Des 212014
 

Pesawat N219. (indonesian-aerospace.com)

Program pengembangan pesawat N219 bertujuan untuk menjawab kebutuhan nasional. Segmen pesawat perintis berpenumpang 19 orang saat ini sangat dibutuhkan untuk transportasi di wilayah nusantara.Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI), Andi Alisjahbana, saat melaporkan perkembangan program tersebut kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Kepala LAPAN di Gedung II BPPT, Jakarta , Selasa (16/12).Andi melanjutkan, sejak diluncurkannya program N219 yang digagas LAPAN dan PT DI, telah terdapat pesanan 150 pesawat. Pesanan ini berasal dari berbagai maskapai penerbangan dalam negeri dan beberapa dari pemerintah daerah. “Ini adalah bukti bahwa kebutuhan pesawat seperti ini sangat tinggi,” ujarnya.

N219 telah menyelesaikan tahap desain dan kini sedang dibuat purwarupanya. Diharapkan, pesawat ini dapat diperkenalkan kepada publik (roll out) pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2015. Pesawat ini juga akan disertifikasi sehingga nantinya akan laik untuk dipergunakan.Program pesawat N219 tidak hanya akan menjawab kebutuhan transportasi di nusantara. Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa program ini sangat berarti bagi LAPAN dan PT DI. “Pengembangan N219 sesuai dengan kembalinya tugas pokok dan fungsi LAPAN dalam bidang penelitian dan pengembangan pesawat terbang. Sementara itu bagi PT DI, program N219 ini merupakan upaya untuk membina sumber daya manusia dalam industri pesawat terbang sekaligus dalam upaya pembangunan pesawat dengan komponen lokal yang lebih banyak,” ujarnya.

Selain itu, Andi menambahkan, program N219 ini akan memberikan dampak yang positif bagi industri dalam negeri. Dengan sebanyak 60 persen menggunakan komponen lokal, maka industri terkait komponen N219 akan tumbuh. Untuk itu, industri-industri tersebut perlu dilatih agar menghasilkan komponen yang laik digunakan dalam pesawat terbang.

N219 nantinya akan menjadi pesawat yang paling modern untuk kelasnya. Andi mengatakan bahwa pesawat ini dilengkapi peralatan navigasi dan radar yang canggih dan teknologi avioniknyapun paling mutakhir.

Bagi Indonesia, pesawat ini memiliki keunggulan. Dirancang untuk kondisi di wilayah nusantara, nantinya N219 mampu mendarat dan lepas landas dengan menggunakan landasan yang pendek, bahkan hanya perlu landasan sepanjang 500 meter. Kemampuan tersebut sesuai dengan kondisi Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan pegunungan yang tidak memiliki landasan panjang.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, mengatakan bahwa adanya pesanan N219 menunjukkan terdapat pasar potensial bagi pesawat ini. Untuk itu, diperlukan nota kesepahaman sebagai komitmen para pemesan. Ia pun menyatakan keinginanya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia mampu membangun pesawat buatan dalam negeri yang juga dapat digunakan untuk keperluan dunia usaha.Pengembangan N219 ini merupakan tahap awal dari kebangkitan industri penerbangan nasional dan kemandirian bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Pada kesempatan tersebut, Kepala LAPAN juga melaporkan, sekarang LAPAN sedang menyusun rencana induk keantariksaan 25 tahun. Salah satu program dalam rencana tersebut yaitu pengembangan satelit. Tahapan pengembangannya dimulai dengan satelit penginderaan jauh kemudian satelit komunikasi dan berikutnya satelit navigasi.

Sumber : Lapan.

Bagikan:

  30 Responses to “N219 Jawab Kebutuhan Transportasi dan Industri Penerbangan Nasional”

  1.  

    Loh pertamax…

  2.  

    pertamax gak ya?
    terharu.. ikut bangga
    :iloveindonesia

  3.  

    ketigaxxx?

  4.  

    pesawat produk nasional, dimiliki oleh maskapai nasional dan dipiloti oleh anak bangsa, harusnya, baru bilang nasionalisme

  5.  

    :sup2:

  6.  

    bangga ama NKRI – LOVE nation Love Peace :iloveindonesia

  7.  

    :pertamax

  8.  

    Maju terus lapan dan pt di.
    Inilah kebangkitan kemandirian bangsa
    Indonesia hebat

  9.  

    Assalmualaikum,, saya anggota bru nii salam kenal ya tuan tuan.. mohon bimbingannya,,
    Embbtt klo bole blg sii ini kemajuan pesaaat . Apkh indonesia negara pertama yg mampu memproduksi pesawat secara marhaen???

  10.  

    mantap

  11.  

    Indonesia akan memimpin teknologi dirgantara dan keantariksaan di ASEAN
    JAYA LAH NEGERI KU

  12.  

    TERUSLAH BERKARYA WAHAI PUTRA PUTRI IBU PERTIWI! AYO BANGSA INDONESIA KITA PASTI BISA. AYO KITA CINTAI PRODUK INDONESIA, AYO CINTA RUPIAH INDONESIA. AYO KITA GUNAKAN PRODUK INDONESIA AGAR INDONESIA MAKIN BERJAYA. CINTAI RUPIAH AGAR TIDAK DI ANGGAP MATA UANG SAMPAH OLEH DUNIA, HARGAI RUPIAH DG TIDAK MEMBUATNYA LUSUH DAN KOTOR AGAR DUNIA JG MENGHARGAI RUPIAH. MAAF AGAK OOT.

  13.  

    Siip…

  14.  

    Tidak perlu gembar gembor dahulu sebelum semua pesanannya dpt dipenuhi, pastikan program dan risteknya berjalan lancar, siapkan infrastruktur dan tambahan modal. Pasti ada pihak asing yang tdk suka kalau dirgantara kita maju. Intelegen siap beraksi kalau tidak berhati hati. Apakah mau sejarah terulang di zaman pak Habibi??? waspadalah.

    •  

      Diatas sudah ada kata yg di bold, bunyinya begini…

      “Untuk itu, diperlukan nota kesepahaman sebagai komitmen para pemesan,” ini yg diperlukan biar bisa kelihatan berapa banyak yg bener2 akan memesan bukan hanya tertarik termasuk waktu selesainya produksi.

      Kalau ini jalan modal atau infrastruktur saya rasa akan ada peremajaan atau pembangunan baru.

  15.  

    Segera di Launching Dunk…..Biar Indonesia bagian timur bisa ke jangkau dengan merata.terutama dengan pesawat ini.

  16.  

    konsep spoke & hub,bisa di maksimalkan… :thumbup

  17.  

    Dari dulu rapat melulu…

  18.  

    bro,ada artikel menarik di http://www.monox90.blogspot.com

  19.  

    Kirain sudah akan mulai di produksi masal, lama sekali kerjanya ! 😀

  20.  

    Avioniknya canggih banget buatan lokal kah?.klo buatan lokal mungkin untuk pespur bisa. Trus klo sudah ada pesanan segitu banyak harusnya di kebut aja,dan pasti klo hasilmya bgs pasti akan banyak peminat .& pesawt perintis sejati.ngemeng2 avioniknya buatan mana ya?. & 1 lagi usul mungkin bisa di jabar lebih detai dari mesin,avionik dll itu buatan or brand nya.

  21.  

    PT. DI mengembangkan pesawat komersial emang dah bidangnya, klo LAPAN ikut didalamnya, apa yg diriset oleh LAPAN, pembuatan mesinnyakah ?.

  22.  

    Slmat dtg n219. Smg lekas mngudara. Dn jgn lupa klo utk pnerbangan sdh sukses bikin yg versi militer, buat patroli maritim dn anti gerilya supaya tdk brgantung trus dg produk brazil.

  23.  

    Pesawat N-219 ini sebenarnya banyak terinspirasi dari pesawat Twin Otter DHC -6 yg sukses besar di Papua lewat MNA.

    Pesawat ini rancang bangunnya memang hasil keringat para insinyur kita,
    Namun hampir seluruh material pesawat masih tergantung dari sumber luar.
    Apakah itu “Air Frame” kemudian “Avionic” dan ” Engine”.
    Seyogyanya kita juga mampu menyiapkan industri manufactur yg mempunyai Sertipikat International dalam mendukung Industri Pesawat di dalam negri.
    Sehingga ketergantungan pada sumber dariluar dapat dikurangi dan sekaligus industri dalam negeri dapat tumbuh dan berkembang.

    Mengapa?

    Karena kalau kita simak, pesanan pesawat N-291 tersebut di atas kertas sdh mampu mencapai “Break Event Point” alias mencapai kondisi pulang pokok, kata sang pembuat.

    Kita lihat saja bagaimana kelanjutan purwarupa dan mass product dari pesawat tersebut (N -219), dan bgm sistim Integrated Logistic Support nanti dari produsen, jgn sampai nanti nasibnya sama seperti pesawat CN – 235 yg sulit mendapatkan dukungan suku cadangnya.

    Maka dari tiu, jangan terlalu “bombastis” memberi informasi kepada masyarakat, yg akhirnya berakibat bagaikan senjata “boomerang” alias senjata makan sendiri karena “ending”-nya memilukan, dan kalau sudah terjadi terus mencari “kambing hitam”.
    Maka “Jas Merah” agar kita tidak di cap negative dalam hal ini.

  24.  

    Tingkatkan kandungan lokal hingga 100%…. :hoax

 Leave a Reply