Modernisasi Kapal Induk Thailand (Foto)

55
292

image

image

image

image

Thailand melakukan modernisasi terhadap kapal induk HTMS Chakri Naruebet. Modernisasi ini meliputi pemasangan Combat Management system (CMS) yang baru dan juga radar. CMS menggunakan 9LV MK4 dan radar menggunakan Sea Giraffe AMB, yang keduanya produksi SAAB Swedia. Modernisasi yang dilakukan SAAB ini, terkait dengan kerjasama militer Thailand dengan SAAB Swedia, termasuk pengadaan jet tempur Gripen.

55 KOMENTAR

    • argumen yg berbeda bung, hanya cara penyampaiannya saja.
      Indonesia bukan takut dgn negara2 tersebut, namun jika disejajarkan untuk sebuah negara besar seperti Nusantara ini, jelas alutsista tidak memenuhi syarat sehingga dibuatlah sebuah argumen menakutkan tentang pertahanan yg jauh dari minimal, itu konsumsi publik

    • salam..

      IMHO
      Saya kira persiapan mempersenjatai diri tidak berdasar besar atau kecilnya musuh,.. tapi lebih pada peningkatan kemampuan diri guna menangkal segala kemungkinan menyangkut kedaulatan dan keamanan… jadi walau sekeliling kita negara-negara yang secara angka dan beberapa parameter lebih kecil dari negara kita, tetap saja kemampuan maksimal untuk meningkatkan jumlah dan kualitas personel serta alutsista harus dilakukan..

    • Wah kalo cuma itu sama saja nebang pohon pisang dengan bom dari pespur bung.

      untuk saat ini kita belum perlu lah karena sarana dan prasarana kita belum mencukupi. Yang sy maksud adalah saat ini kita sedang mengejar kuantitas alutsista yang sangat kurang untuk mencakup seluas indonesia.

  1. Setuju, tidak dapat di head to head. . . mungkin dalam hal ini perbandingannya lebih ke operasional. . kapal induk tidak murah. . beckingannya juga harus banyak. . macam destroyer, submarine, . ya moso, kapal induk ngluyur dewe, alias ngalor ngidul. . bopong pesawat sendiri. . dikira jualan pesawat yang ada. .

  2. Indonesia BUTUH KAPAL Induk….. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu masa kita harus tetep Punya Kapal Induk….

    Terlebih sebagian besar wilayak kita ada laut…. Maka Dominasi kita di laut sendiri adalah hal MUTLAK….

    sekali lagi mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi saya pribadi sangat mendambakan kita mempunyai kapal Induk…

  3. Mending Rancang dulu LHD krn akan percuma TNI-AL punya kapal induk tapi gak punya pesawatnya lha TNI-AU saja jumlah pesawatnya saja masih belum bisa mengcover seluruh wilayah NKRI
    Rancang LHD yg multifungsi utk semua jenis Heli yg dimiliki TNI saat ini dapat mendarat dan diangkut oleh LHD tsb

  4. rasanya percuma jika punya kapal induk sekelas Chakri Naruebet ini, besarnya saja cuma 185 M, paling cocok buat helli, utk jet tempur landasan pacunya terlalu pendek

    Indonesia sdh punya banyak LPD (landing Platform Dock) seperti KRI Banda Aceh yg punya panjang 125 M, itu bisa utk kapal induk helli, jet tempur home basenya di pulau2, Batam, Natuna, Pontianak, dll
    jadi rasanya Indonesia NGGA MEMERLUKAN KAPAL INDUK, lebih baik memperbanyak skuadron udara.

  5. Beli rudal yg banyak…apalagi kl buat sendiri…sebanyak-banyaknya.biarpun blm punya kapal induk,musuh akan keder n ketakutan.dgn jangkauan menengah-jauh.macam2 langsung “hujanin” pake rudal.pasti ngacir bahkan lebur…

  6. Apa TNI AL perlu memiliki kapal induk?,,menurut opini saya untuk saat ini BELUM mengingat item peralatan dan jumlah alutsista yang perlu dimodernisasi sangat banyak serta biaya pengadaan dan operasional sebuah kapal induk bisa membuat setengah anggaran pertahanan kita terkuras,,,kita telah memiliki beberapa LPD yang bertonase cukup besar sehingga mobilitas pasukan ke penjuru negeri ini bisa teratasi, walaupun jumlahnya masih belum ideal, untuk operasi non perang seperti sunami atau kecelakaan dilaut LPD sudah cukup dapat diandalkan, so kenapa masih ngebet ingin memiliki kapal induk???