Nov 262018
 

Jakartagreater – Angkatan Laut Filipina (PN) sukses mengintegrasikan dan mengujicoba Rudal permukaan ke permukaan Spike-ER (extended range) Rafael Advanced Defense selama latihan penembakan langsung di Lamao Point, Limay, Bataan, Filipna, 21-11-2018, dirilis pna.gov.ph.

Ini adalah pesan dari penyelenggaraan yang sukses, ujar Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan kepada wartawan selama konferensi pers di atas kapal BRP Davao Del Sur (LD-602).

“Pesan (kepada) orang-orang kami adalah bahwa Angkatan Laut kami juga meningkat, setara dengan apa yang terjadi di lingkungan. Pesan untuk orang-orang Filipina, adalah bahwa Angkatan Laut Anda membaik, memperoleh lebih banyak peralatan dan aset lainnya sehingga kami akan memiliki kemampuan untuk mengontrol wilayah maritim kami, ” dia menambahkan.

Lorenzana juga menekankan bahwa Rudal Spike-ER yang dipasang di kapal multi-purpose assault craft (MPAC) Mark III juga akan menghalangi para pemburu dari perambahan di perairan teritorial Filipina karena kemampuan pencegahannya.

Dalam latihan ini, tiga Spike-ER di multi-purpose assault craft (MPACs) Mark III menghadapi tiga target permukaan. Pertama dengan senapan mesin kaliber .50 dan dua peluru kendali, menenggelamkan mereka dalam manuver.

Helikopter penyerang AgustaWestland AW-109 yang dipersenjatai dengan roket 2,75 inci high-explosive juga berpartisipasi dalam latihan dengan menembakkan senjatanya.

“(Modern) teknologi telah datang ke Angkatan Laut dan kami akan menggunakan teknologi ini untuk melindungi laut kami,” tegas ketua DND. Dan akurasi diperlukan mengingat misil Spike-ER dan senjata canggih lainnya “cukup mahal”.

Satu peluru Rudal Spike-ER menghabiskan biaya sekitar PHP10 juta. Uji coba pertama dari Rudal Spike-ER berlangsung 9 Agustus 2018 lalu di lokasi yang sama.

Senjata itu ditembakkan dari salah satu dari tiga MPAC bersenjata MP Spike-ER. MPAC dibangun oleh Propmech Corporation berbasis Subic dan diaktifkan pada 22 Mei 2017.

Proyek Akuisisi PN MPAC mengadakan kontrak dengan Rafael, melalui SIBAT dari Kementerian Pertahanan Israel, untuk pasokan dan integrasi sistem senjata ke tiga Mark III MPAC. Pada 15 April 2017, Lorenzana menyetujui proyek untuk Lanjutkan.

Sistem Spike-ER, yang tiba di negara itu April lalu, adalah senjata Rudal pertama PN yang mampu menembus 1.000-mm (39 inci) baju besi homogen yang digulung dan memiliki jangkauan delapan kilometer.

Bagikan:

  27 Responses to “MPAC Filipina Sukses Tembakkan Rudal Spike-ER”

  1.  

    Spike ER – Extended Range Anti Armour Missile

    https://www.youtube.com/watch?v=uhiUkm8pcK0

  2.  

    Rudal bagong (celeng) spike er buatan wahyudi laku keras jg.he3

  3.  

    pinoy mulai memperkuat partahanan si macan yg mulai melek dengan ketertingalan….. miheheheee

  4.  

    Halah Meriam super cepat seperti oto melara 76 yg ada di sigma kita aja punya range sampai 16 km, bisa menembak dng akurat dan sangat cepat… Sebelum bisa masuk range Spike udah ancur duluan nih kapal odong2 wkkkk… Jadi mo di pake buat nakutin sapa sih cina?? Yah kalau buat nakutin kapal nelayan cina pasti takut mereka tapi kalau corvette sm frigate Yg ada malah ketawa Cina liat nih kapal buat lawan corvette dan frigate mereka.

    •  

      Meuhehehee………. klo tuh korvet dan frigate di keroyok dg jumlahnya puluhan ane mah bingung mau jawab apa ……………….. tuh odong2 selain gesit juga pandai loncat2 bro…… dan odong2 itulah yg dulu ceritanya sukses membuat iran tenar dengan menaikan kapal fregat marinir USA…..dan odong2 itulah yang menjadi kunci kapal MALON lari terbirit2 oleh 1 org marinir…………HUheheheee

    •  

      oto melara 76mm bukannya punya amunisi dengan delay proximity ya bung, HE-CVT 😕
      sehingga mampu melibas incoming vampire, eh … rudal dengan metode airburst 😀
      seandainya 4 rudal exocet mengarah ke kapal, maka 1-2 rudal bisa ditembak jatuh.

    •  

      @bung mabuk kalkun botak

      Emangnya pinoy punya berapa sih bung ratusan?? Terus nih odong2 ini fungsinya Buat apaan hit and run kek kapal KCR kita gitu?? KCR kita biar pake rudal biar kw tapi rangenya 75-80 km Lah spike?? Range rudalnya aja kalah sm main gun gimana mau hit and run wkkkkkk… Dan juga spike aslinya kan ATGM buat lawan tank… Tank ga punya CIWS xixixi… Jadi Jng kan lawan frigate dan corvette cina yg komplit dng rudal, main gun dan CIWS lah KCR kita yg pake CIWS aja blom tentu bisa bobol sm nih spike… Mau aja Dikadalin sm siroel buat beli Spike nih pinoy xixixi….

      @bung WI

      Jng2 itu sebabnya x yah sampai sekarang milennium gun blom di pasang soalnya sudah merasa cukup pake tuh meriam doang buat perlindungan kapal xixixi…

  5.  

    Ngarang… Patrol boat kok di bandingkan dengan korvet?

    Nanti setelah selesai dibangun berani bandingin HDF-3000 nya Filipina dengan korvet kita?

  6.  

    Ngarang lagi… man behind the gun itu tdk terpakai jika menggunakan alutsista jaman batu

    Trus ngarep orang yg skillnya sempurna dalam menembak meriam disuruh nembak F-35 tapi menggunakan S-60 gitu?

  7.  

    1. Itu adalah analogi yg timbul karena argumen anda
    2. Bukan masalah pintar atau tidak pintar. Karena anda mengeluarkan opini maka saya men “challange” opini anda. Saya mengeluarkan opini dengan FAKTA bukan dengan ASUMSI.

    Tujuannya adalah:
    1. Obyektif
    2. masyarakat yang awam tidak tersesat saat membaca karena pernyataan yang dibangun oleh opini bukan fakta

  8.  

    Udah udah, tuh rudal emang buat ngadepin kapal pemberontak Moro, perompak atau nelayan China. Jadi emang bukan buat ngadepin kaprang China.

 Leave a Reply