Jan 022016
 

aircraft carrier

Sebuah dokumen keamanan nasional Rusia yang menganggap ancaman utama Rusia adalah NATO telah ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Disinggung bahwa “kebijakan dalam dan luar negeri independen” Rusia telah memicu “aksi balasan” dari Amerika Serikat dan sekutunya. Rusia menuduh negara-negara ini berusaha mendominasi dunia. Konflik di Ukraina, yang mulai terjadi pada tahun 2014, menyebabkan sangat memburuknya hubungan Rusia dengan Barat.

Strategi Keamanan Nasional perbaruan yang ditandatangani Presiden Putin pada hari Kamis (31 Desember) tersebut adalah aksi terbaru dari serangkaian kebijakan yang dipandang kritis terhadap NATO. Pada tahun 2014, Rusia mengumumkan perubahan doktrin militer dengan memasukkan masalah Ukraina dan kehadiran NATO di Eropa timur.

aircraft carrier ru

Penasehat Kremlin, Mikhail Popov, saat itu mengatakan perluasan NATO dalam beberapa tahun terakhir berarti pakta pertahanan tersebut semakin mendekati perbatasan Rusia dan menjadi “ancaman eksternal” bagi negaranya. Albania dan Kroasia bergabung dengan NATO pada tahun 2009. Di tahun 2011, anggota pakta tersebut mengakui empat calon anggota, Bosnia, Georgia, Macedonia dan Montenegro.

 

Sumber: BBC

  7 Responses to “NATO, Ancaman Utama Rusia”

  1. One and forover

  2. duo 43v312

  3. duo

  4. Sepi pada liburan tahun baruan,,

  5. DUNIA SEMAKIN EDAN MKA PERSIAPKANLAH DIRIMU SEBELUM BERPERANG MENGHADAPI DAJJAL DAN PENGIKUT2X YG SDH JELAS DI MATA KEPALA KITA TP MSIH MNTUP PENYAMARAN DGN RAPI
    INGAT BANGSA NUSANTARA ADALAH BANGSA PILIHAN YG BISA MUSNAHKAN DAJJAL DRI ALAM SEMESTA BUMI TERCINTA INI

    • bangsa nusantara dr hongkong,lah ngurus penjahat dl negri aja kesusahan apalagi dr luar, kl ngimpi boleh asala gak ketinggian,dr diri sendiri aja negri kt blm mampu ngapain ngurusin dr luar.

  6. Pemerintahan Indonesia harus menyatakan dengan sejelas2nya bahwa tiongkok adalah ancaman kestabil wilayah asia dan jangan pura2 lemah! Tunjukkan keganasan yang mutlak kepada negara agresor

 Leave a Reply