Apr 102017
 

Pesawat Gen 4,5 MiG-35 (belakang)

Beberapa fokus kebijakan yang menjadi prioritas TNI AU dalam MEF II adalah meningkatkan profesionalisme personel, modernisasi Alutsista / Non Alutsista /Sarpras matra udara dan pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terdepan (terluar).

Pembangunan Rencana Strategis (Renstra) tahap I (2009-2014) TNI AU telah menyelesaiakan modernisasi alutsista hingga 48 persen, beberapa alutsista TNI canggih telah didatangkan, antara lain : pesawat tempur (Sukhoi, F-16, T-50i dan EMB-314 Super Tucano), pesawat angkut (C-130 Hercules dan CN-295), helikopter maupun radar dan rudal.

Untuk peningkatan profesionalisme personel, program kegiatan telah dilakukan meliputi : latihan matra udara, pembangunan sarana-prasarana, kesejahteraan prajurit serta penggunaan kekuatan pertahanan matra udara, baik untuk tujuan kegiatan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Pada Renstra tahap II (2014-2019), TNI Angkatan Udara melakukan penambahan satu Skadron tempur pesawat F-16 (Skadron 16) yang telah digelar di Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, serta memodernisasi Alutsista TNI pengganti pesawat tempur F-5 Tiger.

“Saat ini baru terpenuhi 40 persen dari MEF II,” ujar Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai gladi bersih HUT Ke-71 TNI AU.

Beberapa yang menonjol dari yang 40 persen itu adalah tahap akhir dari pengadaan pesawat tempur F-16 Block 52ID bekas pakai Angkatan Udara Pengawal Nasional Amerika Serikat (AS) yang telah ditingkatkan kemampuannya.

Secara total Indonesia memesan 24 unit dan masih menyisakan lima unit lagi, yang akan tiba dalam waktu dekat. Semuanya ditempatkan di Skadron Udara 16 TNI AU, di Pangkalan Udara Utama Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau.

Pembentukan dan pengoperasian Skadron Udara 16 TNI AU ini, sesuai dengan Perencanaan Strategis II, yang di dalamnya termasuk pengadaan alutsista TNI pengganti F-5E/F Tiger II yang hampir satu tahun tidak terbang.

“Kita sudah mengajukan ke Kemhan untuk pengganti F-5E/F Tiger II,” ujar mantan Irjen Kemhan ini.

Marsekal Hadi mengatakan, pesawat tempur generasi 4,5 yang telah diajukan menjadi pengganti alutsista pesawat F-5E/F Tiger II Skadron Udara 14, Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Namun, dia tidak menyebutkan pesawat apa, karena TNI AU hanya menyerahkan spesifikasi teknis saja.

“TNI AU tidak menyebutkan merek, namun hanya menyerahkan spesifikasi teknis saja yang kemudian dilengkapi dengan operational requirements (Opreq) oleh Mabes TNI. Setelah itu diajukan kepada Kementerian Pertahanan. Kebijakan pengembangan kekuatan ada di Kementerian Pertahanan, TNI AU hanya sebagai pengguna,” ujarnya di suatu kesempatan.

Disamping itu, pada tahap ini, TNI AU juga menambah 4 unit armada pesawat terbang tanpa awak (UAV) untuk operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Skadron Udara 51, Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

TNI AU juga berencana menambah pesawat Combat SAR/amphibi /surveillance sebanyak 3 unit, Radar GCI (Groun Controll Interseption) sebanyak 4 unit, Rudal jarak sedang sebanyak 2 Satbak, peralatan AEW dua paket, Helikopter angkut kelas berat 3 unit, satu pesawat jet tanker dual system, satu pesawat angkut berat sekelas C-17 atau A-400M buatan Perancis, dan enam helikopter EC-725 cougar.

Selain penambahan berbagai jenis armada pesawat, ke depan TNI AU mengharapkan pemerintah dapat memenuhi kekurangan kebutuhan radar untuk memantau wilayah udara nasional yang masih blank.

Untuk menyiapkan penerbang, TNI AU telah mengganti alutsista jenis pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo dengan pesawat generasi baru Grob G-120 TP dari Jerman yang sebelumnya juga telah menerima pengoperasian pesawat latih KT-1B Woong Bee dari Korea Selatan.

Pesawat KT-1B Woong Bee bahkan telah menjadi tulang punggung tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang menjadi duta bangsa dalam beberapa event “air show” internasional.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya mengatakan, modernisasi alat utama sistem persenjataan / alutsista TNI AU seperti kebutuhan pesawat tempur yang mumpuni, merupakan hal yang tidak boleh ditawar lagi.

“Bila mencermati dinamika perkembangan lingkungan strategis lima tahun ke depan, maka diprediksi tantangan yang dihadapi TNI AU sebagai komponen pertahanan udara nasional, akan semakin kompleks,” ujar Kadispenau di Jakarta, 9/4/2017.

Dalam lima tahun terakhir dan kecenderungan lima tahun ke depan, di mana negara-negara di kawasan telah melakukan serangkaian modernisasi alutsiata udara.

Kebijakan Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AU hingga mencapai kondisi Minimum Esential Force (MEF) sudah sangat tepat.

Antara

Bagikan Artikel:

  59 Responses to “Modernisasi Alutsista TNI AU Renstra II”

  1. selamat ya pertamax

  2. selamat ya pertamax

  3. Rudal jarak menegah apa ya yg diskuisisi..??

    • Kemungkinan nasams krn pake rudal amraam

    • Semoga saja salah satu atau semua nya dari trip BUK Pantsyir Dan S300/400 …
      Tapi kelihatannya sulit sekali …
      Sebab …untuk membeli memiliki Dan mengoperasikan trio SAM itu .. perlu infrastructure and setting an radar and data base yang extra penyesuaian…karena Termasuk bin standard NATO …akhir nya jadi rumit Dan berisiko tidak compatible …
      Tapi ini cuma Theory Dan perkiraan saja …
      Belum tentu benar …

  4. kabar burung F-15 SE ..gimana ya…?

  5. SALAH TUH GAMBARNYA BUKAN SU 35 MIG 35 SOK TAHU…..WAH SEMPIT KALI NIH WAWASANNYA….

  6. cari rudal yang dari jakarta, bisa menjangkau darwin. baru okee

  7. Hihihi Ternyata A-400 yg kemungkinan di beli cuma 1 Unit…

    #Berita duka bagi Sales Airbus
    #Bung TNP keluarlah

  8. Semoga MEF berjalan mulus hingga final..

  9. Selama kemauan dr presiden tidak ada ya jangan harap ada pembelian baru utk AU. Yg ada nerusin yg kemaren aja. Ato mungkin msh nabung dulu ya baru beli belakangan.
    Mmg blm urgen tp klo tidak ada ya nanti di rendahkan pilot2 kita. Bisa2 dibilang pake pesawat jaman batu kita.

  10. Semoga pejabat yg dipilih lalu…dapat militan memenuhi yg dibutuhkan militer kita.

  11. 2 satbak ?

    2 Satuan Tembak ?

    Nasams kah ?

    9 launcher x 6 missile = 54 target.

    Apakah akan ditempatkan untuk melindungi Jakarta ?

  12. Klu duit dah banyak apa gak bs diborong! Asal tidak terjadi markup disana sini.

  13. vote untuk mig35, indonesia harus borong minimal 1 skuad, dari pada su35 yang ngga jelas, apa lagi dari speknya mig35 lebih gahar kayaknya

  14. indonesia udah waktunya peremajaan alutsista udaranya

  15. btw agan2 itu pesawat pak fa t50 sama mig29

  16. Jayalah TNI AU, dengan Modernisasi Alutsista TNI AU Renstra II semoga Indonesia semakin aman.

  17. Agan2 Tau ga kmaren2 waktu lagi latihan demo TNI AU, dilangit pas rumah gw lewat pesawat yang Sebelah kiri digambar (yang didepan).

    Itu Pesawat Apa Ya? gw yakin itu yang lewat soalnya terlihat jelas Bro…

  18. https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/oo59h1408

    Pelan-pelan prediksi semakin jadi kenyataan walaupun nyicil…

    Xixixi

  19. SU 35 Maksudnya bung @pengamat, mantap

  20. Luar biasa indonesia bisa beli merak terbang, bravo indonesia

  21. Tez

  22. Insya Allah untuk yang dibeli Pantsir,tapi angkatan laut yang beli bukan angkatan udara

  23. DIRGAHAYU TNI AU YG KE 71

    salam damai selalu

 Leave a Reply