Myanmar Pesan 6 Su-30 dari Rusia

39
15
Jet tempur multiperan Su-30 buatan Rusia. Β©Wikipedia

JakartaGreater.com – Rusia akan memasok 6 (enam) jet tempur multiperan Su-30 untuk Myanmar, menurut kesepakatan yang dicapai saat kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu ke negeri tersebut.

Seperti dilansir dari laman TASS online, bahwa kesepakatan itu dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Letnan Jenderal Alexander Fomin pada hari Senin.

“Selama kunjungan menteri pertahanan Rusia sebuah kesepakatan telah dicapai di mana Myanmar akan membeli enam pesawat Su-30”, kata Fomin, dan menambahkan bahwa pesawat itu akan menjadi pesawat tempur utama angkatan udara Myanmar untuk melindungi integritas teritorialnya dan menolak ancaman teror apapun.

Menurut wakil menteri pertahanan, persenjataan Rusia telah membuktikan kemampuan mereka selama beroperasi di Angkatan Bersenjata Myanmar.

“Disini ada helikopter Mi-24, Mi-35 dan Mi-17, termasuk pesawat tempur MiG-29, pesawat latih tempur Yak-130, juga ada sistem pertahanan udara Pechora-2 dan peralatan lainnya”, kata Letnan Jenderal Alexander Fomin.

Dia juga melaporkan bahwa lebih dari 600 tentara Myanmar sedang belajar di institusi pendidikan militer Rusia. Semua itu membantu memperketat keamanan di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, menurut Fomin.

Pada tanggal 20-22 Januari, Shoigu mengunjungi Myanmar dalam sebuah kunjungan resmi. Sebuah kesepakatan antar pemerintah mengenai entri yang efisien untuk kapal perang Rusia dan Myanmar telah ditandatangani pada saat kunjungan tersebut.

Selain kesepakatan pembelian 6 jet tempur Su-30, pemerintah Myanmar juga tertarik untuk membeli sejumlah alutsista lain untuk kebutuhan Angkatan Laut dan Angkatan Darat Myanmar.

39 KOMENTAR

    • Pertanyaannya bisa kah kita menjamin bahwa kita takkan terlibat perang?? Kapan? Kalo perkiraan berdasarkan buku putih TNI, takkan ada perang dalam 20 tahun kedepan. Tapi, kita harus mewaspadai hot spot seperti khususnya LCS. Siapa yg bisa menjamin setelah perang dingin malah terjadi perang di beberapa front. Dimulai dg perang Afghanistan, Perang Teluk kedua, Perang Suriah, Perang Libya, Perang Yaman, Perang Lebanon 2006, Perang di Mali, Perang Georgia, dan Perang Ukraina serta pertempuran dan insiden lainnya. Siapa yg berani menjamin LCS takkan terjadi perang melihat kengototan tiap negara yg terlibat.

      Ini kurang dari 30 tahun sejak berakhirnya perang dingin loh.

      • Dari semua yang disebutkan bung Agato, perang terjadi di Timur tengah / Asia barat yang memang dalam sejarah selalu terjadi peperangan dan memiliki kecenderungan persaingan yang berujung perselisihan antar negara… Eropa timur dimana melibatkan eks Uni Sovyet… yang paling mudah dilihat adalah hampir seluruhnya melibatkan USA dan Sekutunya…
        Di Asia pasifik / Asia timur pasca perang Vietnam sudah tidak ada lagi perang yang melibatkan negara lain dalam satu wilayah… yang terjadi hanya konflik internal…

        • Justru itu bung yuli… Yg namanya Konflik kadangkala bisa cepat berubah yg puncaknya berujung perang tanpa ada yg bisa memprediksi… Dan yg namanya Hubungan Internasional tidak pernah lepas dari Konflik… Terlalu Naif rasanya kalau berpikir indonesia tidak akan pernah berperang.

  1. Myanmar lg banyak duit, habis ngusir etnis Rohingya. Harta karunnya dibelikan Sukhoi.

    Selamat dan Sukses buat bung Jimmy, dagangannya laku keras tanpa perlu banyak omong. Sales yg selalu konsisten dng jualannya. Bukan selevel makelar yg cuma bisa promosi klo dpt info dr lapak sebelah doank sambil ngayal bakal borong abis sekali transaksi pake hutangan puluhan milyar…xicixicixi

  2. Negara lain tiba2 deal membeli karena warjag tdk tau negosiasi negara mereka karena interen mereka yg tau. Walau ada yg mengatakan kaleng kerupuk toh tetap laku, coba negara2 lain bs bebas membeli alutsista Rusia tanpa intervensi AS dsn pasti kuantitas alutsista Rusia bs mengimbangi AS dlm hal jumlah yg terjual!