Des 152018
 


USS San Diego (foto : Wikipedia)

Seratus tahun yang lalu, sebuah ledakan misterius menghantam satu-satunya kapal perang utama AS yang tenggelam selama Perang Dunia I. Kini Angkatan Laut yakin memiliki jawaban atas apa yang menghancurkan kapal penjelajah lapis baja San Diego. Sebuah ranjau bawah laut yang ditebar oleh kapal selam Jerman yang berlayar hanya beberapa mil dari New York City.

Itu adalah kesimpulan dari penyelidikan oleh para ilmuwan, arkeolog, dan sejarawan yang diselenggarakan oleh US Naval History and Heritage Command. Musim panas lalu, para peneliti mengirim kapal bawah laut tanpa awak untuk memeriksa lokasi di Long Island, New York. Analisis mereka mengesampingkan torpedo dan sabotase, dua skenario lain yang mungkin saja menjadi penyebabnya.

San Diego berlayar ke New York pada 19 Juli 1918, ketika ledakan di luar dekat ruang mesin mengguncang kapal penjelajah lapis baja itu. Air dengan deras masuk ke dalam lambung. Dalam beberapa menit, kapal perang sepanjang 500-kaki mulai terbalik. Ditambah dengan beban dari 2.900 ton batu bara untuk perjalanan yang direncanakan melintasi Samudra Atlantik, kapal tenggelam dalam waktu kurang dari setengah jam, dan menewaskan enam awak kapalnya.

“Ledakan itu terasa seperti dentuman yang berat,” kata Kapten Harley Hannibal Christy, Komandan San Diego, dalam penyelidikan Angkatan Laut yang ditugaskan tak lama setelah kapal perang itu tenggelam. Kapten saat itu berdiri di anjungan kapal, pada hari yang cerah dengan angin yang ringan.

Catatan Angkatan Laut Jerman setelah berakhirnya perang mengungkapkan, ada kapal selam U-boat 156 berlayar di lepas pantai New York, dan menyebar ranjau peledak.

“Kami percaya kapal selam U-156 menenggelamkan San Diego,” kata Alexis Catsambis, seorang arkeolog bawah laut dengan Angkatan Laut. Dia mempresentasikan temuan minggu ini di Washington pada pertemuan tahunan American Geophysical Union.

Hari ini, kapal karam San Diego menjadi tempat perlindungan bagi ikan dan lobster. Para peneliti menggunakan informasi dari kapal bawah laut untuk membuat peta 3D beresolusi tinggi dari bangkai kapal. Mereka memodelkan skenario dampak ledakan dan banjir untuk menganalisa kemungkinan bagaimana kapal tersebut diserang.

Pola masuknya air laut tidak menunjukkan kesamaan dengan ledakan yang dipasang di dalam kapal, dan lubang tidak terlihat seperti bekas kena serangan torpedo.

“Torpedo jaman itu membawa lebih banyak bahan peledak daripada ranjau – dan akan menunjukkan kerusakan yang lebih cepat,” kata Arthur Trembanis, ilmuwan laut Universitas Delaware yang bekerja sama dalam penelitian tersebut.

Ranjau itu ditebar di kedalaman yang tepat untuk merobek lambung sebuah kapal perang, kata Ken Nahshon, seorang insinyur penelitian di Naval Surface Warfare Center di Maryland, yang juga membantu penyelidikan.

Peledak bawah air menghantam bagian bawah kapal yang lemah, di mana lunas hanya memiliki ketebalan sekitar setengah inci, kata Nahshon.

Setelah ledakan, Komandan kapal mengarahkan penembak kapal untuk “membuka tembakan pada apa pun yang menyerupai periskop.” Antara 30 dan 40 amunisi ditembakkan, seandainya kapal selam musuh berada di dekatnya. Komandan sepertinya menyadari kemungkinan kapal selam U-Boat Jerman beroperasi di daerah itu.

Ketika kapal mulai tenggelam, Christy memerintahkan kru untuk berkumpul di rakit penyelamat dan sampan kecil. Sebuah kapal selam yang melintas dan dua kapal uap membantu menyelamatkan sebagian besar 1.100 awak kapal San Diego.

NavyTimes

  One Response to “Misteri Tenggelamnya Kapal Perang San Diego Era Perang Dunia 1”

  1.  

    Misteri bawah laut temanya.