Jan 282019
 

JakartaGreater.com – NATO mempercayai bahwa drone tempur serta target misil AS untuk pertahanan balistik tidak melanggar Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF), hal tersebut dinyatakan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Jumat.

“Masalah-masalah ini telah dibahas selama beberapa tahun, masalah UAV, rudal balistik dan target, yang digunakan untuk menguji pertahanan balistik. Sistem ini tidak melanggar perjanjian INF”, kata kepala NATO, menanggapi pertanyaan dari TASS pada konferensi pers di Brussels.

Seperti yang telah ditegaskan oleh Stoltenberg, Rusia terus mengangkat masalah ini untuk membelokkan ketegangan dari masalah sebenarnya yang ditimbulkan oleh rudal-rudal baru Rusia seperti yang ia yakini.

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya menyatakan bahwa pihak Washington menafsirkan kewajiban perjanjian INF tersebut dengan cukup bebas ketika itu menghalangi penciptaan persenjataan yang penting bagi mereka.

Ballistic Missile Defense System Overview © Missile Defense Agency via Wikimedia Commons

Ini menyangkut penggunaan target misil (Hera, LRALT dan MRT) selama uji senjata perisai rudal, karena karakteristik mereka itu mirip dengan kemampuan rudal jarak menengah dan yang lebih pendek, yang mana telah Amerika Serikat kategorikan sebagai rudal permukaan-ke-udara yang diizinkan oleh perjanjian internasional.

Sebaliknya, spesialis Rusia meyakini bahwa pengembangan teknologi untuk produksi dan penggunaan rudal dengan berbagai kemampuan oleh AS yang dilarang dalam INF sedang diuji mereka dengan kedok uji peluncuran pertahanan rudal ini.

Pada bulan Oktober 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mencatat bahwa penggunaan drone (UAV) bersenjata oleh AS adalah pelanggaran langsung dari perjanjian INF karena UAV itu, sebenarnya tidak berbeda dengan cara apa pun dari rudal jarak menengah dan jarak pendek.

  2 Responses to “NATO: Target Misil, UAV Tempur AS Tidak Langgar INF”

  1.  

    Sdh ….kembali saja ke rencana semula. Rencana AS dng senjata perang bintangnya. Sementara Rusia dibebaskan membuat senjata anti satelit. Jd perundingan selesai…hehehe

  2.  

    NO ACTION TALK TALK ONLY