Mar 082015
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo ikuti prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo ikuti prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

Denpasar – Rapat Pleno Partai Demokrat di Pantai Sanur, Bali mencermati dengan serius situasi politik, ekonomi, kesejahteraan dan gonjang-ganjing di sektor penegakan hukum belakangan ini. “Kami memberikan dukungan agar Presiden Jokowi benar-benar mandiri dan bertanggungjawab penuh atas semua persoalan,” kata Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono, dalam konferensi pers seusai rapat pleno, Sabtu, 7 Maret 2015.

Yudhoyono berharap Jokowi untuk tidak terlambat dan keliru menangani masalah hukum hingga soal diplomasi yang saat ini berkembang dinamis. Agar situasi tidak bertambah rumit, ujarnya, kami percaya Presiden dapat mengatasinya dengan baik.

Wartawan tidak diberi kesempatan bertanya dalam jumpa pers sehingga tidak bisa menanyakan lebih jauh makna dibalik pernyataan SBY agar Jokowi harus mandiri. Memang, sejumlah pengamat menilai selama 110 hari pemerintahannya, Jokowi disetir oleh Megawati, Surya Paloh, Jusuf Kalla dan elit partai lainnya.

Hal ini terlihat dalam penyusunan Kabinet Kerja, Jaksa Agung hingga pengangkatan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Budi Gunawan adalah ajudan Megawati ketika menjadi wakil presiden dan presiden. Megawati sangat marah ketika Susilo Bambang Yudhoyono, ketika itu Menko Polkam, berencana maju dalam Pemilihan Presiden 2004.

Yudhoyono dan Jusuf Kalla akhirnya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, mengalahkan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Sejak itulah Megawati menolak keras partainya masuk dalam kabinet dan menolak bertemu dengan Presiden Yudhoyono. SBY pernah mengakui ada persoalan komunikasi antara dirinya dengan Megawati.

Apakah Yudhoyono menyindir Megawati dengan pernyataannya agar Presiden Jokowi lebih mandiri ? Belum jelas benar. Namun Partai Demokrat, kata Yudhoyono, memiliki garis politik yang jelas dalam berhubungan dengan pemerintahan. Kader partai yang ada di lembaga eksekutif seperti Gubernur dan Bupati harus loyal kepada Presiden dan menjalankan kebijakannya.

“Itu etika politik yang dipegang PD,” kata Yudhoyono yang merupakan pendiri Partai Demokrat. Adapun partai memberikan dukungan penuh untuk keputusan yang tepat dan sesuai aspirasi rakyat.

Sikap yang lain adalah kritis dan tidak setuju terhadap kebijakan yang nyata-nyata keliru, menyalahi undang-undang dan common sense rakyat Indonesia. Di DPR, ujranya, kami tidak akan masuk ke koalisi manapun dan tetap menjadi partai penyeimbang

Rapat pleno Partai Demokrat memutuskan kongres akan dilaksanakan pada Mei 2015. Ada tiga pilihan lokasi, yaitu Bali, Surabaya dan Jakarta. SBY mengaku kini lebih leluasa mencurahkan waktu mengkonsolidasikan partai sehinga optimistis partainya jaya kembali. (Tempo.co).

  104 Responses to “Nasihat SBY untuk Jokowi”

  1.  

    Mangknya dy terpilih rakyat 2x, saya lebih memilih kata 2x terpilih dari pada menulis kata Menang 2x

  2.  

    mungkin maunya gak cukup dengan protes tapi di serang dengan alutsista jadul yg waktu itu belum banyak alutsista yg berdatangan, termasuk saat sonora main nyelonong di ambalat maunya di tembak dengan meriam macet yg pelurunya basi

    Masih untung presiden sebelumnya mampu modernisasi TNI, coba klo gak dimoderinasi bakal jadi kambing hitam kalau TNI gagal amankan Bali nine gara-gara gak punya KCR dll

    Bersyukurlah Bung

  3.  

    Pak SBY

    Jangan

    biarkan negara ini disetir

    Sekelompok orang

    Bahkan presiden yg sosoknya

    Dulu kami cintai

    Smakin lama

    Sudah tak berdaya

    Presiden

    kami seperti boneka

    Presiden yg skrg ini

    Saya yakin anda sudah mempersiapkan

    Sesuatu

    Apapun itu sy mendukung dan mendoakan

    Anda pasti bisa pak SBY

    We miss You

  4.  

    setelah itu Pasti ngadu sama simbok ………… wk wk wk !

  5.  

    ngadu sama om brewok jg

  6.  

    kangen dengan pak sby

  7.  

    lau aq ngarep pak SBY jadi presiden lg koen kate lapo cok…

  8.  

    Bukan cuma mengecewakan bung, tapi memalukan presiden terpilih yg dikontrol oleh mpoknya, seolah-olah tanpa masukan dari mega jokowi tidak berniat menghukum mati padahal saya yakin jokowi akan menghukum mati bali nine tersebut

  9.  

    KESUKSESAN 10 TAHUN D BANDINGKAN DGN 4 BULAN,LOGIKA KALIAN DIMANA PARA PEMUJA SBY …?
    RATU NARKOTIK AUSTRALIA D BEBASKAN APA ITU PRESTASI…?

    •  

      baru beberapa bulan elpiji naik, bensin naik tidak ada sosialisasi,tarif listrik naik, tarif angkutan naik, harga sembako naik, rupiah jeblok, wong cilik sengsara penghasilan tidak naik, mana janji ini-itu saat kampanye kemarin..

    •  

      anda membandingkan salah, gak adil. 10 tahun dibanding belum setahun.
      dibandingkan 6 bulan pertama setelah jadi presiden itu baru adil dan tidak menyalahkan pemerintahan sebelumnya, karena presiden itu ngemban tugas memakmurkan rakyat salah satunya. kalau rakyatnya dibuat susah berarti salah rakyatnya yang memilih.

    •  

      mengendalikan kader partai aja gk mampu,bnyak kader korup,gitu kok d banggain,sok nasehat lagi…

  10.  

    Apkh Ramalan Joyoboyo. . . . . .NOTO NOGORO akn terbukti. . . . . ?

    •  

      Wah kalo patokannya itu, berarti masih lama banget donk Indonesia sejahtera. Paling cepet tahun 2029, itu juga kalo presiden yg kepilih di 2019 namanya berakhiran Go, dan di 2024 berakhiran Ro. Juga dengan asumsi kedua orang itu cuma menjabat masing2 5 tahun. Kalo missal Pak Jokowi 2019 kepilih lagi, terus si Go muncul di 2024 dan menjabat 10 tahun, kemudian, Ro muncul di 2034 dan juga 10 tahun menjabat… bisa2 2044 kita baru sejahtera hahahaha

  11.  

    aku tdk merindukan sby. aku nyesal dulu milih sby 2x

  12.  

    bpk.ir.jokowidodo 2 periode

  13.  

    Gue Rindu SOEKARNO .titik.

  14.  

    Senior kasih guidance ke junior kan hal wajar. Jangan contoh saya yg DO kuliah karena minta bimbingan skripsi ke tukang kebon kampus…soalnya dosen saya sotoy sih.
    Btw, siapapun RI1nya, alasan sy milih pemimpin(kepilih/ga kepiilih) 7annya tingkatin kualitas&kenyamanan hidup…..kl itu menurun ya kritisi…hasil baik beri apresiasi….kl keterlaluan ya turunin. Bbrp wktu belakangan, bangsa ini sy yakin sdh banyak dapat pelajaran berharga. tabik.

 Leave a Reply