Nov 152016
 
UMS Tabinshwehti 773 (aagth1.blogspot.co.id)

UMS Tabinshwehti 773 (aagth1.blogspot.co.id)

Peneliti senior dari Korea Defense and Security Forum (KODEF), Kim Min Seok, mengatakan kapal baru korvet siluman Angkatan Laut Myanmar, UMS Tabinshwehti 773, memiliki kemiripan dan berkaitan dengan kapal Armada Barat Korea Utara. Kapal itu dikembangkan dari desain kapal korvet Anawrahta class. Dua kapal korvet ini telah dibangun sebelumnya di Myanmar Naval Dockyard. Kedua kapal bernama UMS Anawratha 771 dan UMS Bayinnaung 772, memiliki panjang 77 meter dengan bobot 1105 ton.

UMS Tabinshwehti 773

UMS Tabinshwehti 773

Laporan lebih lanjut menyatakan Angkatan Laut Myanmar sedang membangun satu korvet siluman baru, Tabinshwehti class. Sementara itu kapal frigat siluman Myanmar telah selesai dan kini digunakan Angkatan Laut, diantaranya kapal dari jenis Kyansittha class bernama adalah F12 UMS Kyansittha dan F14 UMS Sinbyushin.

Spesifikasi senjata UMS Tabinshwehti 773 terdiri dari meriam utama Oto Melara 76/62 dari Italia. Meriam AK-630 dan rudal jarak pendek permukaan-ke-udara dari Rusia. Rudal C-802A dan torpedo dari Cina. Kapal ini juga dilengkapi dengan helipad, namun tanpa hanggar.

Sumber : Aagth1.blogspot.co.id

Bagikan:

  17 Responses to “Myanmar Luncurkan Korvet Siluman Ketiga”

  1.  

    Mantap nich

  2.  

    Mantap

  3.  

    Borong
    .

  4.  

    nunggu ada lagi yang nulis BOROOONG..

  5.  

    Kapal kapal an

  6.  

    Pt pal harus mengembangkan pregate siluman..125 meter..berpeluru kendali kalibr…

  7.  

    BOSOK

  8.  

    Vote for PKR 10514..!! dibandingkan ini..

  9.  

    lebih mulus bodi PKR sigma kita,

  10.  

    Pt pal jg sampe kalah ayo kembangin pkr agar lebih canggih.kalo bisa dikawin silang kan dg firgat buatan denmark

  11.  

    Ini yg menurut saya agak ironis, kenapa perkembangan KRI khususnya KCR dan KAL panjang 20,40 dan 60m yg diperbanyak ? … Kenapa tidak dana untuk pembangunan KAL dan KRI yg ukuran kecil, kcr 40, Kcr 60 dijadikan satu standarisasi ukuran untuk Kri seperti yg myanmar miliki. Saya rasa cukup Relevan contoh jika dana untuk pembangunan
    1 lusin Kcr 60 = 6 unit seperti korvet myanmar
    2 lusin kcr 40 = 9 unit
    3 lusin Kal = 12 unit
    Ditambah 9 unit lagi = total 36 unit dengan radar yg mampu mengcover, persenjatan yg digotongpun saya rasa cukup memiliki bergaining power, dari ukuran pun tdak terlalu besar !. tidak dipaksakan seperti kcr 60 yg tidak memiliki CIWS ???
    Bingung yaa kenapa kita selalu berfikiran serba nanggung ???

    APA KARENA ADA HUBUNGANNYA DENGAN “SEMAKIN BANYAK PROYEK KANTONG SEMAKIN TEBAL”

 Leave a Reply