Jul 122016
 

Nasib China dalam sengketa Laut Cina Selatan ditentukan hari ini Selasa (12/7). China hari ini menghadapi putusan dari sidang Pengadilan arbitrase internasional di Den Haag, Belanda terkait gugatan Filipina dalam sengkarut di Laut Cina Selatan.

Menghadapi sidang putusan tersebut Cina berulang kali menyatakan menolak yurisdiksi tribunal.

Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut Tiongkok Selatan. (grafis: inquirer.net)

Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut Tiongkok Selatan. (grafis: inquirer.net)

”Sekali lagi saya tekankan pengadilan arbitrase tidak punya yurisdiksi dalam kasus dan masalah yang relevan, dan tidak seharusnya menggelar sidang atau membuat keputusan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, dalam pernyataan di situs web resmi kementerian (30/6)

”Soal isu sengketa wilayah dan garis batas maritim, Cina tidak menerima penyelesaian sengketa dari pihak ketiga dan juga penyelesaian yang dipaksakan atas Cina,” dia menambahkan.

Sementara pihak Pemerintah Filipina, terpaksa mengajukan gugatan terhadap Beijing pada awal 2013. Alasannya, setelah 17 tahun bernegosiasi, mereka sudah kehabisan cara politik ataupun diplomatik untuk menyelesaikan sengketa. Filipina menggugat klaim sejarah Cina atas 90 persen Laut Cina Selatan. Sejak awal, Cina telah menolak pengadilan arbitrase dan tidak mau hadir dalam setiap sidang.

Kementerian Luar Negeri Filipina berharap Cina mematuhi keputusan pengadilan. ”Meski tidak hadir, Cina tetap menjadi pihak dalam arbitrase dan terikat di bawah hukum internasional oleh keputusan tribunal,” kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam pernyataannya.

Sidang pengadilan aribtrase Den Haag, Belanda hari ini memutuskan sengketa Filipina melawan China.

Sidang pengadilan arbitrase Den Haag, Belanda hari ini memutuskan sengketa Filipina melawan China.

Menurut Damos Domuli Agusman, pakar hukum internasional yang juga dosen di Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan, dari 15 butir gugatan Filipina dapat disarikan menjadi tiga pokok persoalan. Pertama, soal sembilan garis putus (dash line) yang tertera pada peta Cina, apakah bertentangan dengan hukum laut internasional, United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Kedua, apakah pulau/karang yang dikuasai Cina di Laut Cina Selatan berhak atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) landas kontinen. Terakhir, soal apakah aktivitas reklamasi pulau/karang di Laut Cina Selatan melanggar ketentuan UNCLOS tentang perlindungan lingkungan laut. “Putusan tribunal tidak akan memenangkan atau mengalahkan penggugat atau tergugat. Sebab, karakter putusannya hanya bersifat menafsirkan pasal-pasal UNCLOS terhadap fakta hukum yang dipersoalkan,” kata Damos.

Meskipun tidak menyelesaikan sengketa, keputusan itu dapat memecahkan teka-teki soal klaim sejarah sembilan dash line dan status pulau/karang di Laut Cina Selatan. “Jika dua hal ini terjawab, maka dasar-dasar perundingan bagi negara yang bersengketa akan makin jelas,” ujar Damos lagi.

Sejumlah pulau di Laut China Selatan yang disengketakan antar negara.

Sejumlah pulau di Laut China Selatan yang disengketakan antar negara.

Bagi Indonesia, menurut Damos, keputusan arbitrase tidak mengubah apa pun. Malah akan memastikan tidak adanya tumpang-tindih maritim dengan Cina seperti yang berulangkali ditegaskan Indonesia.

Sementara Pihak Pemerintah RI, melalui situs resmi kementerian luar negeri menyerukan Semua Pihak Menahan Diri dan Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Kawasan Menjelang Putusan Tribunal Laut Cina Selatan. Kemenlu menghimbau semua pihak tidak melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan ketegangan pasca putusan persidangan arbitrase.

Dalam kesempatan wawancara dengan tempo.com, Sekretaris Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri, Damos Dumoli Agusman, menegaskan Indonesia mencermati jalannya persidangan karena hampir semua keputusan tribunal atas gugatan Filipina akan berdampak pada konstelasi kasus Laut Cina Selatan (LCS). (marksman/ sumber : kemenlu.go.id dan tempo.co)

  26 Responses to “Nasib Laut China Selatan ditentukan Hari ini, China was-was….”

  1.  

    mbah bowo was was

    •  

      persiapan china menyambut hasil arbitrase
      https://www.youtube.com/watch?v=V89hRBqZUDU&feature=youtu.be

    •  

      Mana ada china was was. Sudah bisa diprediksi oleh eyang. Soal arbitrase internasional pastilah memenangkan filipina, dan china pastilah tidak mau terima keputusan arbitrase tersebut. Dan yang perlu dipikirkan gmana kelanjutannya…Klaim china bertentangan dengan klaim negara tetangganya termasuk Indonesia. Terus apa yang dilakukan Indonesia dan negara asean untuk melawan klaim china tersebut?? Perang?? Diplomasi (tentunya tak diinginkan china karena pastinya china merasa rugi dibalik kebesaran angkatan bersenjatanya plus dukungan ekonominya. Makanya china memainkan skenario ancaman, intervensi, provokasi militer terhadap negara tetangganya………….

    •  

      ada tulisan lawak, jadi mengingatkan bung PELAWAK
      Kok jarang dimari ya???

  2.  

    Jika china nolak ya pasti pakai cara militer

  3.  

    raine mbah bowo koyok sagon lempet

  4.  

    Mbah Bowo siap siap gemetaran di pojokan ketek istrinya ..wkwkwkwkjj

  5.  

    gak disini gak disana tiongkok memang belagu dan sombong

  6.  

    rakusnya minta ampun jadi manusia

  7.  

    yang pasti filipina yg menang dr china sedangkan yg lain cuma numpang (vietnam,malaysia,brunai)
    siap 2 deh china bakalan di kucilkan dunia internasional…,
    ha ha ha

  8.  

    mulai gelisah

  9.  

    Mau tdk mau china akn lakukan oprasi militer

  10.  

    Apa pun keputusannya, yang hrs dipahami tiongkok & malaysia adalah : ” NATUNA + LAUTNYA ADALAH BAGIAN NKRI “.

  11.  

    perang.. perang aja deh, yg pntng cina hancur di kapling2.

  12.  

    Wow semua pada siaga 1 antisipasi perang

    •  

      kalau gitu aku siap 2 buat mantekin fans rusu seperti jemuran….untuk di pajang jadi temeng agar pasukan china tidak nyasar ke wilayah indonesia
      ha ha ha

  13.  

    Klaim China atas seluruh LCS adalah Tak Terbantahkan katanya.
    Cie….Gaya !

  14.  

    ini seperti anak gendut yang merebut jatah kue anak lain padahal anak gendut tersebut sudah diberi jatah kue juga akhirnya anak yang lain pada melawan dan anak gendut bersikap cuek merasa dia paling besar dan kuat. dari kejauhan ada anak kecil kerempeng sudah lama memperhatikan polah tingkah anak gendut ini. Prinsip anak kecil kerempeng ” jangan coba – coba ambil kue aku” ato aku “silet “. iya “silet” senjata kecil tak terlihat namun sangat menyakitkan “konon” ini senjata paling ampuh untuk lawan ilmu kebal. mau coba …..

  15.  

    Dan hasilnya adalah……dinyatakan sebagai “reef” alias batu karang ? O My Gosh….

  16.  

    komen yg memalukan dan penyalah gunaan kesatuan khusus AD utk becandaan. inget sampeyan kan pernah ngaku PNS masa komentarnya seperti itu.

  17.  

    Hmmm… CIBAN (China Bandel) sudah kalah dalam putusan sidang arbitrase.

  18.  

    Udah ach jgn dong ngomongin bowo terus, emang dia sapa sih? Artis bukan, pejabat bukan, decition maker bukan, jgn nama bowo terus di pake becandaan, kita bosen dgrnya.. klo sekali dua kali gapapa, tp stiap ada artikel baru, pst deh isinya mbah bowo teruss… anehh kalian!!,,

 Leave a Reply