MS-21, Pesawat Komersial Baru Rusia Siap Saingi Boeing

15
6750

MS-21 (singkatan dari Magistralny Samolyot 21 veka) atau dalam Bahasa Rusia disebut MC-21 akan menjadi pesawat penumpang terbaru milik Rusia, yang siap bersaing dengan Boeing 737 dan Airbus A-320, serta akan menggantikan Tupolev Tu-204 dan Tu-154B/M di pasar Rusia.

MS-21 pertama kali dipresentasikan kepada publik di Irkutsk, Siberia, Rusia, Rabu pekan lalu (8/6/2016). Perusahaan produsen MS-21, yakni Irkut, sudah memiliki kontrak pasokan untuk 175 pesawat. Salah satu maskapai nasional Rusia, Aeroflot menjadi pelanggan pertama pesawat sipil model baru ini. Maskapai penerbangan yang telah berdiri sejak tahun 1923 ini akan membeli 50 unit MS-21.

Model baru pesawat ini dikembangkan sebagai bentuk transportasi udara massal dan komersial lainnya selain Superjet. Pesawat MS-21 disebut-sebut sebagai pesawat jarak jauh abad ke-21. Pasalnya, pesawat baru Rusia ini memiliki dimensi yang berbeda dengan jenis pesawat buatan Barat lainnya. Jika pesawat seperti Boeing lebih dari 30 persen komponen pesawatnya dibuat oleh negara lain, maka MS-21 memastikan hanya menggunakan komponen asing berkisar 30 persen.

MS-21 dapat membawa penumpang berjumlah 150 hingga 211 orang, tergantung pada model. Model kecil pesawat ini, yaitu MS-21-200, yang memiliki panjang badan pesawat 36,8 meter, dapat mengangkut maksimum 176 penumpang. Sementara model standar, MS-21-300 dengan panjang badan pesawat 42,3 meter dapat membawa hingga 211 penumpang. Model paling besar dari pesawat ini (masih dalam tahap perencanaan), yaitu MS-21-400 yang akan dibuat dengan panjang badan mencapai 46,7 meter, nantinya dapat membawa penumpang hingga 230 orang. Semua model MS-21 memiliki lebar kabin pesawat 3,81 meter.

DECK MC-21
Kokpit pesawat MS-21

KABIN MC-21
Kabin pesawat MS-21

MS-21 merupakan pesawat bermesin jet ganda yang sedang dikembangkan dan diproduksi oleh Irkut dan Yakovlev Biro Desain dari kelompok United Aircraft Corporation (UAC).

Uji coba penerbangan MS-21 akan diselenggarakan pada akhir tahun 2016. Sementara produksi MS-21 skala besar akan dimulai pada tahun 2017 mendatang. Rencananya, Irkut Corporation akan memproduksi sekitar 30 pesawat per tahun mulai tahun 2020.

Model MS-21-200 diprediksi akan dibanderol dengan harga USD 72 juta atau sekitar Rp 960 miliar. Sementara MS-21-300 akan dijual dengan harga USD 91 juta atau setara dengan Rp 1,21 triliun.

15 COMMENTS

  1. Selamat pagi rekan semua. Selamat menjalan aktifitas rutin. Semoga hari ini berkah bagi kita semua. Dan bagi yg berharap THR, semoga ada berita baik hari ini.
    Ok, ke topik artikel.
    Biarkan mereka bersaing di kelas jet komersial, biarkan mereka berebut pangsa pasar. Yg penting pasar pesawat kitiran komersial Indonesia tetap melangkah mantap dan menjadi tuan di negeri sendiri, insyaAllah bakal jd pemain tunggal di kawasan khususnya ASEAN dan Asia umumnya. Mengingat kondisi geografis negara2 di asia hampir mirip, yaitu kepulauan. Berharap N219 laris bak kacang goreng, N245 makin diminati utk transportasi berbasis tiket murah, N275 utk rute2 ekonomis, dan R80 menjadi andalan penerbangan nasional dan pilihan maskapai Asia, terutama negara2 berkembang.
    Yakin PT.DI mampu menjadi produsen tunggal pesawat kitiran komersial di level Asia. Dng tolok ukur harga pesawat yg murah namun bukan murahan, didukung teknologi pesawat yg terus update dan pesawat kitiran yg nyaman sisi interior dan canggih kokpitnya sangat diminati negara berkembang yg sedang tumbuh di Asia.
    Salam sukses Indonesia.

  2. Comment:indonesia harus percepat sertifikasi dan test terbang perdana n219 lalu buat n245.n270.R80 dan yg paling besar n2140 jangan sampai kita di dahului negara lain cukup n250 sebagai pelajaran kita bravo pak habibie lapan dan pt DI .

LEAVE A REPLY