NASA Bangun Jet Supersonik X-59 dengan Suku Cadang Jet Lawas

Jakartagreater.com – Jet supersonik X-59 QueSST yang dikembangkan oleh NASA untuk keperluan transportasi komersial, saat ini sedang dibangun. NASA menggunakan suku cadang dari jet tempur lama untuk mengurangi biaya dan mempercepat produksi pesawat.

X-59 Silent Supersonic Transport (QueSST), yang sedang dibangun oleh NASA, akan menggunakan spare part daur ulang dari bekas pesawat Angkatan Udara AS, termasuk dari F-16 Fighting Falcon, lansir Somagnews.

The Low Boom Flight Demonstrator Project (LBFD) yang dikenal sebagai proyek pengembangan pesawat komersial yang dapat terbang dengan suara tenang di atas kecepatan suara NASA. NASA bermaksud ingin membuat pesawat supersonik komersial dengan mengurangi suara ledakan sonik dari jet komersil. X-59 juga sedang dikembangkan di bawah proyek ini.

Menurut perusahaan Lockheed Martin, yang membuat X-59, jet supersonik akan dapat terbang dengan kecepatan sekitar 1.500 km / jam dan ketinggian 16.000 meter, dengan intensitas suara rendah 75 desibel. Pesawat saat ini sedang dibangun di pabrik Lockheed Martin Skunk Works di California.

Untuk menekan biaya pembiatan, NASA menggunakan peralatan roda pendaratan pesawat F-16 bekas, kanopi dari pesawat latih T-38 NASA, bagian mesin dari pesawat mata-mata U-2, dan tongkat kendali dari pesawat tempur F-117. . Bagian-bagian itu dibongkar dari penyimpanan pesawat di Aviation and Maintenance and Renewal Group ke-309 di Pangkalan Angkatan Udara Davis Monthan, Arizona.

Menggunakan bagian-bagian pesawat lawas pada X-59 dilakukan untuk mengurangi biaya, risiko, dan waktu pembuatan. Dengan demikian, NASA tidak perlu menghabiskan sumber daya dan uang untuk mendesain ulang bagian-bagiannya. Selain itu, keandalan suku cadang yang digunakan dari pesawat tempur lawas yang sudah terbukti kehandalannya. X-59 QueSST nantinya akan dikirim ke NASA untuk penerbangan uji pada tahun 2021.

3 pemikiran pada “NASA Bangun Jet Supersonik X-59 dengan Suku Cadang Jet Lawas”

    • Beda, USA punya Arizona yg selalu panas dan kering sepanjang tahun, meminimalisir karat sedangkan Rusia hampir sebagian besar wilayah yg bisa dijangkau itu lembab, lainnya lebih sering terkendala badai salju dan es seperti di Siberia. Makanya susah buat maintenance peralatan lama. Kalo pun ada itu cuman sedikit sekitar selatan Kaukasus Deket laut Kaspia.

    • Rusia jg sebenarnya memiliki proyek jet supersonik spt sukhoi dgn S 21 dan Tupolev dgn Tu 444 tetapi kelihatannya kedua proyek jet supersonik dibatalkan mungkin karna alasan dana mengingat jet penumpang supersonic hanya dibeli dan ditumpangi oleh pihak yg memiliki banyak uang.

Tinggalkan komentar