Des 102018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-300VM Venezuela © Military Watch

JakartaGreater.com – Setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dan rekannya dari Venezuela Vladimir Padrino Lopez, negara Amerika Selatan tersebut menyatakan minatnya memperoleh sistem pertahanan udara terbaru buatan Rusia untuk memperkuat kemampuan Anti-Access Area Denial (A2AD) terhadap potensi serangan udara, seperti dilansir dari majalah Military Watch.

Angkatan bersenjata Venezuela juga mencari bantuan dalam memodernisai platform yang sudah beroperasi saat ini. Pembicaraan tersebut berlangsung sehari setelah perundingan terpisah antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang dilaporkan mencakup bidang pertahanan.

Menteri Padrino Lopez menyatakan hal ini dalam pertemuan dengan Menteri Shoigu: “Dalam proses pembicaraan antara presiden kami yang berlangsung kemarin, banyak masalah yang terkait dengan wilayah militer dibangkitkan. Khususnya, semua yang memperkuat kerjasama dalam pemeliharaan peralatan yang dipasok ke Venezuela. Ini termasuk sistem berbasis darat dan pertahanan udara. Kami sepakat tentang perlunya meningkatkan sistem ini”.

Sebagai mantan klien pertahanan Barat, angkatan bersenjata Venezuela telah sangat bergantung kepada senjata Rusia untuk kebutuhan pertahanan mereka. Pada bidang peperangan udara, termasuk 24 unit jet tempur superioritas udara Su-30MK2, sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-300VM dan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah BuK-M2E.

Sistem rudal pertahanan udara S-125 Upgrade Angkatan Bersenjata Venezuela © Military Watch

Venezuela juga punya S-125, sistem pertahanan udara era Perang Dingin yang telah sangat ditingkatkan yang berpotensi mematikan terhadap pesawat terbang rendah. Para pejuang Su-30MK2 Venezuela dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara R-27ER dan R-77 dengan jangkauan 130 km dan 110 km masing-masing lebih jauh daripada AIM-120B dan AIM-120C yang pakaian sebagian besar jet tempur AS.

Su-30MK2 adalah jet tempur superioritas udara kelas atas dan varian yang paling mampu dari keluarga Flanker selain Su-35 – dilengkapi thrust vectoring systems dan sensor mutakhir.

Armada jet tempur Su-30MK2 Angkatan Udara Venezuela © Military Watch

Dengan kemampuan serangan jauh di luar perbatasannya, inti daripada kemampuan pencegah Venezuela adalah kemampuannya untuk menargetkan jet-jet tempur AS di wilayah udaranya.

Dengan demikian Caracas memperkenalkan faktor risiko yang signifikan bagi AS yang tidak ada di Libya, Irak, Suriah, Panama, Grenada atau teater tempur lainnya di mana kemampuan pertahanan udara pembela sangat terbatas.

Jet tempur superioritas udara generasi 4+ yang canggih dinegara ini juga jauh di atas dan melampaui kemampuan apa pun yang sebelumnya dihadapi oleh Angkatan Udara Barat, meskipun pelatihan para pilot Venezuela tetap terbuka untuk dipertanyakan.

Mengingat peran sentralnya dalam melindungi wilayah udara nasionalnya, tekanan besar dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah mengambil keunggulan udara untuk memfasilitasi kemenangan militer, modernisasi kemampuan pertahanan udara Venezuela sangat penting bagi keamanan negara.

Jet tempur multiperan Su-35S Angkatan Udara Rusia © Dmitriy Pichugin via Wikimedia Commons

Venezuela telah berusaha meningkatkan pelatihan pilot tempurnya, dengan bantuan Rusia yang berbasis pada pengalaman Angkatan Udara Rusia mengoperasikan misi tempur di Suriah, akuisisi jet tempur baru tetap mungkin.

Caracas telah dilaporkan berencana untuk mengakuisisi jet tempur superioritas udara yang lebih maju, Su-35, kemungkinan sebuah kontingen berukuran hampir sama dari dua lusin jet, yang terhambat oleh jatuhnya harga minyak dan krisis ekonomi.

Dengan kembali naiknya harga minyak, ancaman terhadap negara yang tersisa dan tanda-tanda bahwa ekonomi kemungkinan segera pulih, maka sangat mungkin bahwa Venezuela dapat mempertimbangkan untuk mengakuisisi lagi jet tempur superioritas udara Rusia tersebut.

Sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia © Alexei Malgavko via Sputnik

Upgrade dari sistem pertahanan udara yang ada dengan bantuan Rusia juga sangat mungkin, seperti potensi akuisisi sistem baru dan lebih maju termasuk pertahanan udara Pantsir-S1, BuK-M3 Viking atau bahkan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 sebagai pelengkap S-300V yang sudah beroperasi.

jakartagreater.com

  23 Responses to “Modernisasi Pertahanan Udara, Venezuela Butuh Rusia”

  1.  

    TERNYATA VENEZUELA SANGAT KUAT

  2.  

    Sangar jg postur pertahanan Venezuela.

  3.  

    Hhhhhhhhhhh, postur militernya sih kuat tapi ekonominya hancur lebur. Inflasinya aja bisa 1.000.000%, gimana mau beli alutsista lagi?? Pemberontak dan oposisi semakin menguat. Tinggal menunggu jatuhnya Maduro dan USA bisa dapat S-300, Buk-M dan Su-30MK2 milik Venezuela gratis. Venezuela takkan pernah bisa menang disana karena ini adalah perang ekonomi akibat Venezuela merendahkan kekuatan USA sejak Hugo Chevez. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Kan harga minyak sdh naik…ekonominya naik.lg donk….hehehe

      •  

        Harga minyak udah naik, tapi kok Venezuela masih krisis?? Ente mau tau??

        Itu karena kilang mereka udah lama makanya kemampuan produksinya menurun drastis. Dan kalo mau upgrade harus ngeluarin biaya yg gak sedikit. Sebagai contoh, waktu Indonesia mau mengupgrade kilang minyak di Cilacap dari 348k barrel hingga 400k barrel aja atau peningkatan sebesar 52.000 barrel aja butuh biaya sebesar USD 5,5 billions. Nah, itu hanya Cilacap sedangkan yg di Venezuela penurunan produksinya sangat menurun drastis, bisa turun hingga ratusan ribu barrel. Butuh utang berapa ratus miliar dolar itu?? Rusia takkan sanggup ngasih pinjaman segitu. China pun walopun mungkin aja bisa tapi kondisi sosial Venezuela lebih parah dari Krismon 98. Ya, mana berani lah cawe cawe. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Itukan analisis bung @Agato, tapi yang pasti jelas bertentangan dengan analisis dari penulisnya di majalah militarywatch… dan saya tentu lebih percaya dengan analisis penulis 😀 hihihihihh

          “Dengan kembali naiknya harga minyak, ancaman terhadap negara yang tersisa dan tanda-tanda bahwa ekonomi kemungkinan segera pulih, maka sangat mungkin bahwa Venezuela dapat mempertimbangkan untuk mengakuisisi lagi jet tempur superioritas udara Rusia tersebut”.

          •  

            Gak masalah percaya ama analisis ane. Yang penting ente mau terbuka aja dg berbagai analisis yg lain. Kalo cuman mengacu pada satu sumber aja seperti military watch ya percuma, yg dijabarkan oleh mereka hanya mengacu pada alutsista militernya aja, bukan ekonominya dan sosial masyarakat yg udah sangat jenuh terhadap pemerintahan Maduro. Coba ente baca baca lagi dari sumber yg lain, Sputnik atau RT atau Xinhua lah kalo ente gak percaya ama berita dari Bloomberg atau CNBC. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Sedang klo bicara soal kilang minyak dan besaran biaya yang dibutuhkan seperti yang bung @Agato tulis, mungkin bung @Agato tidak tahu bagaimana trik para pejabat pertamina soal tender proyek 😀 karena saya tahu dan perusahaan tempat saya bekerja masih menjadi bagian dari peserta proyek-proyek pertamina 😆

          •  

            Hhhhhhhhhhh, really??

            Mau proyek tender di manufaktur atau di engineering sekalipun perubahan dari real budget tak lebih dari 5%. Beda halnya kalo ente ngerjain proyek jalan desa atau borongan bangun rumah warga. Proyek tender seperti kilang minyak jelas harus sesuai dgn standar baku, standar manajemen mutu dan juga standar safety yg ada. Lebih dari itu akan sangat membahayakan instalasi suatu saat nanti. Kalo terjadi kegagalan, apa perusahaan ente berani menanggung risiko?? Jadi nilai upgrade kilang minyak seharga USD 5,5 billions jelas udah sesuai lah. Ente kira ane gak pernah ikutan proyek kayak gitu?? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Ya, bayangkan dari total USD 5,5 itu sekitar 15-20% masuk kantong pejabat pertamina. 😀 pantesan pejabatnya kaya raya 😀 hihihi… Tapi ya, selama ayam masih mau makan jagung, tentunya praktik seperti itu akan tetap ada, dan istilah “nahas” klo tertangkap tangan oleh KPK tentu sangat miris untuk pemberantasan praktik ini 😀

          •  

            Gak mungkin bung 15-20% masuk kantong pejabat pertamina. 15% aja kalo dari 5,5 milyar itu bisa 1,5 milyar dan itu USD. Yg korupsi miliaran rupiah aja bisa ketangkap KPK apalagi 1,5 milyar USD. Itu dah lebih dari korupsi Century. Andaikan betul sekalipun. Nah Ente bisa bayangin berapa banyak yg dibutuhkan untuk itu di Venezuela. Korupsi disana jelas sangat merajalela.

          •  

            Seperti saya bilang sebelumnya, bung @Agato tentu tidak mengetahui hal-hal yang seperti ini 😀 hihihih

            Perusahaan kami tentu tak akan bertindak bodoh lapor ke KPK karena ini menyangkut kelangsungan hidup perusahaan dan karyawannya 😀 lagi pula, harga yang diajukan tentu sudah menguntungkan perusahaan kami, tinggal menambahkan sejumlah diatas untuk diberikan ke para pejabat terkait, ya pandai-pandai mereka membaginya… 😀

            Artinya, selama perusahaan tidak rugi, tentunya juga tetap bisa ikut tender selanjutnya.

          •  

            Bung @Agato berarti emang belum tahu bagaimana “trik” memecah suatu proyek agar tidak dikerjakan sekaligus, semua dilaksanakan secara bertahap 😀 ingat, 1 tahun itu ada 12 bulan, waktu yang lama untuk mengatur suatu pekerjaan dan membagi-bagi potongan kuenya lho…

          •  

            Perlu perjalanan panjang untuk mendapatkan trik trik itu bung lingkar hehehehhehe, bung agato lom nyampe otaknya kesana yg menguntungkan banyak pihak akakakkakakakaa

          •  

            klo menurut saya sih bung @Agato sangat paham, cuma sengaja pura-pura dalam perahu alias kura-kura tidak tahu bung @Arjuna, terlebih kan bung @Agato sebagai sales loyal dari LM 😀 hihihih, tapi mungkin beliau gak pernah dapet jatah aja 😆

    •  

      mimpi di siang bolong 😛 wkwkwkw

  4.  

    Butuh apa tinggal sampaikn ke russia
    😆 😆

  5.  

    kok sukro vene terbang cuma pakai cantelan/rel rudal doang ? 😐
    rudalnya kemana ?

  6.  

    dua lusin Su-30 itu belinya gak pake barter kan?

  7.  

    Hhhhhhhhhhh, Agato Sugimura postur tubuhnya sih kuat tapi rudalnya loyo hancur lebur. Inflasinya aja bisa 1.000.000%, gimana mau beli alutsista lagi?? Pemberontak dan oposisi semakin menguat. Tinggal menunggu jatuhnya Agato Sugimura dan Iwan And Root Beer bisa jual S-300, Buk-M dan Su-30MK2 milik Agato Sugimura secara murah. Agato Sugimura takkan pernah bisa menang disana karena ini adalah perang ekonomi akibat Agato Sugimura merendahkan kekuatan Iwan adn Root Beer sejak Hugo Chevez. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhh