Jul 192017
 

Sebuah pesawat MV-22 Osprey terbang di Danau Washington. © Elaine Thompson

Seorang Marinir Amerika Serikat telah dinyatakan mati otak dan lainnya terluka, setelah petir menyambar pesawat MV-22 Osprey. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Udara Korps Marinir New River yang berada di North Carolina pada tanggal 11 Juli lalu, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Marinir pada saat itu sedang melakukan perawatan salah satu pesawat MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Skadron Tiltrotor Medium Marinir 261 (VMM-261), yang juga disebut “Raging Bulls”. Saat mereka pergi meninggalkan hanggar, petir menyambar MV-22 Osprey dan melukai keduanya. Kedua marinir tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut di Camp Lejeune dan mendapat perawatan karena “cedera serius”.

“Ini adalah kecelakaan tragis, Kopral James akan sangat dirindukan oleh Raging Bulls, keluarganya ada dalam ingatan dan doa kita”, kata Letnan Kolonel Stephen Pirrotta, Komandan Skadron VMM-261.

Awalnya, Korps Marinir melaporkan bahwa Kopral James telah meninggal dunia. Ini terjadi 7 (tujuh) hari setelah tersambar petir. Korps Marinir AS bergerak perlahan dan mengikuti perkembangan situasi serta kemerosotan kondisi James.

Disaat masih bertugas, James mendapatkan medali Good Conduct, pita Penyebaran Servis Laut, medali Servis Perang Terorisme Global, medali Servis Pertahanan Nasional dan pada bulan Oktober 2016 mendapatkan promosi menjadi kopral.

Bagikan:

  7 Responses to “MV-22 Osprey Disambar Petir, Marinir AS Mati Otak”

  1.  

    Kok bisa????

  2.  

    Orang kesambar listrik buatan manusia aja bisa mati,la ini listrik alami yg lebih besar

  3.  

    .. kok bisa? bukankah pesawat itu aman dr petir? bahkan mobil jg aman disambar petir cz desain oven.. apa mereka diluar?

 Leave a Reply