Okt 022017
 

Pemimpin HIzbullah Sayyid Hassan Nasrallah

Beirut – Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada Minggu, 1/10/2017 menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merusak kesepakatan nuklir Iran dan menyulut perang di Wilayah Timut Tengah.

“Ia (Netanyahu) saat ini bekerjasama dengan (Presiden AS Donald) Trump untuk merusak kesepakatan tersebut dan menggiring wilayah ini ke dalam perang,” ujar Nasrallah dalam pidato yang ditayangkan televisi untuk memperinati Asyura, Hari Ke-10 bulan Muharram. Asyura adalah hari berkabung di kalangan kaum Syiah untuk memperingati wafatnya Imam Hussein bin Ali R.A.

“Mereka tidak memiliki penilaian yang benar mengenai ke mana perang ini akan bergerak, jika mereka menyulutnya, dan tidak mengetahui bagaimana itu akan berakhir,” ujar pemimpin Hizbullah itu, sebagaimana dikutip Xinhua. Hassan Nasrallah memperingatkan Israel akan membayar harga yang sangat besar akibat kebijakan keras kepala Netanyahu.

Nasrallah juga menekankan menyeru Israel, dan mengatakan Pemerintah Israel memimpin negerinya menuju kehancuran dan akhir. Dia menegaskan bahwa kemampuan Hizbullah tidak boleh diremehkan.

“Saya menyeru kaum Yahudi non-Zionis agar meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki dan pergi ke negara asal mereka, sebab mereka mungkin tak punya waktu lagi untuk pergi jika perang meletus,” ujarnya.

Sebelumnya, para pejabat Palestina mengecam sikap bias mencolok Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, yang menyatakan “hanya dua persen” Wilayah Tepi Barat, Palestina yang diduduki Israel, demikian laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA, Jumat, 29/9/2017.

“Duta besar AS untuk Israel tersebut sekali lagi telah membuktikna ia sepenuhnya hilang dari kenyataan,” ujar Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang dikutip WAFA.

Dalam satu wawancara baru-baru ini dengan media Israel, Friedman menyatakan “hanya dua persen” Wilayah Tepi Barat Sungai Jordan yang diduduki oleh Israel.

Sikap Friedman mencerminkan ideologi pemukim dalam pemerintah koalisi sayap-kanan Israel daripada pemerintah-demi-pemerintah yang telah mengklaim menanam modal pada perdamaian, kata Ashrawi.

“Pendudukan itu ada. Permukiman tidak sah berdasarkan hukum internasional dan merupakan kejahatan perang. Semua fakta ini dan kenyataan sudah jelas,” ujarnya. (Antara/Xinhua-OANA).

  7 Responses to “Nasrallah Tuduh Netanyahu Giring Kawasan Menuju Perang”

  1.  

    Seepertinya hizbullah menentang referendum kemerdekaan kurdi karna bisa mengancam kawasan yg bisa ditunggangi oleh pihak2 yg memiliki keuntungan didalamnya

    Hahhahaaa

  2.  

    Pemimpin Sunni

  3.  

    NUke Israel….only then peace come to the world….

  4.  

    Halah cuma koar2, tetap aja AS membela Israel mati2an walau sudah melanggar HAM berat tetap gak dapat sangsi! Giliran RI mempertahankan kedaulatan dr extreemis, radikalis dan pemberontak dibilang pelanggar HAM berat sampe kena sangsi dan embargo! Kita tunggu aja perang akhir Zaman dlmkehancuran Zionis Israel dan sekutunya! Ealah omong apa aku iki!he3

  5.  

    Dalangnya tukang kompor (Israel), promotornya yang bagian ngomporin (AS) dan combatannya yang jadi wayangnya….(iki sing paling apes, selamat syukur, modyar pasti)

  6.  

    ISRAEL SEDANG MEMECAH BELAH TIMUR TENGAH KARNA KALO TIMTENG BERSATU MAKA HANCURLAH ISRAHELL