Feb 142015
 

Unmanned Aerial System (UAS) MQ-4C Triton akan mengubah cara Australia dalam menangani misi patroli maritim. MQ-4C Triton adalah pesawat tanpa awak High Altitude Long Endurance (HALE) yang digunakan untuk patroli maritim dan peran pengawasan lainnya.

Dengan waktu operasional selama 24 jam, MQ-4C Triton dilengkapi dengan alat sensor yang menyediakan pandangan 360 derajat dengan jangkauan 2.000 mil laut / 3000 kilometer.

MQ-4C Triton australia

Sekitar tujuh MQ-4C Triton akan berbasis di Pangkalan RAAF (Royal Australian Air Force) Edinburgh (SA) yang beroperasi dari landasan pacu di samping P-8A Poseidon yang saat ini dimiliki RAAF.

MQ-4C Triton akan beroperasi bersama P-8A untuk menggantikan peran AP-3C Orion yang mendua. Daya tahan MQ-4C Triton dapat tetap di udara melebihi kemampuan pesawat tradisional yang dikendalikan pilot.

Seperti pesawat Angkatan Udara lain, Triton akan akan diterbangkan oleh pilot RAAF yang handal dan berpengalaman dalam wilayah udara yang kompleks. Namun Triton ini diterbangkan oleh pilot yang ada di ground station yang juga didukung oleh co-pilot. Informasi yang dikumpulkan dianalisis dan disebarluaskan hingga ke staf operasional.

MQ-4C-Triton-Unmanned-Aircraft-System

Staf operasional mungkin termasuk aircrew, intelijen, petugas operasi dan administrasi, insinyur dan logistik, tergantung pada misi yang dijalankan.

Dibangun berdasarkan elemen-elemen dari UAS Global Hawk, Triton juga memiliki teknologi de-icing dan sistem proteksi petir. Kemampuan ini memungkinkan pesawat turun melalui lapisan-lapisan awan untuk mendapatkan tampilan yang lebih dekat dari kapal dan target lainnya di laut. Dan bila diperlukan bisa dilengkapi dengan pesawat pengintai 8A Poseidon.

Platform Triton sdikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat sejak tahun 2008. (airforce.gov.au).

  21 Responses to “MQ-4C Triton Australia”

  1.  

    SAINGANNYA WULUNG NII

  2.  

    tetangga mulai rame

  3.  

    Bankitkan punawulung nasional..

  4.  

    Tinggal tunggu Pemerintah untuk akuisisi UAV Garuda nya Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo..
    Dari pada beli mahal2 dari Merica ato isro, mending buatan anak bangsa dgn spec HALE nya di tambah harga yg kekeluargaan tentu lebih diperhitungkan lagi..
    Hmm tentu pak Jo & Ju pasti setuju lah.. Apalagi ToTnya gak perlu susah karena prof Josaphat Tetuko sendiri hanya menawarkan kepada pemerentah RI aja..
    Semoga terlaksana ya pak..

    Salam NKRI… MERDEKA..

  5.  

    Globalhawk Indonesia kapan datang hehe, jd gak ya

  6.  

    Nah loh, tetangga sudah lebih maju lagi beberapa langkah, sasaran nya jelas NKRI, ……… lha kita bagaimana mengantisifasinya …….. ???

  7.  

    kalo pesawat tsb nyelonong ke wilayahl nkri, puna nya tni mesti ngejar & maksa tu pesawat mendarat. kalo gak mau ajak dog fight aja ha ha…

  8.  

    Ketinggian 2.000 mil laut?

  9.  

    Kalau kita dengar di videonya ketinggian terbang 40.000 feet atau lebih kurang 12 km ,jangkauan radar 300 nautikal mill.

  10.  

    kenapa ya, putra terbaik bangsa yang bisa bikin produk bagus belum dihargai oleh pemimpin bangsa ini, karya prof josaphat teuko, sudah dipakai malaysia dan jepang (yang saya tahu), kok indonesia sendiri “belum mau” menggunakan pemikiran dan hasil karya beliau.

    •  

      Bukan belum dihargai bung, tapi tidak mau diambil, karena tidak bisa jadi obyekan oknum2 dipemerintahan kita tidak hanya di satu lini tapi disemua lini lho,tragis ya.

  11.  

    waaahh.. bentuknya bagus ya….. kok bisa cepet gitu ya research nya…. ??

    Ini Australia dapet TOT atau begimana?? mohon info..

 Leave a Reply