Jul 142017
 

Alat pendeteksi ranjau darat AN-19/2 buatan Austria. © Schiebel Group

Berdasarkan kontrak dengan Badan Pendukung dan Pengadaan NATO (NATO Support and Procurement Agency/NSPA), pabrikan Schiebel Group dari Austria akan mengirimkan 700 unit Set Pendeteksi Ranjau AN-19/2, seperti dilansir dari Defence Blog.

Alat pendeteksi ranjau buatan Austria tersebut telah berfungsi sebagai detektor standar di banyak angkatan bersenjata di dunia, termasuk sebagian besar negara anggota NATO.

Karena desain modularnya, detektor ini memberikan fleksibilitas maksimal bagi pengguna serta kemudahan perawatan, menjadi sejumlah alasan kenapa produk ini terkenal selama beberapa dekade.

AN-19/2 adalah salah satu detektor ranjau yang paling banyak digunakan di dunia. Alat ini dioperasikan di banyak negara anggota NATO dan sebagai set pendeteksian logam standar Angkatan Bersenjata AS, yang disebut dengan AN/PSS-12 (Amerika Serikat).

Cocok untuk pengintaian yang cepat dan akurat serta dapat dipergunakan di semua iklim, termasuk air tawar dan air asin, AN-19/2 adalah produk yang ringkas, berkualitas tinggi dan awet (tahan lama).

Bagikan:

  2 Responses to “NATO Borong 700 Detektor Ranjau Buatan Austria”

  1.  

    kok mami rika jg borong….??? emang mami rika g bisa apa bikin yg spt ini….?

    •  

      Mungkin barangnya terlalu sepele bang, lagian harganya juga kecik kali…… memang sih fungsinya sangat vital kalo di medan perang.

      Indonesia perlu borong juga ni barang, persiapan aneksasi Sabah Sarawak…… siapa tau banyak ranjau pisang di sana….. xixi….

 Leave a Reply