Mar 242017
 

Model skala Base Station Mobile Lepas Pantai varian “tongkang berpendorong mandiri” di stan MTC – LIMA 2017. (© Navy Recognition)

Dalam pameran Langkawi International Maritime & Aerospace 2017 yang saat ini diselenggarakan di Malaysia, perusahaan lokal Marine Technology Company (MTC) meluncurkan dua buah konsep Base Station Mobile Lepas Pantai. Yang pertama adalah “tongkang berpendorong mandiri” sementara yang lain adalah “tongkang tertambat 8 poin”.

MTC mengusulkan desain baru ini untuk Angkatan Laut Malaysia (TLDM) yang memiliki persyaratan untuk Base Station Lepas Pantai seperti dua Base Station yang saat ini ada dalam persediaan yakni PL Tun Sharifah Rodziah yang pada sebuah rig dan KA Tun Azizan yang sebenarnya merupakan kapal permukaan yang besar.

Base Station Lepas Pantai saat ini dan yang akan datang dimaksudkan untuk melindungi sumber daya alam Malaysia di Zona Keamanan sebelah Timur Sabah.

Base Station Mobile Lepas Pantai varian “tongkang berpendorong mandiri” dibangun dari baja yang dilas. Base Station  ini memiliki panjang 62 meter, lebar sekitar 18,60 meter dan draft hanya 3 meter.

Model skala Base Station Mobile Lepas Pantai varian “tongkang berpendorong mandiri” di stan MTC – LIMA 2017. (© Navy Recognition)

Base Station ini dilengkapi dengan akomodasi yang sepenuhnya dilengkapi AC untuk dapur, ruang makan, ruang rekreasi, ruang pertemuan, ruang doa dan ruang kontrol. Base Station dirancang untuk mengakomodasi 40 personel (1 peleton) selama 1 bulan di laut.

Base Station Mobile Lepas Pantai ini dilengkapi dengan peluncur kapal agar dengan mudah meluncurkan dan memperbaiku perahu jenis CB90. Base Station ini juga dilengkapi dengan landasan helikopter besar yang ditempatkan pada bagian depan.

Model skala Base Station Mobile Lepas Pantai varian “tongkang tertambat 8 poin” di stan MTC – LIMA 2017. (© Navy Recognition)

Sementara Base Station Mobile Lepas Pantai varian “tongkang tertambat 8 poin” sebagian besar memiliki spesifikasi yang sama dengan varian “tongkang berpendorong mandiri”.

Perbedaan karakteristiknya adalah sebagai berikut, memiliki panjang sekitar 44,80 meter, lebarnya 17,20 meter dan draft hanya 1,5 meter. Perwakilan MTC di LIMA 2017 menjelaskan bahwa kedua varian Base Station Mobile Lepas Pantai tersebut dapat dibangun dalam waktu kurang dari 1 tahun.

  56 Responses to “MTC Ungkap “Base Station” Mobile Lepas Pantai untuk Angkatan Laut Malaysia”

  1. lon

    • Saya cuma merasa aneh saja .Tongkang yang bisa bergerak malah lebih besar dari pada yang statis diam disatu tempat .Harusnya dibalik yang diam saja seharusnya lebih besar dari yang bergerak . Alasannya tentu lebih mudah dibuat dan biayanyapun pasti lebih murah daripada yang bergerak .
      Memanglah Malon cara berfikirnya aneh ?

  2. Takde Wang!!! Jual pokok pisang dulu, Kalau tak tunggu hibah dari Tuanku yang Mulia Brunei Sultan Hassanah Bolkiah kwakwakwak :v

  3. tongkang berpendorong mandiri”

    tongkang tertambat 8 poin

  4. melihat luasnya wilayah perairan kita, sepertinya pos terapung seperti itu dibutuhkan, terutama di wilayah perairan yang banyak perompaknya atau seperti di sekitar Filipina yang rawan penculikan…. Bukankah di pos terapung tersebut dibekali juga dengan sebuah boat untuk patroli 😀

    Ini bisa mengatasi kurangnya kapal patroli yang ada saat ini

  5. Serahin aja tuh pada pt pal 8 bulan clar tuh ,model kek gitu mah gampang

  6. Varian tongkang berpendorong mandiri dan tongkang tertambat 8 poin?
    Saya gak paham dgn nama variannya

  7. konversi kapal kargo kah?

  8. Mantab ada ruang rekreasi…

  9. Indonesia harus miliki kayak gini. Ideanya bagus.

  10. Wkwkwkwk ponton berpendorong, dorong aja pake beruk berenang

  11. Tumben beruk malon kreatif, lumayan maju mikirnya…. xixi..

  12. ide cemerlang… tahnian Malaysia.. sugoi.. Kawai…

  13. Tongkang Berpendorong….Tongkang Untuk Pos Ditengah Laut…Mampu Stand Bay 1 bulan…..Bentuknya Lucu Seperti Pelepah Pinang….he….he…he…Dunia Berputar….Dulu Diatas….Sekarang Dibawah….Kasihan Deh Nasib Malaysia…Hampir Nyungseb..

  14. kita kan sudah ada makassar class. bisa muat heli lebih dari digambar itu

  15. Bentuknya Aneh..

  16. Dikitakan banyak pulau bs dijadikan basecamp militer untuk apa buat beginian. Malaysia buat bgn karena mereka bukan negara kepulauan. Gampang disabotase, disirep atau dilumpuhkan pr tentaranya lgsg tarik ke Indonesia dgn alasan terombang ambing masuk teritorial Indonesia!he3.ngayal aja sih.

  17. Bukannya Makassar Class juga bisa di jadiin Base Station…

  18. mantab lah ya lumayan idenya ini bener buatan tempatan kah atau hanya tempelan buatan tempatan y?mohon pencerahannya

  19. Hihihi siapa juga yg mau beli Produk yg tak de kualiti macam Produk Malon…. Malon pun beli LPD dari PT Pal Indonesia Kahkahkah…

 Leave a Reply