Mar 182014
 

salah satu varian MRAP US Army

Sejak tahun 2007 hingga sekarang, Pentagon telah membeli 25.000 unit Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) senilai lebih dari $50 milyar USD.

MRAP yang mempunyai 25 varian ini merupakan kendaraan andalan US dan sekutu pada perang Afghanistan untuk melindungi para tentara terutama dari bahaya serangan ranjau. Namun seiring dengan rencana penarikan mundur pasukan AS dari Afghanistan maka kendaraan ini dianggap tidak lagi mempunyai nilai strategis.

Harga baru berbagai varian MRAP US Army ini sekitar $1 juta USD per unit. Namun kini setelah selesai kampanye perang di Afganistan biaya untuk me-reset kendaraan tersebut juga tidak murah. Perkiraan akan menghabiskan sekitar $150.000 untuk me-reset tiap unitnya di Depot Red River Army di Texas, dan sekitar $ 87.000 per unit jika perbaikan dilakukan  di Livorno, Italia. Perbaikannya sendiri diperkirakan akan memakan waktu selama tiga..

Perkiraan lainnya biaya untuk membawa MRAP pulang dari Afghanistan dan memperbaikinya akan membutuhkan biaya sekitar $170.000 hingga $ 220.000 USD per unit

MRAP di Afghanistan

Disandingkan dengan Hummer

Pakistan yang letaknya berdekatan dengan Afghanistan tengah berusaha mendapatkan MRAP tersebut untuk keperluan militer mereka. Hanya saja situasi hubungan US-Pakistan yang agak renggang pasca penyerbuan militer dalam operasi pemburuan Osama Bin Laden menyebabkan belum ada kepastian mengenai kepastian nasib ribuan unit MRAP yang masih tersimpan di Afghanistan. Filipina juga sedang berusaha mendapat kendaran lapis baja eks US, tapi menghadapi kendala logistik yang mahal untuk mengeluarkan MRAP tersebut dari land locked country seperti Afghanistan, belum lagi jika mengingat resiko keamanan untuk memgangkutnya ke pelabuhan terdekat. Dari kondisi geografis dan potensi kebutuhan militer sepertinya memang Pakistan adalah satu-satunya kandidat pembeli potensial.

Para pengambil keputusan di militer Angkatan Darat AS sebelumnya telah memutuskan untuk tidak membawa pulang peralatan senilai lebih dari $7 miliar tersebut (sekitar 20 persen dari apa yang dibawa Angkatan Darat AS ke Afghanistan) karena biaya pengiriman terlalu tinggi dan kebutuhan rendah terhadap peralatan tersebut di US. Rencananya, jika tidak ada peminat pembeli luar negeri maka Angkatan Darat AS akan menghancurkan peralatan tersebut dan menjualnya sebagai scrap di pasar loak besi tua di wilayah Afghanistan. (NYD)

source: (armyrecognition, defensenews)

  30 Responses to “Kendaraan Militer Eks US Army. Siapa Mau?”

  1. Avtur

    • HUMMER NYA ITU SY MAU…..DARI PADA DI SCRAP….,SY MAU BELI DEH..
      TINGGAL DI GANTI DENGAN RODA DELMAN…..XIXIXIXI (SENYUM.COM)

      HUMMER U S A RASA INDONESIA

  2. Beli untuk sasaran tembak tank leopard

  3. boleh juga nih..
    buat jalan2 di papua bisa ga ya?
    kalo dijual obral, patut dipertimbangkan untuk akuisisi, tapi juga harus minta kejelasan pasokan suku cadangnya..

  4. Copas dari Trit sebelah :

    “Pakistan shows interest of U.S. Army MRAP that United States used in Afghanistan.

    The discussions between American and Pakistani officials have been going on for months and center on leftover military hardware that the United States does not want to pay to ship or fly home. Although no final decisions have been made, Pakistan is particularly interested in the U.S. Army’s mine-resistant ambush-protected (MRAP) vehicles, which Pentagon officials say will have limited strategic value as U.S. forces withdraw from Afghanistan this year.”

  5. menggiurkan..tetapi juga bisa sangat memberatkan terutama dalam perawatan dan suku cadang, sekaligus rawan embargo

  6. Menunggu update berita baru yg GAHAR trkait TNI…
    Udah lama neh ga ada berita yg bikin JANTUNG BERDEGUP BANGGA…

  7. Buat jualan sayur diperumahan mantap itu

  8. Semoga petinggi militer kita gak tertarik. Kalau Amerika saja merasa sudah kurang strategis lagi, lalu dimana letak strategisnya buat Indonesia? Timingnya mungkin yang kurang tepat. Lebih baik kita fokus pada pengembangan rantis pindad aja daripada harus menghambur-hamburkan uang, lebih konstruktif, bermanfaat dan tentu lebih bernilai strategis bagi Indonesia. Saya lebih mendukung produk pindad aja deh.

  9. @togog.
    mubajir bgt kalo buat jualan sayur.
    bagusnya buat kendara,an epakuasi di daerah yg sering kena banjir seperti negara kita.
    beli 10 biji aja dulu.
    kalo cocok beli lg yg byk.

  10. cocok buat kawal dan protek perusahaan buat kawal didaerah rawan…suruh pengusaha asing indonesia beli trus hibahin ke militer dan polri……..

    cuma pendapat maaf cucu lancang

  11. Buang saja. RI sudah punya Ranpur sendiri.

  12. beli 1 aja buat di pretelin trus liat jeroan nya.. Hhh

  13. Wah aku tertarik ni buat mancing didaerah pedalaman

 Leave a Reply