Modus Pencuri Ikan Asal Tiongkok

38
104
image
Kapal pencuri ikan Tiongkok (photo: Detik.com)

Ambon, – Ada sekitar tujuh WNI yang menjadi ABK di kapal eks Tiongkok berbendera Indonesia yang ditangkap TNI AL di Ambon. Mereka direkrut dari berbagai wilayah. Ini pengakuan mengejutkan mereka.

Dari tujuh, ada dua yang diwawancarai tim Satgas Pemberantasan Illegal Fishing. Mereka masing-masing bernama Ibson K Rahayan dan Anastasius Mahuze. Keduanya ABK di KM Sino 26, kapal buatan Tiongkok yang tak berdokumen dan ABK-nya didominasi warga Tiongkok.

Ibson bercerita, dia sudah bekerja selama lima bulan di kapal tersebut. Pria asal Merauke itu melaut selama dua bulan dan bisa ‘mencuri’ ikan di laut Indonesia sebanyak 100 ton.

“Sekali melaut per dua bulan dapat 100 ton. Ada layur, bawal, udang juga sering,” kata Ibson di markas Lantamal IX Ambon, Kamis (19/12/2014).

Angka itu tergolong besar. Sementara ikan-ikannya tidak dinikmati oleh bangsa sendiri, namun dikirim ke negara lain. Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah hanya dari satu kapal. Yang tertangkap sejauh ini, baru delapan kapal.

image

Dengan jumlah penangkapan sebanyak itu, lalu berapa pendapatan yang diperoleh oleh Ibson dan kawan-kawan? Ternyata tak banyak-banyak amat.

“Saya digaji bulanan Rp 2.140.000. Pendapatan lainnya paling untuk biaya bongkar, satu ton dibayar Rp 2.500,” kata Ibson.

Mendengar pengakuan tersebut, ketua Satgas Mas Achmad Santosa dan anggota Ida Kusuma Wardaningsih terkejut.

“Jangan lagi ya seperti itu. Itu kan menjarah kekayaan bangsa,” nasihat Mas Achmad Santosa.

“Mending kerja di kapal ikan Indonesia saja nanti ya, kalau urusannya sudah beres,” tambah Ida.

Danlantamal IX Laksma TNI Arusukmono Indra Sucahyo mengatakan, ada modus baru dari para pencuri ikan. Selain menyamarkan bendera, ada juga yang memakai ABK WNI sebagai nakhoda palsu agar terhindar dari hukuman. Untuk diketahui, dalam urusan hukum, lazimnya para nakhoda yang dimintai pertanggungjawaban.

“Nah, ada kasus di mana ABK WNI ini disebut nakhoda. Padahal dia tak bisa membawa kapal, bahkan pas kita amankan dia lagi cuci piring. Jadi ini modus baru,” kata Aruksukmono di ruang kerjanya.

Karena itu, dia berharap para ABK WNI mau membuka siapa nakhoda sebenarnya. Mereka diminta kooperatif agar penyidikan kasus illegal fishing bisa tuntas. (Detik.com).

38 KOMENTAR

    • ,,,,,saya mulai mencintai negara indonesia kembali,setelah 10 tahun tidak membekas disanubari ini……
      ckckckck emang selama 10 thn terahir hidup di mana tong,,,? di goa,,,,, baru turun gunung ya?
      dengar ya tong 10 tahun terakhir ini keadaan ekonomi kita jauuuh lebih baik dari sebelumnya, buktinya ente bisa punya motor,mobil ,rumah bagus semua itu bisa ente dapat tidak hanya dengan cash tapi kredit juga bisa ..artinya dengan keadaan ekonomi sekarang ente bisa di percaya buat ngutang…10 tahun terakhir bahkan kita dah termasuk negara anggota G20 dan asal ente tahu dan jangan pingsan ya kita pernah nyumbang 1 MILYAR DOLLAR pada IMF lembaga yang pernah ngasih utang ama negara kita, dan itu terjadi pada pemerintahan 10 tahun terakhir, kalau pemerintahan sekarang ya tunggu aja 5 tahun kedepan terbukti apa nggak,,,,, enak aja ente ngomong10 tahun gak berbekas di sanubari :afro: :kimpoi:

  1. Indonesia rugi 300 triliun pertahun, uang sebesar itu ya lebih dari cukup buat pembangunan ekonomi daerah, saya bingung kenapa pemerintahan sebelumnya kok diam saja sumber alam laut Indonesia dijarah habis-habisan oleh orang asing, padahal kalau diolah dengan sebaik-baiknya sumber alam kita ini bisa jadi duit gedhe dan bisa buat biaya pembangunan, makanya saya merasa beruntung punya bapak Presiden Jokowi, berani dan bertanggung jawab buat masyarakat, saya sebagai masyarakat mendukung penuh kebijakan pak Jokowi

  2. kalau ini jangan cuma tenggelamkan kapalnya, tp para nelayan china itu wajib berenang pulang kenegaranya sambil mulut mereka gigit ikan kakap,,TNI-AL tidak perlu takut menindak nelayan china, mereka itu licik jadi harus dibalas dgn lebih keji,,,

  3. Bagaimana cara mengawasi/pengawasan petugas lapangan/terkait yg mungkin barang kali ada yg lalai kejujurannya ??
    Didarat saja yg byk mata memandang bisa bersih apalagi di dunia antah berantah yg hanya hanya mereka2 yg tau.

    Saya kok jadi bingung arti kata dari NASIONALIS ??

  4. Setuju, tegas jangan ada kompromi dengan china terkait ini. Pastikan mereka dapat hukuman sepatutunya. Apalagi, sesungguhnya dalam filosofi China tidak ada istilah “DOSA”. Yang ada ada adalah “kesalahan” yang bisa dikompensasi dengan “suguhan/upeti” kepada tuhannya. Coba resapi dan hayati baik-baik perbandingan sikap mereka terhadap “DOSA” dibandingkan orang Jawa dan orang Indonesia, Arab, India, Jepang, Korea,dll. Itulah sebabnya mengapa korupsi merajalela awalnya dilakukan oleh mayoritas etnik CHINA. Maaf kalau tersinggung, tapi faka. Silahkan yang pakar ….dianalisis secara jujur…..

  5. jangan cuma teriak buru, bakar, tenggelamkan… kapal-kapal pencuri ikan
    seimbangkan kebijakan tersebut dengan percepatan infrastruktur, pelatihan-pelatihan SDM-nya, sarana dan prasarana ditingkatkan.
    jangan cuma bisa menyelamatkan tapi tidak bisa memanfaatkan…