Jun 252019
 

Terrex 2. (@ Ministry of Defence, Singapore )

Paris, Jakartagreater.com    –   Industri Militer Arab Saudi (Saudi Arabian Military Industries – SAMI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan ST Engineering (Singapura), yang merupakan kelompok industri teknologi, pertahanan dan rekayasa global yang berspesialisasi dalam kedirgantaraan, elektronik, sistem pertanahan, dan sektor kelautan, untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi peluang komersial di Kerajaan Arab Saudi untuk berkolaborasi dalam bidang pertanahan, penerbangan, Angkatan Laut, elektronik, dan senjata dan amunisi, serta sistem masa depan, dirilis situs defense-aerospace.com, 19-6-2019.

Andreas Schwer, CEO SAMI, mengatakan: “Perjanjian dengan ST Engineering mewakili komitmen SAMI untuk membangun dan memperkuat kemitraan industri untuk mempercepat perjalanan Arab Saudi menuju pelokalan setengah dari pengeluaran militernya, meningkatkan konten lokal, meningkatkan ekspor, dan menarik minat asing langsung investasi seperti yang dibayangkan dalam Visi Saudi 2030.

Kami ingin meningkatkan keahlian dan kemampuan ST Engineering untuk mewujudkan tujuan menyeluruh kami dalam membangun sektor industri militer berkelanjutan di Kerajaan. ”

Vincent Chong, Presiden & CEO ST Engineering, mengatakan, “Kami senang untuk menandatangani MoU dengan SAMI, yang memperkuat niat antara kedua perusahaan untuk mengeksplorasi bagaimana kami dapat bekerja sama untuk membantu memodernisasi dan meningkatkan kemampuan pertahanan Kerajaan Arab Saudi, yang merupakan pasar utama untuk ST Engineering Group.

Terrex. (@ Ministry of Defence, Singapore )

“Mengingat keahlian solusi teknologi dan pertahanan kami yang telah terbukti, serta kompetensi inti di sektor kedirgantaraan, elektronik dan kelautan, saya yakin bahwa kami akan dapat mengidentifikasi bidang-bidang di mana ST Engineering dapat memberikan dukungan yang kuat dan bernilai tambah kepada Kerajaan ”

Ditandatangani di International Paris Air Show, MoU ini akan mewajibkan memperkenalkan platform 8×8 Terrex 2 ke Royal Saudi Land Forces (RSLF), mengembangkan Infantry Fighting Vehicle (IFV) generasi berikutnya untuk RSLF, dan menjajaki kemitraan dalam kemampuan MRO untuk komersial dan pelanggan militer.

Selain itu, akan mencakup pembangunan kapal dan kerajinan laut, memeriksa ruang lingkup untuk berpartisipasi dalam peningkatan C-130 dan pengembangan pesawat angkut baru, dan membantu memodernisasi industri manufaktur elektronik Saudi.

  8 Responses to “MoU ST Engineering Kenalkan Platform 8×8 Terrex 2 ke Saudi”

  1.  

    salut ya buat in negara, negara upil, minim sda/ bahkan bisa dibilang tidak punya, tapi mampu bikin alat perang, bajanya, karetnya, dari mana coba…

    •  

      Indonesia yg banyak memiliki sdm & sda juga bs membuat senjta spt kapal perng , pesawt, amunisi dll bahkan produk senjata indonesia sdh diexpor keberbagai negara.

      •  

        Heleh, senapan SS aja gak laku kok di luar negeri, padahal katanya menang lomba tembak berkali-kali di Ausie, btw senapan SS yang dipakai lomba tembak di Ausie versi reguler atau khusus ya?

        •  

          Mulut ente yg bilang gk laku, kalau laku ya pasti laku tp untuk menyaingin produk2 yg udah punya nama besar ya pasti sulit’ kalau pun bisa tuk lebih berasaing butuh proses yg panjang dan pastinya melalui ujian di medan pertempuran yg sesungguhnya, bukan sekedar menang lomba,,,kalau menurutku dr seringnya indonesia jatuh bangun akibat jegal2 si negara pendengki itu’ capaian yg diraih indonesia termaksud tak terduga dan sudah sangat lumayan, tuk menjadi negara yg bener2 maju dalam hal ekonomi dan teknologi bukan cuman sekedar menegement negara yg bagus dan melakukan riset2 teknologi tp jg harus didukung stabilitas keamanan negara yg benar2 terjaga dan stabil dalam waktu yg berkepanjangan, indonesia paling gampang dikomporin apalagi bila berkaitan dengan agama langsung dech kacau.

  2.  

    Salut om situngkir memang kita harus tetep bangga dengan produk negara kita

  3.  

    Emang banyak hal yg belum memuaskan dr perkembangan negara kita, tp kita harus bisalah untuk optimis melihat sisi positfnya’ kita emang belum bener2 maju tp sudah lebih maju dr sebelum2nya,,,hehehee

  4.  

    Saya sih cuma ingin lihat ada perkembangan saja lambat atau cepat yang penting indonesia berusaha dulu, ngomong2 diskusi di jkgr ini sediikit tenang bung tungkir gak ada gangguan malon jadi bisa agak santai bicaranya

  5.  

    Aneh……nyinyir produk dalam negeri tapi masih juga penasaran sama versi senapan SS yg menang di AASAM…..kah…kah…kah…