Moskow Siap untuk Tidak Mengerahkan Rudal 9M729

Moskow,  Jakartagreater.com  –  Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan sebelumnya pada hari Senin bahwa Moskow siap untuk tidak mengerahkan rudal 9M729, yang disalahkan Washington karena dianggap melanggar Perjanjian INF.

Moskow sedang berjuang untuk pengenduran ketegangan di Eropa, dan menyatakan kesiapannya untuk tidak menyebarkan Rudal 9M729 di benua itu, jika Amerika Serikat mengambil langkah timbal balik, ujar Kepala Komite Pertahanan dan Keamanan di Dewan Federasi Rusia (Majelis Tinggi Parlemen Rusia) Viktor Bondarev kepada TASS pada, Senin 26-10-2020, dirilis TASS.

“Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kesiapan Rusia untuk tidak mengerahkan Rudal 9M729 di Eropa sebagai imbalan atas sikap NATO atas non-penyebaran Rudal jarak menengah dan pendek di Eropa merupakan bukti bahwa kami sedang berjuang untuk menahan diri,” ujar senator itu.

“Infrastruktur NATO di Eropa sedang berkembang. Ini tidak hanya menyangkut Rusia tetapi semua negara di benua itu. Namun, AS yang membuat keputusan dalam aliansi Atlantik Utara sebenarnya secara sepihak terus meningkatkan ketegangan, mengabaikan pendapat baik Rusia dan mitranya, di blok itu,” kata Bondarev.

Dalam konteks ini, “beberapa tindakan harus diambil untuk menghentikan ekspansi NATO dan membangun persenjataannya di belahan bumi Timur dan memperbaiki lingkungan umum Eropa,” tambahnya.

Proposal baru presiden Rusia sangat masuk akal, kata senator itu. Amerika Serikat harus mendukungnya, jika Washington tertarik untuk meningkatkan hubungan bilateral dan mengurangi ketegangan di Eropa, kata Bondarev.

Kemampuan pertahanan Rusia dipastikan oleh pertahanan udara dan Rudal anti-balistiknya yang kuat,”yang bahkan Rudal serang paling canggih milik AS tidak dapat menembusnya,” dan oleh karena itu langkah Moskow untuk tidak menyebarkan Rudal 9M729 di Rusia Eropa tidak akan pengaruhi keamanan Rusia, ujar senator menekankan.

Perjanjian INF dan proposal presiden Rusia.

Perjanjian INF yang melarang Moskow dan Washington memiliki Rudal balistik dan jelajah darat dengan jangkauan 500 km hingga 5.500 km ditandatangani pada tahun 1987 dan tidak ada lagi pada Agustus 2019.

Pada bulan September 2020, dilaporkan bahwa Putin telah mengajukan sebuah proposal kepada para pemimpin beberapa negara, termasuk negara-negara anggota NATO, untuk memperkenalkan moratorium penyebaran Rudal tersebut di Eropa dan wilayah lain tetapi Amerika Serikat menolak inisiatif ini.

Pada 26 Oktober 2020, Putin menegaskan kembali komitmen Rusia untuk moratorium penyebaran Rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat selama “Rudal buatan AS dengan kelas serupa tidak muncul di wilayah yang sesuai.”

Putin juga menekankan pentingnya seruan Rusia kepada negara-negara NATO untuk mengumumkan moratorium timbal balik dan menyatakan kesiapan Moskow, “untuk langkah lebih lanjut untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari penghentian Perjanjian INF, berdasarkan prinsip-prinsip keamanan yang setara serta keseimbangan para pihak terkait.”

TERPOPULER

2 pemikiran pada “Moskow Siap untuk Tidak Mengerahkan Rudal 9M729”

Tinggalkan komentar