Nov 092014
 
Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (gambar: Rafly)

Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (gambar: Rafly)

Tiba tiba saja ada berita yang dilansir Liputan6.com bahwa PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah bersepakat dengan Airbus Helicopters untuk memasarkan pesawat tempur asal Eropa, Eurofighter Typhoon. Kerjasama ini disebutkan berlangsung karena Airbus mau mentransfer teknologi yang dimilikinya ke Indonesia lewat PTDI.

Budi Santoso, Direktur Utama PTDI mengaku sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara pihaknya dengan Airbus. Ia pun berharap perusahaan kedirgantaraan lain dari seluruh dunia mau melakukan kemitraan serupa dengan PTDI.


Lalu apa artinya ini semua. Kita lihat bagaimana Bung Wehrmacht membacanya:

8 November 2014, 10:39 pm: Well… the secret finally reveal. Tidak ada yang sia sia dalam satu pengorbanan. Tidak ada yang namanya tukang jahit atau jongos selamanya. Adanya from the aprentice became the expert. Mungkin bukan kita yang menikmati tetapi anak cucu kita di masa yang akan datang. Ini proyek jangka panjang (pembangunan jet tempur Indonesia -red), bukan makan sekali suap.

Oh ya satu lagi … IFX/KFX bakal gagal. Tragedi Proyek MBT 70 Jerman-AS akan terulang lagi. Tapi untungnya Jerman punya Plan B yang melahirkan mbt Leopard yang kita nikmati sekarang. Dan Typhoon inilah Plan B kita yang akan menjadi kenyataan…

Intinya jangan percaya satu pihak. Selalu bersiap dengan rencana cadangan.

Riset ada tahapan tahapannya dan MoU di teken tiap tahapan. Saat ini kita sudah menyelesaikan tahapan pertama dan bersiap untuk tahapan kedua yaitu proofing the theory. Di tahapan ini mungkin kita masih bekerjasama dengan Korea Selatan. Tapi kalau sudah mulai buat prototype, mulai deh keluar jurus maut andalan AS yang bakal diturunkan ke Korea: Sepakat untuk tidak sepakat seperti proyek MBT 70 dengan Jerman…itu pasti ada dalam klausul MoU…sementara Korea sudah mendapatkan data riset yang dibutuhkan hasil gocekan dengan ahli kita yang terkenal kreatif…tinggal mereka mengembangkan sendiri tanpa Indonesia

Catat perkiraan saya, pemerintah kita sekarang sangat pro AS. jadi kalau ada yang bilang visi pertahanan kita looking to the east, lupakan saja. Masih ada waktu 5 tahun untuk membuktikanya…

Untuk pembangunan jet tempur ini harus dilakukan reverse engineering penuh. Jadi berawal dari akhir dan berakhir di awal. Menyingkat waktu pengembangan. Ini rumus jitu Pak Habibie.

Jangan riset dari awal hingga jadi produk. Tiap tahapan kita bisa gagal. Tapi kalau reverse engineering kita tidak akan gagal karena kita membedah produk yang sudah eksis sebagai acuan. (by : Wehrmacht)

  128 Responses to “Nasib Indonesia Fighter Xperiment”

  1.  

    harusnya gak ada bung AD, beda kan hubungan antara penjual / pembeli dengan sesama partner / kongsi dalam suatu usaha…

  2.  

    sikap terlalu menjunjung tinggi unggah ungguh dlm hal ifx harus sedikit dikurangi,harus “ulet” biar gak dikadali korea.

  3.  

    Bg Wermacht,trus dana yg sdh kita gelontorkan gimana? Apakah sesuai dg yg sdh kita dapat? Sementara yg kita butuhkan tecnologi avionic yg sngt ribet.maaf nanya maklum oot.

    •  

      Ya bablas bung anak medan…pasti sdh ada klausula dlm MoU memgenai kegagalan proyek….tp gak sia sia karena kita dapet data riset yg bs di transfer ke plan B…

      •  

        Bung wehrmacth klwpun plan A gagal yg dimaksud gagal disini apa gagal tidak seperti yg diharapkan tapi tetep mendapat unit sesuai kesepakatan kontrak sbanyak 50 biji, atw kah gagal tanpa ada pesawat apa2. Klw perkiraan saya memang bisa kemungkinan gagal tidak sesuai spek yg diharapkan tapi kita tetep mendpatkan unit tersebut. Untuk plan B dari awal saya sudah yakin kita pasti punya cadangan untuk suatu target”Pesawat Tempur”. Banyak jalan menuju Roma..hehe. Yg penting targetnya yaah bisa sampai Roma itu..hehe. Ini seperti pada alusista yg lain Tank, Rudal, dll. Jadi yaah kita thinks smart saja..:D

  4.  

    Kalau gak salah, bj habibie pernah berkomentar tidak setuju tentang indonesia bermitra dengan korsel dalam buat pesawat, tapi malah banyak yang mencela habibie

  5.  

    setelah bertaun-taun ini ane jadi silent reader
    ane akhirnya bangkit dari laut selatan

    salam kenal para sesepuh

  6.  

    Nasibnya kita selalu dibohongi sama asing. Jelas korea cm butuh duit kita doank. Lalu gimana nih kalo kerja sama dengan typhoon kita juga dibohongi setelah kita keluar uang banyak buat beli typhoon??? apa solusinya spy hal tsb tidak terulang lagi dan bagaimana implementasinya?? Sbg warga biasa sy cuma sedih saja melihat bangsa besar ini selalu dibohongi dan diperas asing.

  7.  

    artikel joss bung wehrmacht …
    salut ma bung diego bisa editing komen
    cocok buat buka hati fans KFX Korea neh …
    tdk mudah buat jv dg negara lain, sementara anak bangsa jg sdh bisa lakukan,
    contoh yg bikin prihatin refurbish C130 aussie trus elang botak jg malah dikerjakan di luar dg cost aduhai, skadron teknik/
    pemeliharaan AU kita sdh biasa kerjakan pemeliharaan C130 tingkat berat, elang botak jg mampu dikerjakan disini AU + PTDI bisa kerjasama, duit gedenya cuma buat bayar mahal bule di sono … sayang euy !
    ada yg aneh dg sistem di negri ini, mungkin urusan politik yg selalu mengalahkan & menekan akal sehat kalee … puyeng dah

  8.  

    Kalau vicky pete yg ngomong, pasti dia bilang “labil perasaan mempertakut sesuatu yg menjadi harapan sepenuhnya untuk gagal” 😀
    Tapi takut tetaplah takut, biar kata bisa ditulis meyakinkan sekalipun, toh sejauh ini progress KFX/IFX berjalan sesuai rencana, lha mau ngomong apa wong kenyataan memang seperti itu.

    Daripada ikut ikutan ditakut takuti akhirnya mempertakut optimisme dan menimbulkan pesimisme, mendingan mari sama sama awasi proyeknya dan jangan takut mengingatkan pemerintah kalau progress-nya tdak sesuai harapan.

    Lha percaya opini bung wehr seperti dalam artikel ini pun apa sih faedahnya? Apa lalu yg punya niat buruk itu lalu berhenti mencoba mengadali kita kalau memang benar seperti itu? Tentu tidak!

    Kecuali kalau bung wehr bersedia bernadzar lari bugil keliling bundaran hotel indonesia kalau apa yg ditulisnya ini ternyata salah, lha mari kita yakini bersama, semata mata demi menyaksikan aki aki setengah tua gondal gandul muter bundaran h.i demi melunasi nadzarnya 😀

  9.  

    susudah membedah lalu mencangkok dr kita…hehehehe

  10.  

    garudamiliter.blogspot.com/2014/11/pesawat-tempur-indonesia-masih-impian.html?m=1

  11.  

    CMIIW,
    1. F35 bukan kelas berat, Su35 kelas berat, bukan kelasnya untuk ditandingkan. Maka mencari fighter selevel dg F35 adalah perlu dalam hal efisiensi peperangan. Dalam hal ini, gripen E/F memiliki rasio terbaik.
    2. Berbicara soal ToT, tawaran gripen dg ToT 100% sangatlah menarik sebenarnya, meskipun kita tahu gripen sendiri hanyalah pesawat gado-gado, jahitan. Tapi justru karena itu lebih menarik, karena ilmu menjahit itu yang sekarang kita butuhkan benar-benar. Kita belum kuasai mesin, radar, dan stealth. Tapi kita bisa pasang mesin yang kita suka, radar yang kita mau, dari blok barat maupun timur. Dan jangan lupa dengan integrasi sistem komunikasinya.
    3. Dengan kemampuan penggelaran di segala tempat, sistem mobilitas pangkalan yang ditawarkan gripen justru bisa menutupi kekurangan kita akan pangkalan yang letaknya berjauhan. Boleh jadi kita tiba-tiba punya pangkalan di pulau rote yang sejangkauan dengan Sidney. Atau di pulau Nusakambangan, yang hanya sak nyuk dengan pulau Christmas. Atau bisa ditempatkan scr tak terduga di pulau Bangka, untuk selangkah tepat ke Singapura.
    4. Meskipun gripen itu gado2 blok barat, tapi saya yakin jika ToT 100% itu bisa menjadikan orang kita yang jago ngoprek itu bikin gripen mutagenesis. Badan gripen mesin AL117s. Dijamin super agility dan super cruiser. Plus enteng nggotong apapun.

  12.  

    Catat perkiraan saya, pemerintah kita sekarang sangat pro AS. jadi kalau ada yang bilang visi pertahanan kita looking to the east, lupakan saja. Masih ada waktu 5 tahun untuk membuktikanya…

    sayaa sependapat dengan ini…
    sedari awal kampanye pun sudah ada dugaan seperti disebut bung wehrmacht
    jadi mst siap2 plan Bnya

  13.  

    Saya setuju sama pt di ingat direkturnya pernah berkata tidak akan pernah ada satu negarapun yang mau 100% tot teknologi pespur jadi bagaimana caranya agar teknologi itu bisa kita kuasai? cara yang sekarang dilakukan sudah benar reverse engineering dengan berbagai negara seperti mengumpulkan kepingan puzzle teknologi pespur dari berbagai vendor untuk mencari teknologi yang belum kita kuasai…cmiiw

  14.  

    Kalau kondisi politik dan ekonomi indonesia bagus maka tot thypon n gripen kemunkinan besar bisa berhasil melihat kondisi ekonomi belum stabil, pesawat tersebut sudah teruji tinggal mencontoh,menjiplak dan mengembangkanya. Untuk KFX agak meragukan karena riset tersebut belum tentu berhasil masih coba2 dan lg asu adalah negara pelit teknologi kemungkinan gagal besar apalagi pesawat yg akan dibuat generasi ke 4++. Pada akhinya kita akan rugi.tetap semangat

  15.  

    Kita tidak bisa hanya mengandalkan Typhoon ato Gripen semata bung,
    tahun 2020 kita dikepung F35 dari utara dan selatan, harus yang sepadan bung.

    Apakah peristiwa Bawean akan terjadi lagi?? F16 kita intercept malah ganti di intercept lawan??
    pilotnya ampe landing gemetaran????

    Pikir bung..

  16.  

    AirbusGroup:

    Melaui Airbus Transport International, salah satu divisi perusahaan bagian dari Airbus Group telah lama menjalin kerjasama dengan PT DI diantaranya kerjasama produksi bersama dan Transfer of Technology (ToT) pembuatan pesawat CN295. Kerjasama tersebut diharapkan terus berlanjut dan pihak Airbus Transport International akan selalu menunggu serta siap mendukung sepenuhnya setiap ada permintaan kerjasama dari Indonesia.

    Dalam kesempatan yang baik tersebut pihak Airbus Transport International juga menawarkan kerjasama pembangunan pesawat angkut untuk mendukung bantuan angkutan peralatan berat dan juga kerjasama pengembangan sistem pesawat tanpa awak (UAV).

    Selain itu, Airbus Group melalui divisi Airbus Helicopters juga menyatakan siap mendukung kemajuan teknologi di Indonesia. Sejauh ini Airbus Helicopters telah menjalin kerjasama dengan PT DI dalam pembangunan helikopter baik untuk kepentingan militer maupun komersil.

    ——->>>> Sedangkan melalui Eurofighter Typhoon yang juga merupakan divisi dari Airbus Group menyatakan siap mendukung program pengembangan pesawat tempur KFX/IFX khususnya dalam peningkatam system assembly di PT DI, Bandung.

    sumber: DMC

  17.  

    Plan d mesin pake saturn.

  18.  

    wah duh…. saturn kayak merk pcb saja ….. apa sekalian merk ronika ..?

  19.  

    Yang satu bilang sudah masuk blue print ,yang satu lagi bilang bakalan gagal ,gimana lagi yang lain ?masihkah sosmed di Indonesia jadi tempat sumber berita hoax seperti yang disampaikan Pak Jokowi beberapa hari yang lalu ?sungguh miris nasib bangsa kita sekarang ini kalau begini kualitas berita yang kita jadikan sumber berita alias banyak berita yang tidak layak dibaca dan dijadikan acuan !Selamat untuk pak Jokowi yang telah menginisiasi gerakan anti hoax !