Agu 222014
 
RSAF, Singapura meningkatkan jumlah armada jet tempur F-15SG (sumber; US Air Force)

RSAF, Singapura meningkatkan jumlah armada jet tempur F-15SG (sumber; US Air Force)

Singapura tampaknya diam-diam meningkatkan jumlah armada jet tempur F-15SG nya, dari 24 pesawat menjadi 40 unit, merujuk pada laporan keuangan Boeing, pengajuan pendaftaran pesawat udara, dan laporan kongres AS.

Singapura awalnya membeli 12 jet tempur F-15SGs – dengan opsi untuk delapan lainnya – di bawah kontrak ditandatangani pada bulan Desember 2005. Pada bulan Oktober 2007 Singapura mengubah opsi ini dengan membeli tambahan 12 lainnya untuk pembelian total 24 unit.

Pesawat ini semuanya telah terkonfirmasi dan telah disampaikan untuk nomor seri 05-0001 sampai 05-0024. Beberapa pesawat tetap berada di Amerika Serikat, bergabung dalam skadron 428 Fighter, Republik Singapura Air Force (RSAF) di Mountain Home Air Force Base (AFB) di barat daya Idaho, sementara sisanya aktif di Singapura tergabung dengan Skadron 149.

Pesawat yang beroperasi di Singapura menggunakan nomor seri empat digit diurutan 83xx, mulai dari 8301, meski tidak berurutan.

Pada bulan Januari 2014, beberapa pesawat dengan nomor seri baru -05-0025, 05-0028, 05-0030, 05-0031, dan 05-0032- terlihat di Mountain Home AFB. Keberadaanya ini belum dilaporkan dan menunjukkan bahwa Singapura telah memperoleh batch lain dari delapan pesawat.

Sementara itu, tanggal 26 November 2012, surat dari Departemen Luar Negeri AS untuk Juru Bicara DPR John Boehner yang membawahi Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjat, menunjukkan adanya penjualan, modifikasi, dan tindak dukungan terhadap delapan pesawat F-15SG kepada Pemerintah Singapura.

Angka yang dikeluarkan oleh Boeing menunjukkan bahwa delapan F-15s dikirim ke pelanggan yang tidak disebutkan identitasnya, pada tahun 2012.

F-15SG Strike Eagle RSAF

F-15SG Strike Eagle RSAF

Data keuangan Boeing juga menunjukkan bahwa total ada 93 jet tempur F-15 dikirim dari tahun 2005 sampai 2012. Korea Selatan telah mengkonfirmasi bahwa mereka menerima 61 unit dan Singapura menerima 24 unit dengan total 85. Jumlahnya meninggalkan 8 unit yang belum diungkap ke publik.

Akhirnya, pada tanggal 5-6 Agustus 2014, Boeing mengeluarkan pendaftaran pesawat udara sipil, yang dijelaskan sebagai pesawat F-15SG : N361SG, N363SG, N366SG, N368SG, N373SG, N376SG, N378SG dan N837SG.

Boeing maupun Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) belum angkat bicara atau mengkonfirmasi, apakah negara kota telah mengakuisisi 16 lainnya jet tempur F-15s dari pembelian sebelumnya. Boeing dan Singapura juga tidak menyangkal hal itu.

Seorang juru bicara Boeing mengatakan kepada IHS Jane bahwa perusahaan itu “tidak dapat membahas” jumlah F-15s yang telah diserahkan ke Singapura, sementara juru bicara MINDEF mengatakan: “Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) mendatangkan alutsista untuk kebutuhan jangka panjang dan RSAF telah membeli F-15SGs dengan jumlah yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Singapura”.

Keengganan Singapura untuk mengungkap pembelian F-15 tambahan. tidak mengejutkan: Singapura tidak ingin menguraikan tingkat pengadaan pertahanan dan kemampuan mereka dan memilih untuk secara diam-diam membangun apa yang secara luas dilihat sebagai militer yang dilengkapi alat terbaik di Asia Tenggara.

Salah satu petugas pensiunan angkatan bersenjata mengatakan IHS Jane bahwa sikap tersebut adalah keputusan strategis untuk menjaga tetangga Singapura menebak jumlah alutsista mereka dan juga karena para pemimpin Singapura tidak perlu menggunakan pengadaan militer sebagai penopang popularitas.

Penolakan untuk mengkonfirmasi akusisi alutsista terkadang terlihat aneh dan bertolak belakang dengan perkembangan industri Militer dan Pertahanan, seperti pada Singapore Airshow 2012, ketika itu para pejabat Israel tidak mau mengkonfirmasi penjualan UAV Heron ke Singapura, meskipun salah satunya ditampilan Singapura dalam “static display”, dari berbagai alutsista mereka. (janes.com 22/08/2014).

jakartagreater.com

  166 Responses to “Misteri Jet Tempur F-15SG Singapura”

  1.  

    Kalau militernya sih masih gampang ditangkal yg susah itu strategi singapur yg menggunakan uang indonesia yg diparkir disana untuk mengendalikan perekonomian indonesia.

  2.  

    S’pore bukan acaman, dengan spek alutsista tertentu ya optimis bisa, tp temennya itu lo. Bolehlah yg dr selatan dibuat priolitas acaman sbg acuan max penggadaan alutsista………,asumsi kita menyerang eh mengusir mereka. Jarak, luasnya jauh berbeda…, mohon maaf pendapat orang awam. Semoga sehat2 semua. Salam NKRI

  3.  

    Perkembangan yg menarik yg patut kita cermati perubahan strategis singapura ini. Belum lagi menghadapi malaysia dan australia.

    Untuk menghadapi setiap ancaman kedepan perlu strategis jitu. Untuk singapura cukup buat benteng stelsel di setiap penjuru negara ini. Jangan lupa untuk memotong bantuan dari utara, selatan dan barat. Pembangunan pangkalan-pangkalan militer yg tersebar diseluruh pulau di negara kita sgt efektif utk memecah konsentrasi serangan musuh. Makanya saya sgt mendukung sekali kogabwil terlaksana. Musuh pasti akan menyerang jawa dulu, tapi kalau kita juga menyerang negara musuh itu juga dari wilayah lain maka konsentrasi musuh yg tadi attack akan menjadi defend.

    Jangan lupa dengan program 1000 roketnya. Bila ribuan roket kita di deploy tersebar diseluruh pulau kita, musuh akan berpikir seribu kali utk menyerang kita. Satu wilayah kita diserang roket dari segala penjuru pulau-pulau kita yg terpanjang dan tersebar di garis katulistiwa ini akan menyala.

    Selain itu tetap kembangkan alutsista strategis yg mrpkan favorit saya kapal selam. Kapal selam sulit terlacak dibandingkan kapal permukaan. Maka sgt tepat sekali TNI membeli kapal hidrografi utk memetakan wilayah laut kita. Utk memenangkan peperangan kita hrs mengenal medan tempur kita. Siapa tahu kapal selam kita bisa ngumpet disalah satu celah yg hanya kita ketahui utk menghindari radar musuh.

    Dalam perang kita perlu mempertajam mata dan telinga kita. Maka perlu dikembangkan radar, satelit, dan drone siluman juga pesawat AIWCS utk memberi info strategis utk mengembangkan taktik. Tapi menurut saya sgt efektif dibantu juga info dari mata-mata kita dari pasukan strategis kita yg mempunyai kemampuan khusus spt taifib, denjaka, dan kopassus. Maka sebelum perang sebar dulu pasukan ini yg menurut saya sgt efektif utk menerapakan taktif selanjutnya. Pengamanan logistik juga hrs diperhitungkan makanya saya senang sekali mendengar TNI sedang melakukan penelitian biotenol utk alutsistanya. Negara kita yg penduduknya banyak juga hrs terjaga suply pangannya. Ketahanan pangan dan energi di negeri ini sangat mutlak dan strategis

    By the way, saya tidak akan lupa-lupanya mengingatkan agar kita segera mengambil alih FIR krn wilayah udara tsb sgt strategis sekali bagi kita dan bisa memberikan pemasukan bagi kita.

    •  

      Benteng stelsel ini efektif utk mempersempit ruang gerak negara kota kecil ini. Utk menjaga ke-efektifan strategis ini, hrs dicut setiap bantuan dari pihak luar.

      Pasukan khusus ini efektif tdk hanya sbg intai mata-mata tapi juga utk melakukan perusakkan dari dlm. Krn tugasnya yg siap mati maka pasukan khusus ini hrs dibekalin pertahanan diri. Peristiwa usman harun byk memberi perlajaran bagi kita. Pasukan khusus ini mrpkan akses yg sgt berharga makanya perlu backup dari pasukan lainnya ketika mereka sdh melancarkan misinya. Walaupun usman harun berhasil lolos dari daratan negeri ini tapi berhasil ketangkap di wilayah perairan dekat pulau batam. Bila ada akses yg memback up mereka spt kapal, perahu boat cepat, kapal selam atau kendaraan bawah air cepat lainnya nsicaya mereka tdk akan tertangkap.

  4.  

    setubuh ndan sarkem, singapura bakal rugi kalau perang, sebagai negara penjual jasa siapa yg mau pake mereka kalau pecah perang, mereka lebih memilih memerangi kita dgn cara lain tanpa perlu penggunaan senjata

  5.  

    APA NGAK INGIN ANEKSASI SINGAPORE

    Musuhnya yang paling dekat adalah Singapore,
    Musuh yang paling menjengkelkan ya singapore,
    Musuh dalam selimut ya singapore.

    SKENARIONYA :

    Butuh 500 artileri untuk membuat lautan api di singapore city
    Butuh 300.000 infantry untuk membanjiri singapore
    Butuh 10.000 ranjau darat untuk ditanami di sana sebelum tentara balik lagi kembali
    Butuh 500 Tank amphibi untuk pendaratan

    Ingat ya adek adek semua, pertahanan singapore SAM berada di tengah-tengah kota, pesisir mereka diisi fregate VLS yang ganas. Jadi hanya Kapal selam minimal 20 biji yang bisa melakukan serangan dadakan, fregate singapore lumpuh maka tinggal di darati 15 LHD dan LPD LST, untuk angkatan udara mereka tidak akan mungkin mampu memberesi lautan infantry kita yang sudah terlanjur bercampur dan berbaur dengan penduduk mereka.

    Yang penting netralizier dulu fregate mereka, kalau SAM mereka berada di tengah tengah kota, sejenis patriot ada juga yang mobile, tapi pasti dengan mudah bisa diberesi oleh infantry kita

    pada saatnya nanti
    SERANG
    SERANG
    SERANG……

    mbah mendukung di belakang
    mbah akan mendukung dengan doa
    yang muda harus membaktikan diri demi ibu pertiwi
    bila negara membutuhkan maka serahkan nyawa, jangan pikirkan keluarga.

    INGAT YA DEK, perang itu indah bila dilihat di film DVD, tapi ngeri saat sudah ada di kapal sekoci pendarat ampibi.

  6.  

    singapura kita skat aja laut ma udara ya bikin rakyat gk makan kabur smua tuh orang singgapur

  7.  

    Ealah mbah bowo..
    ORASINYA menggetarkan..
    tak kiro siap didepan…ternyata siap MENDUKUNG DENGAN DOA DI BELAKANG to..

  8.  

    mbah bowo kasih dotkrin singapore saja biar enggak ngoceh tentang china…xi..xi..

  9.  

    Perang terbuka dgn upil gak bakal terjadi…ASU tentu akan menekan upil karena jika kita berkonflik dgn upil maka yg kena getahnya tentu ASU karena sdh rahasia umum ASU ada di balik “ngotaknya” upil…kebijakan ekonomi kita akan mempersulit ASU…gertakan minerba sj sdh buat ASU kelimpungan dan terbukti isapan jempol mereka bs menyetir kita tdk mempan…apalagi kalau kita ribut dgn upil atau sonotan mereka akan lebih merasakan sentimen negatifnya…

    Upil harus di provokasi untuk memulai duluan sehingga kita dpt meraih dua kemenangan sekaligus yaitu perang dan diplomatik… kalau itu terjadi sy yakin FPDA akan diam saja…ASU akan berupaya jd penengah karena kepentingannya dgn indonesia lebih besar dari upil…tanpa netralitas indonesia ancaman ke sekutu besarnya sonotan akan terbuka lebar Karena mereka tahu,secara psikologis rakyat indonesia lebih dekat ke cina dan rusia ketimbang barat…terlalu banyak torehan yg diukir pisau barat di hati bangsa indonesia…

    Cara terbaik menundukkan upil adl.dgn mencekiknya secara perlahan dgn membuat tiruan semua usaha sumber keuangannya…memodernisasi batam menjadi hub ekonomi baru asteng adl.salah satunya…kemudian dukung pembangunan terusan kra…dijamin kalang kabut pelabuhan upil…lalu rebut supremasi penerbangan komersial dgn mengambil alih FIR dr mereka…

    Janganlah rasis dgn mengatakan upil berulah begitu karena etnis tertentu yg mendominasi pemerintahan…mereka begitu karena kita yg memberi mereka kesempatan…tegaslah maka kita tdk akan diinjak…kalau perlu berilah contoh semacam terapi psikologis…kamp konsentrasi misalnya :mrgreen:

  10.  

    Sehebat apapun alutsista singaporn kalo tidak dibekingi asu jangankan dibom dikencingi orang sesumatra aja sudah tenggelam singaporn apalagi habis minum tuak medan weleh weleh….

  11.  

    cuma inget aja dlu ada yg komen, sekarang jaman terbuka, ga mungkin masukin/beli alutsista diam-diam…
    masih ngga percaya? jangankan negara yg berdaulat, yg separatis aja bisa masukin senjata diam-diam 😀

    senggol yg ngga percaya kalo Indonesia punya alutsista yg tidak dipublish (walau saya juga ngga tau alutsista apa), dan bukan Indonesia saja, saya yakin negara lain pun sama, tinggal bagamana intel masing-masing bekerja.

    saya mah percaya ma TNI untuk keamanan negara, dan bila membutuhkan bantuan rakyat, saya siap membantu.
    org jaman dlu dianjurkan bisa memanah, kalo skrg mungkin panah diganti senjata api kali ya.. hihii

  12.  

    Perkuat wilayah Riau dan kepulauan, perlengkapi dgn rudal anti pesawat buatan rusia, SA 300 or 400, selain itu pertahanan laut juga di tingkatkan guna menyerbu singapura dengan cepat apabila negara dlm bahaya. Pesawat tempur sukhoi perlu di perbanyak di basis Riau kepulauan.