Mar 022015
 
Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo:  MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo: MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Program modernisasi alutsista TNI AL terus berlanjut guna mendukung agenda pemerintahan Jokowi-JK menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kasal Laksamana Ade Supandi mengatakannya dalam acara ramah-tamah dengan Jurnalis di Mabes TNI AL Jakarta, Jumat (27/2). Ade mengatakan, dia terus melanjutkan beragam program yang dirintis Laksamana (Purn) Marsetio.

“Kapal selam sudah bisa bersandar di pangkalan kapal selam di Teluk Palu, Sulawesi Tengah. Perlengkapan pendukung berteknologi tinggi sedang diselesaikan. Pengadaan kapal-kapal baru terus dilanjutkan, seperti kapal hidro oseanografi hingga kapal latih pengganti KRI Dewaruci,” kata Laksamana Ade.

Kapal hidro oseanografi terbaru TNI AL (photo : Cabaude)

Kapal hidro oseanografi terbaru TNI AL (photo : Cabaude)

Ade menjelaskan kapal hidro oseanografi buatan Perancis akan berlayar ke Indonesia pada April 2015. Kapal itu dijadwalkan tiba di Tanah Air sekitar Juni 2015.

TNI AL juga membangun kembali kapal latih pengganti KRI Dewaruci dengan model yang sama. Kapal bertiang layar tinggi sepanjang 78 meter tipe Brigantine, lebih panjang 20 meter dari Dewaruci, dibangun di galangan kapal di Spanyol dan diperkirakan selesai pada 2017.

Design kapal layar pengganti KRI Dewaruci (image : OliverDesign)

Design kapal layar pengganti KRI Dewaruci (image : OliverDesign)

Sementara KRI Dewaruci akan menjadi museum terapung sebagai penghormatan atas tradisi maritim Indonesia. Kapal-kapal perang lain turut dibangun, seperti KRI Teluk Bintuni untuk mengangkut MBT Leopard di galangan kapal dalam negeri.

Kapal LST KRI Teluk Bintuni (photo : Saibumi)

Kapal LST KRI Teluk Bintuni (photo : Saibumi)

Ade meminta jajaran TNI AL tetap terbuka kepada media masa dan terus membangun kepercayaan publik terhadap profesionalitas mereka. TNI AL siap menegakkan kedaulatan Indonesia di Lautan, termasuk penanganan pencurian ikan oleh kapal asing.

Ekspansi Pindad

BUMN produsen kendaraan tempur, persenjataan, dan amunisi yang berbasis di Bandung Jawa Barat, PT Pindad, fokus mengembangkan amunisi kaliber besar. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan kepada luar negeri dalam teknologi Industri pertahanan hingga menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

“Amunisi kaliber besar seperti 20 milimeter, 40 milimeter, 76 milimeter, 90 milimeter, dan 105 milimeter dibuat di Turen, Malang Jawa Timur. Sejauh ini amunisi berukuran 105 milimeter sudah disertifikasi Kementerian Pertahanan dan TNI AD,” kata Dirut PT Pindad Silmy Karim saat menerima Menteri Perindustrian Saleh Husein dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kota Bandung.

Selain melihat beragam amunisi kaliber besar, Silmy juga mengajak Saleh dan Andrinof meninjau produksi kendaraan tempur Badak dan Anoa.

Pindad mendapat suntikan modal Rp 700 miliar dari APBN-P 2015, Saleh Husein mengatakan semangat Pindad harus mendapat dukungan semua pihak. Ia mengimbau semua instansi pemerintah memprioritaskan produksi dalam negeri. (Kompas)

  27 Responses to “Modernisasi TNI AL Terus Berlanjut”

  1.  

    1

  2.  

    pertamax kah?
    wah semoga kerja sama dengan negara lain semakin mesra. terutama korsel yang makin hangat dan tidak pelit teknologi

  3.  

    palu sebentar lagi rampung isinya apa aja ya…???

  4.  

    Ayoo..Kemenhan & bumnis,ngebuuutt…

  5.  

    Nah..ini baru berita bkn skedar pengganti f5..hehehe
    Kalo klewang reborn kapan nongol nya ya..?
    Wah…lontong yg d palu tipe kelas besar dn perairan dlm ya…macam 214 kah?

  6.  

    Bangunlah jiwanya
    Bangunlah badannya
    Untuk Indonesia Raya

  7.  

    Kilo Class….

  8.  

    Berharap
    – Pindad dapet lisensi VBCI dr Renault :mrgreen:
    – PAL buat LHD dr Star-50 :mrgreen: sekelas Juan Carlos
    – DI lanjut terus KFX dan lanjutkan program Gandiwa

    :mrgreen: hehe

  9.  

    kasian PINDAD cuma d beri 700 M, sedang BUMN lainnya kayk adhi karya dan waskita karya yg seharusnya ga perlu malah dpt 3T.

  10.  

    kabar yang manis… semoga bukan pemasnis buataj

  11.  

    jangan lupa bungker BBM………..

  12.  

    Jenis kapal hidro oseanografi buatan Perancis ini dieropa banyak digunakan banyak negara eropa sebagai kapal patroli cost guard tpi oleh TNI-AL diminta diupgrade menjadi kapal hidro oseanografi salut bagi Tim Kemenhan dan Tim TNI-AL
    Ditunggu fregat baru nya Pak KSAL, udah lama ni nunggu KRI Sekelas KRI Irian masa generasi tahun 70 ampe sekarang cuman bisa denger cerita nya saja soal kekuatan TNI-AL yg bikin negara dikawasan bergidik liat kualitas alutsista kita

  13.  

    untuk laut kita jg perlu drone
    Menghemat biaya namun efektip

    Drone
    shadow strike

    Di googleplaystore
    Coba deh

    Seandainya wulung uav kita bisa
    Seperti itu

  14.  

    Destroyer KDXIII …

  15.  

    Tingkatkan terus kemandirian prosuksi militer dlm negeri dan pererat jerjasama militer dgn rusia agar tdk ada lg negara tetangga yg kurang ajar serta intervensi negara lain……

  16.  

    Kapal selam kelas kilo …yessss

  17.  

    Generasi s300 …yessss

  18.  

    berharap tni al juga punya kasel mini yang banyak , bisa merepotkan kaprang lawan bila kasel mini jumlahnya banyak, lebih merepotkan kaprang lawan daripada 1 kasel besar

  19.  

    jangan lupa bikin kapal perang tenaga matahari, jadi gak tergantung solar terus…

  20.  

    Untuk mendukung poros maritim kapal selam sangat strategis di per banyak dan di publik keberadaannya toh wilayah laut kt sangat luas. dan operasikan di luar ZEE atau laut internasional. kedepan mau/tdk kita menuju blue navi water mengingat kondisi geo grafis kita. Persenjatai lontong kita yang lebih mematikan