Feb 252018
 

Helikopter transpor militer Mil Mi-26T2 Angkatan Bersenjata Rusia. © Anna Zvereva via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Helikopter terbesar didunia yang pernah diproduksi, Mi-26, akan kembali ke militer Rusia dalam jelmaan terbaru tahun depan, seperti dilansir dari laman Russia Beyond.

Mulai tahun 2019, helikopter transportasi militer tersebut akan beroperasi dalam versi modifikasi yang dikenal sebagai Mi-26T2V. Di juluki sebagai “Sapi Terbang” oleh pilot karena kokoh dan berukuran raksasa, Mi-26 dilengkapi dengan lapisan baja baru dan peralatan yang telah diuji selama operasi militer di Suriah.

Daya Mengangkut

Terbang perdana helikopter Mi-26 adalah pada tahun 1977 dan dalam beberapa tahun langsung menjadi helikopter kargo terkuat di dunia. Pesawat ini bisa membawa muatan hingga 20 metrik ton, atau dalam konteks militer, lebih dari 80 pasukan terjun payung bersenjata lengkap, kendaraan lapis baja ringan dan bahkan helikopter lainnya.

Pada tahun 2009 lalu, sebuah helikopter Mi-26 Rusia turut ambil bagian dalam operasi untuk menyelamatkan sebuah helikopter CH-47 Chinook milik AS di Afghanistan.

Itu adalah hari-hari ketika kami bekerja sama dengan NATO di semua masalah utama. Pejuang Taliban menembaki sebuah helikopter Amerika, dan Chinook lainnya tidak bisa mengangkatnya dari medan perang.

“Mereka harus menghubungi tentara Rusia, jadi helikopter yang jatuh itu diangkut oleh helikopter Mi-26 kami, yang membawanya ke pangkalan militer AS terdekat”, menurut Profesor Vadim Kozyulin dari Akademi Sains Militer kepada Russia Beyond.

Empat puluh tahun setelah penerbangan pertamanya, helikopter Mi-26 tersebut masih merupakan helikopter kargo terberat di dunia. Namun, sejak awal kampanye di Suriah, Kementerian Pertahanan Rusia telah menugaskan produsen persenjataan untuk dapat memodernisasi semua pesawat terbang demi merespons tuntutan perang modern.

Perlengkapan Baru untuk Mi-26T2V

Menurut seorang sumber diindustri militer Rusia, helikopter Mi-26T2V akan dilengkapi dengan sistem Vitebsk untuk melindunginya dari senjata portabel anti-pesawat, seperti helikopter serbu Ka-52.

“Ini merupakan sistem perlindungan radio-elektronik yang membutakan misil pencari sasaran dan menghilangkan arahnya”, kata sang sumber kepada Russia Beyond.

“Sederhananya, saat mendekat, misil dialihkan dari helikopter dan terbang ke sisi lain.”

Helikopter Mi-26T2V juga akan menggunakan sistem navigasi penerbangan NPK90-2, yang digambarkan sang sumber sebagai sebuah sistem untuk mengendarai helikopter saat siang atau malam dalam mode otomatis, termasuk manuver pendaratan dan pra-pendaratan.

Modernisasi helikopter Mi-26T2V tersebut tidak termasuk sistem senjata.

“Mereka [senjata] tidak dibutuhkan”, kata sumber itu. “Untuk kebutuhan taktis, maka helikopter akan diiringi helikopter Mi-28 atau Ka-52”. Mi-26 baru ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup sambil tetap mempertahankan performa penerbangan.