May 192018
 

Pasukan angkatan darat Inggris dalam latihan gabungan NATO di Estonia. © British MoD

JakartaGreater.com – Sebanyak 29 Kepala Pertahanan Sekutu dijadwalkan bertemu di Markas NATO yang baru di Brussels, Belgia pada hari Rabu untuk meninjau dan membahas isu-isu kunci militer menjelang pertemuan para Menteri Pertahanan NATO di bulan depan, seperti dilansir dari laman British Forces News.

Rusia, Irak dan Afghanistan telah menjadi agenda utama pada sesi Komite Militer NATO.

Rusia telah menjadi perhatian utama bagi para pemimpin NATO sejak pencaplokan Moskow atas Krimea pada 2014. Namun, ketegangan telah meningkat baru-baru ini karena Moskow disalahkan atas keracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Pesawat Rusia telah semakin menguji pertahanan udara NATO saat mereka terbang sangat dekat dengan pesawat NATO. Awal bulan ini, jet tempur berkecepatan tinggi Rusia nyaris membuat celaka pesawat pengintai AS di atas laut Baltik.

Menanggapi agresi Rusia ini, aliansi NATO telah mengirimkan grup tempur untuk meyakinkan negara-negara yang gugup dan berbatasan dengan Rusia. Saat ini NATO merencanakan pamer kekuatan yang jauh lebih besar di darat, laut dan udara.

Latihan “Trident Juncture 18” akan berlangsung November ini di Norwegia dengan lebih dari 40.000 peserta dari lebih dari 30 negara.

Jenderal Denis Mercier, Panglima Tertinggi Transformasi Sekutu, mengatakan:

“Latihan ini adalah contoh utama dari sekutu NATO dan mitra yang telah bekerja bersama di masa damai serta dalam krisis. Ini akan menjadi salah satu latihan terbesar NATO dalam beberapa tahun terakhir”.

Pimpinan NATO juga telah mempertimbangkan Afghanistan dan meningkatkan misi pelatihannya di sana dengan mengirim tambahan 3.000 pasukan untuk bergabung dengan 13.000 pasukan yang sudah ada di sana.

Namun, secara keseluruhan NATO mengatakan kekerasan berada ditingkat terendah dalam lima tahun terakhir karena pasukan Afghanistan secara bertahap melemahkan kekuatan para pemberontak.

Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Tertinggi Sekutu Eropa, mengatakan:

“Kami telah memiliki tahun kedua memberi tekanan pada Taliban dan tekanan yang cukup saat kami melihat ke masa depan. Apa yang saya harapkan adalah lebih banyak dari mereka untuk duduk bersama demi rekonsiliasi dan kami harus mencapai titik negosiasi”.

Di Irak, NATO bermaksud untuk membentuk misi pelatihan permanen dan akademi militer.

Namun dengan ulama anti Barat, Muqtada al-Sadr yang memegang keseimbangan kekuasaan di negara itu, tidak jelas pasukan penyambutan apa yang akan diterima oleh aliansi NATO.

Jenderal Petr Pavel, Ketua Komite Militer NATO, mengatakan:

“Mengenai pelatihan NATO dan misi peningkatan kapasitas di Irak, para kepala pertahanan mencatat perlunya NATO melanjutkan diskusi dengan pemerintah Irak yang baru setelah dibentuk”.

Berbagi

  26 Responses to “NATO Berencana Pamer Kekuatan Lebih Besar”

  1.  

    kangen mbah bowo

  2.  

    Knpa disana sana pd ribut2 tp di asean adem adem aja ya..
    Siapa yg lbh besar py kepentingannya di asean ini, apakah china usa rusia jepang eropa..

    Byk pengamat memperkirakan jikalau jerman (partai ultra kanan berkuasa) dan dg unieropanya sudah solid dan kuat akan melepaskan diri dari nato…

    Lalu bgmn kekuatan militer indo pada saat nato sudah pecah..
    Apakah selalu berlangganan dibawah australi…
    Tidak sedikit dr kalangan sipil yg berharap indo bisa lebih mesra lgi dg china..

  3.  

    sepanjang Fifth Reich masih dipimpin feminis fuhrer Merkel dengan rantai pacifisnya dan selama masih ada Bundeswehr bukan Wehrmacht selama itu pula militer eropa nungging shilit sama Asu

  4.  

    Cuma untuk menggertak Rusia saja sampai harus mengumpulkan 40.000 pasukan dari 30 negara, NATO luar biasa
    xixixixixi

  5.  

    Walau NATO terdiri dr negara2 Eropa yg maju dan kuat tetap masih dibawah kendali AS. NATO ibarat gerombolan serigala yg terkoordinasi dlm memangsa negara seteru dimana Alfa selalu dipegang AS.he3

 Leave a Reply