporna.

Polisi juga telah mengidentifikasi dua tersangka yang dikenal sebagai Muktadil bersaudara yang bertanggung jawab atas beberapa kasus penculikan dan pembunuhan polisi.

Laksamana Aziz menekankan angkatan laut Malaysia tetap profesional dalam menjalankan perannya sebagai pengawas lapisan pertama di perairan Malaysia.

Penjelasan itu dia sampaikan di sela sela konferensi Submarine Escape and Rescue yang diikuti 60 personel angkatan laut dari 19 negara. Di antaranya dari negara: Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, Australia, Peru, Chili, Pakistan, Vietnam, Singapura, Ekuador, Indonesia, Korea Selatan, Filipina, dan Brunei.(nst.com.my).

  110 Responses to “Misi Rahasia Kapal Selam Malaysia”

  1.  

    halahh, joe prettt….

  2.  

    halahh, joe prettt….

  3.  

    nih ada malon nyasar kesini!
    awas ada yang cuman bisa gonggong doang….

  4.  

    Yaa si Embah ma duduk manis aja di rumah ngopi2 pagi, biar yg muda2 perang, nanti kalo si Mbah ikut tanbah repot dah belum perang dah kena encok, ha4

  5.  

    bahasanya tak beradab…he7x…

  6.  

    halaah..ngoceh bau aje lo berok malon!!

  7.  

    Mbah mah pinter bikin kontranya.
    Membolak balikkan pikiran orang.

    Ada yg mau perang di bilngin jgn perang.
    ada yg gag mau perang e… disuruh perang.

  8.  

    ada mbah bowo….takuuut…..

  9.  

    Indosial udah kepanasan,Yang di beli cuma second mau perang,perang ama gam Dan di Papua engak pernah beres

  10.  

    Joy kupreeet..negara loe banci berlindung di ketiak fpda

  11.  

    Tambah mantap….salut buat Pak Cik….Scorpene is the best !!!

  12.  

    si malon ngomongnya bahasa binatang

  13.  

    eh bukannya dulu nenek bilang ‘joe menggonggong jkgr berlalu’ ?

  14.  

    Kita memang masih lemah dipeperangan bawah laut terutama yg melibatkan kapal selam, maka dari itu TNI perlu memesan dari PT. PAL ataupun negara2 sahabat dalam membangun lebih banyak Anti-Submarine Warfare Carrier dan Helikopter Carrier!

    Sebuah kapal induk anti-kapal selam (ASW carrier) adalah kapal induk kecil yang memiliki peran utama untuk memburu dan menghancurkan kapal selam. Kapal induk jenis ini mulai muncul pada pasa perang dingin sebagai pengembangan dari kapal induk escort yang pernah berperan sebagai ASW selama PD II. Contoh kapal induk ASW adalah ARA Independencia, NAel Minas Gerias, Arromanches, Giuseppe Garibaldi, Hyuga,Prncipe de Asturias, HMS Bulwark, HMS Hermes, Invincible, HMAS Melbourne, HMCS Bonaventure, HNLMS Karel Doorman, Moskva, Kiev, Essex, dan Wasp.

    Kapal induk helikopter adalah kapal induk yang utamanya berperan untuk mengoperasikan helikopter tempur maupun anti kapal selam. Kapal induk helikopter digunakan sebagai kapal induk ASW dan amphibious assault ship.

    Kapal induk helikopter dapat memiliki sebuah full-length aircraft deck seperti HMS Ocean, atau dek helikopter besar, biasanya di bagian belakang kapal seperti pada kapal induk kelas Moskva atau RFA Argus.

  15.  

    Ah…paling Malay mencoba ksnya mau tenggelam atau tidak???

 Leave a Reply