Jan 032018
 

Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam amanat tertulis menyatakan, menyikapi tahun 2018, kita harus dapat membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berpikir cepat dalam memutuskan dan mampu bertindak secara bijaksana.

Jakarta – Menyikapi tahun 2018, kita harus dapat membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berpikir cepat dalam memutuskan dan mampu bertindak secara bijaksana. Untuk menyikapi hal tersebut, beberapa perhatian yang perlu diketahui dan pahami menyangkut kebijakan modernisasi Alutsista TNI AU yang terus diproses secara bertahap sesuai rencana strategis yang telah disusun.

Demikian amanat Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., yang disampaikan Wakasau Marsdya TNI Yuyu Sutisna pada Apel Khusus Tahun Baru pada Selasa 2/1/2018 di Mabesau Cilangkap. Yang diikuti oleh para Pati, Pamen, Pama, Bintara, dan Tamtama, serta Aparatur Sipil Negara. Dikatakan, modernisasi secara bertahap akan terus dipenuhi oleh pemerintah, sehingga harus disikapi dengan bijak dan benar.

Kita harus mampu secara cepat beradaptasi dengan Alutsista baru dengan menjaga, merawat dan mengoperasikan sesuai SOP, karena bila tidak waspada, alih teknologi dapat berakibat negatif terhadap keselamatan terbang dan kerja. Kebijakan pemerintah di bidang reformasi birokrasi salah satu tujuannya untuk menata sistem manajemen sumber daya manusia di lingkungan TNI.

Kebijakan pemerintah saat ini masih menerapkan zero growth policy dalam pengawakan organisasi militer. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas anggaran TNI dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit serta untuk pembangunan alutsista TNI.

Bila dikaitkan antara kebijakan zero growth dengan perencanaan strategis pembangunan TNI Angkatan Udara ke depan, terdapat permasalahan yang harus diantisipasi secara dini.  Kita harus mampu membangun dan mengelola sumber daya manusia yang tersedia saat ini sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Ke depan, setiap personel TNI AU harus benar-benar profesional di bidangnya dan mampu melaksanakan tugas secara maksimal, pinta Kasau. Terkait dengan MEF hingga tahun 2024 mendatang, TNI AU telah merencanakan untuk meningkatkan kekuatan Alutsista berupa penggantian pesawat tempur F-5 Skadron Udara 14 dan penambahan beberapa pesawat angkut serta helikopter.

Di tahun 2017, hasil kerja keras dapat mewujudkan zero accident, walaupun terdapat 3 incident, namun dengan profesionalisme yang baik disertai tekad dan keberanian personel yang mengawaki, serta lindungan Allah SWT peristiwa tersebut dapat terhindarkan dari kerugian yang lebih besar.

Disamping itu, TNI Angkatan Udara juga mencatat hasil kerja yang patut mendapat apresiasi dalam tugas OMSP, dengan keberhasilan melaksanakan operasi kemanusiaan lewat udara untuk operasi bantuan, baik di dalam maupun di luar negeri yang terkena bencana alam maupun akibat konflik suatu negara, seperti bantuan ke Bangladesh untuk pengungsi warga Rohingya.

Selain itu, TNI AU juga turut mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan keberhasilan para prajurit AU dalam kejuaraan olah raga dari berbagai event internasional. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada negara yang tentunya diharapkan membawa kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, jelas Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. (tni-au.mil.id)

Bagikan :

  35 Responses to “Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Diproses”

  1.  

    Pengganti F5 masih dalam tahap perencanaan.

    Xixixixi

    Udah deh ganti aja sama Viper dapat 12 – 14 biji atau FA-50 sekalian bisa dapat lebih dari 24 biji.

    Xixixixi

    Toh fungsi F5 sebagai interceptor (buru sergap) untuk pesawat blackflight bisa diemban oleh FA-50.

  2.  

    Di tahun 2017, hasil kerja keras “dapat mewujudkan zero accident”, walaupun terdapat “3 incident”

    Lhooo… Ini maksudnya bijimane ya.? Sdh dpt mewujudkan …..tp kok ada embel2 dibelakangnya “walaupun terdapat”. 🙁

  3.  

    Masih sebatas wacana, pespurnya aja masih belum kelihatan wujudnya!he3

    •  

      …ini Cuma pidato Biasa…normative..
      Bikin peserta nya ngantuk…
      Secara Unum…..harus diakui. ..nyaris tidak ada pembelian AlUtSisTa Baru…,3 tahun ini …
      Nyaris tidak ada…
      Cuma sebatas wacana Dan penjajakan.

      •  

        Mosok sih ?

        Menurut nota keuangan APBN 2016 :

        untuk matra darat ada 149 unit rantis dan ranpur dibeli.

        untuk matra laut ada 130 unit KRI/KAL/ALPUNG/rantis yang dibeli.

        Di antara 130 unit itu pasti ada :
        4 unit KRI kapal angkut tank
        4 unit KRI PKR 10514 dari Belanda.
        42 unit KRI PC 40
        1 unit KRI KCR 60
        1 unit KRI LPD.
        puluhan KAL dan combat boat.

        Pengadaan 130 unit ini masih dikerjakan sampai sekarang dan belum selesai.

        2017 NASAMS dibeli.

        Menurut nota keuangan APBN 2018 revisi :

        untuk matra darat ada 50 unit ranpur yang mau dibeli.

        untuk matra laut ada 10 unit KRI/KAL/ALPUNG/rantis yang akan dibeli.

        Di antara yang 10 unit itu pasti ada :
        2 unit KRI OPV
        1 unit LPD
        3 unit KCR 60

        untuk matra udara radar mau dibeli dan juga PSU (penangkal serangan udara, yang sudah dipublish di berita : mau dibeli 11 baterai oerlikon skyshield dan tambahan rudal jarak sedang)

        •  

          Akibat gorengan sukronya kebanyakan digoreng ulang maka pada kolesterol dan asam urat makanya warjag byk yg uring2an termasuk yg koment!he3

        •  

          Iver gmn kabarnya ya bung tn?
          Kcr 40 udah berubah ya jd pc 40?

          •  

            pc 40 ada, kcr 40 ada.

            PC 40 sudah dilengkapi mission management system, mampu melaksanakan peperangan anti kapal permukaan dan peperangan anti udara.

            kalau pc 40 dikasih rudal maka jadi kcr 40.

            pc 40 adalah kapal cutter (cadangan) bagi kcr 40.

            KCR 40 nantinya ada 24 unit, cadangannya PC 40 nanti ada 42 unit.

  4.  

    SU 30 kita ada 11 unit..berarti kalo penambahan SU 35 11 unit masih wajar..soalnya penunggang doble seat sukhoi akan pecah menjadi 11 pilot solo fighter..dan seat dobel sukhoi kita akan diisi 11 pilot baru lagi calon solo fighter juga..bayangkan sekali cetak langsung 1 ska solo fighter..dari segi militer sangat sangat menakutkan bagi rivalnya..(atau mungkin ada yg memesan supaya diperlambat pertumbuhannya???..hanya ALLOH SWT yg tahu)..memang dari segi umur juga dilihat kemampuan pilot solo fighter..ibarat magazine akan ke reload terus jika sekali bentuk 11 pilot solo fighter..beda dgn tetanga kita dobel seat semua..otomatis “mandeg”pertumbuhannya kalo gak ya pensiun..kecuali kalo ditambahi seat jadi 3 haahhaha

  5.  

    Ada ndak para penghuni alam warjag, alutsista TNI-AU yg pada AKAN datang di tahun ini apa ya? Tuhh Rusia pada kasih sinyal ngajak latihan bersama.

  6.  

    Yg utama beli radar canggih pak jendral pak presiden buat mantau tanah air kita… Setelah radar rampung baru senjata anti missile darat ke udara dan di ikuti pembangunan landasan pacu pesawat di perbatasan buat basecame sekaligus kapal induk tk pergerak negara kita selain murah perawatan juga relatif minim ancaman…..

  7.  

    Saya itu inginnya kalau radar Thales Smart-L multi mission.

    Sudah AESA, jangkauan deteksi pesawat 450 km, jangkauan deteksi rudal balistik 2000 km.

    Beli aja 12 biji sebab :

    12 biji x 450 km x 2 (arah kanan dan kiri) = 10800 km.

    10800 km sudah ter-cover semua termasuk batas terluar ZEE.

    •  

      Okelah bung dengan radar bisa tau kedatangan pespur musuh/rudal. Tp apa intersepnya bisa? Andai sukro cina/kalkun botak ausi masuk daerah Indonesia, sudah ke detek radar siapa yg intersep? F16? Tukino?t50i? Okelah pake Su27/30 masih sebanding tp terbatas. Kalo rudal yg dateng intersep pake apa? Orlikon gabisa, nasams blm dateng. Indonesia jg butuh sistem pertahanan udara entah apalah itu baik dari usa/rusia.

      Piss analisis amatiran :v

 Leave a Reply