NASAMS Tutupi Kesenjangan Terbesar Pertahanan Udara Lithuania

Sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS. (photo: Kongsberg Naval Strike Missile. Raytheon)

Jakartagreater.com. Kementerian Pertahanan Lithuania mennadatangani sebuah kontrak, pada tanggal 26 Oktober 2017, untuk pengadaan sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS (National Advanced Surface-to-Air System) yang akan digunakan Pasukan Bersenjata Lithuania, dirilis situs Kementerian Pertahanan Lithuania, 26/10/2017

Kontrak ini untuk pembelian dua baterai pertahanan udara, paket perawatan logistik, serta pelatihan untuk operator dan personil pemeliharaan sistem dari produsen NASAMS Norwegia Kongsberg, dengan nilai EUR 110 juta atau sekitar USD 127,9 juta.

Setelah menyelesaikan proyek ini, Lithuania akan memperoleh kemampuan pertahanan udara jarak menengah yang lengkap dan terpadu.

Kontrak ditandatangani oleh Komandan Angkatan Udara Lithuania Kolonel Dainius Guzas dan Wakil Presiden Eksekutif Kongsberg, Kjetil Reiten Myhra.

“Kawasan udara yang terlindungi merupakan salah satu syarat utama yang diperlukan untuk penyebaran pasukan sekutu ke wilayah tersebut jika diperlukan,” ujar Menteri Pertahanan Lithuania, Raimundas Karoblis. “NASAMS adalah kemampuan yang kami butuhkan yang tidak ada sampai sekarang. Pengadaan ini memenuhi salah satu kesenjangan terbesar dalam pertahanan nasional -perlindungan wilayah udara.”

Penandatanganan kontrak pengadaan NASAMS Lithuania (Alfredo Pliadis / Lithuania MoD)

Sistem ini baru dan belum digunakan, kecuali peluncurnya yang dibeli setelah digunakan oleh Angkatan Bersenjata Norwegia, dan akan dikembalikan ke parameter pabrik pembuatnya. Pada tahun 2021 semua bagian sistem diharapkan telah berada di Lithuania. Semua personil dilatih dan semua komponen diintegrasikan untuk membentuk sistem yang solid yang mampu melaksanakan tugas pertahanan udara: memantau dan mengendalikan wilayah udara, mengingatkan unit darat atas ancaman udara, dan menghancurkan target, jika diperlukan.

“Kontrak ini telah memperkuat kerjasama Lithuania-Norwegia yang sangat penting untuk keamanan semua negara di kawasan Laut Baltik di lingkungan geopolitik sekarang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan Norwegia karena tidak hanya menjual peralatan NASAMS surplus yang dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Norwegia, tetapi juga karena sangat membantu dalam pelaksanaan proyek ini -mewakili kepentingan kami dalam negosiasi dengan produsen, penyediaan dukungan ahli untuk kelompok kerja kami, “kata Menteri Pertahanan Lithuania Raimundas Karoblis.

Kelompok Kerja Kementerian Pertahanan telah menganalisis sistem pertahanan udara yang tersedia di pasaran, untuk memenuhi proyek pengadaan NASAMS. Potensi pengadaan sistem anti seranagn udara telah dinilai berdasarkan kriteria : efisiensi, kompatibilitas dengan sistem sekutu NATO, biaya pemeliharaan-perbaikan, waktu pengiriman, dan sebagainya. NASAMS dipilih sebagai pilihan terdekat dengan persyaratan dan kriteria yang dirumuskan.

Sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS. (photo: Kongsberg Naval Strike Missile. Raytheon)

Karakteristik :

Open architecture provides growth potential.
Single and multiple engagement capability.
Unpresedented fire capability.
Beyond visual range capability with active seeker missile.
Strategic and high mobility.
Low manpower requirements.
Network Centric Warfare principles of operation.
High survivability against electronic countermeasures.
Look down / shoot down capability.
High value asset defense, area and army defense, vital point and air base defense.

Tinggalkan komentar