Mar 012018
 

ilustrasi : Varyag aircraft carrier (photo : US Navy via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – China sedang kembangkan teknologi untuk membangun kapal induk bertenaga nuklir, menurut laporan media pemerintah dihari Rabu, 28 Februari, saat Beijing mendorong maju program modernisasi militer yang ambisius, seperti di lansir dari laman Reuters.

Presiden China Xi Jinping berjanji pada bulan Oktober 2017 yang lalu akan mengubah militer China menjadi angkatan bersenjata kelas dunia pada tahun 2050. China telah mengembangkan teknologi baru yang menjadi pondasi kebijakan utama, berinvestasi pada jet tempur siluman, kapal induk dan rudal.

Perusahaan Industri Galangan Perkapalan milik negara (CSIC), produsen kapal perang terbesar dinegara itu, mengungkapkan pada hari Selasa bahwa ambisi tersebut dalam daftar perkembangan teknis yang diharapkan dapat dicapai perusahaan sebagai bagian dari peningkatan persenjataan untuk angkatan laut China pada tahun 2025.

Pengumuman oleh CSIC tersebut tampaknya telah direvisi, situs web perusahaan pun menghapus penyebutan “kapal induk bertenaga nuklir”, namun masih banyak tersedia dan beredar di internet China.

“Kita harus mempercepat terobosan utama seperti terwujudnya kapal induk bertenaga nuklir, kapal selam nuklir jenis baru, kapal selam siluman, sistem intelijen pertahanan bawah laut tanpa awak”, tulis dokumen aslinya.

CSIC membangun kapal induk pertama di China, yang diluncurkan bulan April tahun lalu dan diperkirakan akan memasuki layanan pada tahun 2020, setelah dipasang dan dipersenjatai.

Kapal tersebut dirancang berdasar desain kapal induk pertama Angkatan Laut China, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1998 dan disesuaikan kembali untuk China.

CSIC juga mengatakan bahwa mereka pengerjaan kapal induk ketiga yang dirancang, dibangun dan dilengkapi sepenuhnya dengan menggunakan teknologi perusahaan sendiri.

Sedikit yang diketahui tentang program kapal induk China, yang merupakan rahasia negara tersebut.

Media pemerintah China telah mengutip para ahli yang mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan setidaknya enam kapal induk, sebuah usaha yang diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun. Amerika Serikat telah mengoperasikan 10 dan berencana untuk membangun dua kapal induk lagi.

Angkatan laut China telah mengambil peran yang semakin menonjol selama setahun terakhir, dengan kapal induk pertamanya berlayar mengelilingi Taiwan serta kapal perang China mulai bermunculan di tempat-tempat yang jauh.

Bagikan