Jun 052017
 

Maskapai Penerbangan ax Air, Nigeria (Photo : Arabianaerospace.aero)

Jakarta – Penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama perawatan pesawat terbang antara Garuda Maintenance Facility (GMF) dan Max Air Ltd Nigeria senilai 3,4 juta dolar AS merupakan contoh realisasi potensi kerja sama untuk dikembangkan dengan negara Afrika lainnya.

“Ekonomi Indonesia dan Nigeria yang besar dan dinamis, memberikan peluang besar bagi kerja sama dunia usaha kedua negara,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka Forum Bisnis Indonesia-Nigeria di Intercontinental Hotel Lagos, Nigeria pada Sabtu (3/6/2017).

Dalam MoU tersebut GMF akan melakukan berbagai perawatan pesawat Boeing 747-400 milik Max Air, termasuk pemberian bantuan teknis untuk operasional perawatan (onsite support operation) di Nigeria.

Selain penandatanganan tersebut, pihak GMF juga terus melakukan penjajakan potensi kerja sama dengan maskapai setempat lain, antara lain Dana Air, Medview dan Air Cote D’Ivoire.

“MoU kerja sama Garuda Maintenance Facility dengan Max Air Ltd Nigeria adalah contoh realisasi potensi kerja sama bisnis Indonesia-Nigeria,” kata Melu RI.

Dalam sambutan pembukaannya, Menlu menjelaskan Indonesia dan Nigeria memiliki hubungan bilateral yang sangat baik. Namun demikian hubungan bilateral yang baik ini belum sepenuhnya terefleksi di dalam kerja sama ekonomi.

Oleh karena itu, Retno mendorong agar sektor bisnis kedua negara dapat meningkatkan kerja sama yang lebih erat.

“Hubungan politik yang baik kedua negara harus dimanfaatkan oleh dunia usaha kedua negara,” tegas Menlu.

Indonesia telah menjadikan peningkatan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika, termasuk Nigeria, menjadi salah satu prioritas politik luar negeri pada tahun ini.

Kendati sejumlah produk Indonesia sudah sangat dikenal di Nigeria, seperti mie instan, ban radial, produk farmasi, sabun ditergen dan produk minuman dan makanan lainnya, namun masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Forum Bisnis Indonesia-Nigeria dihadiri oleh sekitar 140 pengusaha Nigeria antara lain dari sektor farmasi, transportasi, makanan dan minuman, serta manufaktur.

Sejumlah sektor usaha yang hadir dari Indonesia dalam forum tersebut antara lain perwakilan KADIN RI, Garuda Maintenance Facility, PT INKA, Indonesia Eximbank, PT Sasa Inti serta perwakilan BPOM RI.

Dalam forum tersebut, juga telah dilakukan pertemuan bisnis masing-masing (one-on-one business matching) antara pengusaha Nigeria dan Indonesia.

Antara

 Posted by on Juni 5, 2017