JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 292014
 
melak-kutai-barat

Salah satu jalan utama di Melak. Kuta Barat, Kaltim (Foto: ceritasonay.wordpress.com)

Balikpapan  – Komandan Pangkalan TNI AU Balikpapan, Kalimantan Timur, Kolonel (Pnb) Zulfahmi berjanji memberikan perhatian prioritas terhadap bekas pangkalan udara rahasia Belanda di Melak, Kutai Barat. “Saya akan meneruskan apa yang sudah dimulai pejabat sebelumnya,” kata Kolonel Zulfahmi, Sabtu. 27/12/2014.

Kolonel Zulfahmi menggantikan pejabat sebelumnya Kolonel (Pnb) Tri Budi yang pindah tugas ke Makassar sebagai Asisten Personel Komando Operasi Angkatan Udara II di Pangkalan Udara Hasanuddin. Adapun serah terima jabatan Danlanud Balikpapan telah dilaksanakan pada Kamis (24/12) lalu.

Dengan pesawat udara jenis T-50, Kolonel Tri Budi sebagai Danlanud Balikpapan beberapa kali mendarat di bekas pangkalan udara rahasia Belanda tersebut dan menggelar pertemuan dengan masyarakat.

Saat ini, pangkalan udara itu menyisakan dua landasan udara yang kondisinya masih cukup bagus. Kondisi itu berbeda dengan sejumlah bangunan yang dulunya perkantoran, barak, hanggar, dan gudang amunisi.

Dalam gudang amunisi juga tersimpan sejumlah bom yang masih aktif, meskikpun kondisinya sudah berkarat dan tampak tua.

Selain lahan yang ditumbuhi semak dan kelihatan tidak terurus, pada lahan bekas pangkalan itu ada masyarakat yang mencoba membangun rumah. Bahkan, menurut Kolonel Tri Budi, ada yang berusaha memperjualbelikan tanah pangkalan itu.

“Masalah itu yang akan kami tertibkan semua,” kata Kolonel Zulfahmi, yang sebelumnya bertugas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, sebagai Kepala Dinas Operasi.

Sejumlah catatan dari Perang Dunia II menyebutkan pangkalan udara rahasia Belanda di Melak tersebut bernama Samarinda II Airfield.

Pangkalan ini dibangun Belanda di antara Melak dan Long Iram, tidak jauh dari tepi Sungai Mahakam pada tahun 1936 dan mulai beroperasi 1938. Melak dan Long Iram sekarang termasuk wilayah administrasi Kabupaten Kutai Barat.

“Itu pangkalan besar, ada 2 runway (landasan pacu) dan diawaki 500 personel,” ujarnya.

Pada tahun 1936, Belanda menggunakan pangkalan itu sebagai antisipasi bila terjadi perang dan seluruh pangkalan udara lain dihancurkan musuh. (Antara).

Bagikan :

  37 Responses to “Nasib Pangkalan Rahasia Belanda di Melak”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    rencana yg sangat bagus untuk menambah pangkalan udara kita terutama untuk di guna kan oleh TNI AU,bila perlu simpan Bomber di situ

  3.  

    telu tenan gag

  4.  

    Kenapa baru sekarang di manfaatkan ???? kenapa gk dari dulu2 nih ??? hadeeh…

  5.  

    Wah mantap

  6.  

    “Salah satu jalan utama di Melak. Kuta Barat, Kaltim”
    Pesan saya jangan lupa akses jalan yang berkualitas juga dibangun

  7.  

    Cocok buat Pak Fa T-50 atau Mig-35 atau Su-35 atau Su-34

  8.  

    Lebih baik terlambat daripada tidak.
    Banyak lapter peninggalan belanda dan jepang yg bisa diperbaiki dan digunakan oleh TNI daripada harus membangun mulai dari nol.
    Contohnya di Sorong, ada bandara Jefman peninggalan Jepang yg mungkin bisa dijadikan lapter TNI AL/Marinir, tidak perlu membangun mulai dari Nol, cukup perbaikan dan penambahan panjang landasan ke arah laut. Di pulau2 lainnya masih banyak bandara2 spt itu. sayang kalau tidak dimanfaatkan utk pertahanan NKRI dijadikan semacam kapal induk tetap.
    Jaman dulu saja belanda/jepang mampu membangun dan memanfaatkan, sekarang tinggal memanfaatkan saja masa tidak mampu.
    Entah kalau kena “Wani Piro, Aku Oleh Opo”. cuma bisa tepok jidad. xixixixi.

  9.  

    pesawat amphibi terbaru dari jepang / russia ……
    \

  10.  

    sudah tahu membangun Pangkalan udara itu mahal, ini ada pangkalan udara besar dengan 2 runway dan strategis, kenapa tidak dari dulu dimanfaatkan dan dikembangkan hingga menjadi pangkalan udara yang permanen…….. ???

  11.  

    Di sekitar lokasi sudah dibangun perumahan dan perkantoran TNI AU. Sudah rame skrg. Malah tanah disekitar lokasi sudah dipatok sama warga..hadeuh

  12.  

    gara” udah lama di tempat gak ada sinyalnya sekarang baru bisa buka lagi

  13.  

    oklah….ada perubahan.

  14.  

    kagum saya ternyata aspal buatan belanda masih bagus sampai sekarang goood

  15.  

    Ya diidupin lagi aja, siapa tau fighter yang lagi patroli kayak t-50 pengen ngaso disitu

  16.  

    TNI punya gk ya kayak Cina, Amerika dll… pangkalan rahasia buat nyimpan pespur dan kapur di dalam bukit atau bawah tanah ??

    •  

      punya dong coba ente cari pangkalan tni yang ada di bukit kembar, disitu terdapat banyak alutsista nomer wahid mulai dari tipun, rafale, gripen, su-35, pakfa, f-35, raptor, bulava, topol, iskander, semua ada disitu. kalo ente beruntung pasti ketemu kalo ndak ktemu berarti belom beruntung dan silahkan coba lagi 😀

  17.  

    banyak lapter bekas penjajahan jepang ataupun belanda di negeri ini yang terbengkalai. Lapangan terbang cikasur di gunung argopuro salah satunya konon dulu dibuat tahun 1940 an. Lapangan terbang seperti ini cocok sekali untuk pangkalan rahasia sebab lokasi di puncak gunung dan jauh dari rumah penduduk. Smoga TNI bisa memanfaatkannya asal ada duit..

  18.  

    Kriteria sebuah kerahasiaan apa tidak bergeser ya…., dengan perkembangan iptek yg ada sekarang……..????? Dahulu kala he he…..boleh dibilang sangat rahasia, tetapi untuk saat ini apa masih memenuhi kriteria kerahasian………………? mohon maaf jika salah kata. Moga sehat2 semua

  19.  

    Aleutian dulu…yang lengkap..setelah itu dipikirkan utk pesawat apa…
    kira kira…..mungkin….utk pesawat tempur jenis apa??

  20.  

    Masih nunggu penampakan????????

  21.  

    Wahhhh…bandarax pas dekat rumah adik saya nich di kubar.lokasi pangkalan udara milik TNI AU ini di jln.poros Ngenyan Asa.ngga jauh dri situ jga…kurang lebih 800 meter ada bangunan bekas benteng pertahanan belanda…bentengx/tembokx doank.ijin share aja bung

 Leave a Reply