NATO Tingkatkan Belanja Pertahanan Tetapi Masih Jauh dari 2 Persen

27
Serdadu Jerman di Heuberg © Ulrich Baum Garten via Deutsche Welle

JakartaGreater.com – Sementara tujuh negara NATO mencapai target pengeluaran pada tahun 2018, pengeluaran Jerman masih tertinggal. Sekjen NATO Jens Stoltenberg merasa puas bahwa pengeluaran kini bergerak ke “arah yang benar”, tetapi apakah itu cukup bagi Presiden AS Donald Trump?

Seperti dilansir dari laman Deutsche Welle pada hari Kamis, Anggota sekutu NATO Eropa telah meningkatkan anggaran pertahanan tahun 2018, dengan kenaikan besar di Baltik, Polandia dan Belanda, menurut angka terbaru.

Sementara pengeluaran Kanada telah turun, Jerman masih tertinggal dan hanya enam dari 30 anggota NATO, tidak termasuk AS, yang memenuhi target pengeluaran yang diminta oleh Presiden AS Donald Trump.

Pengeluaran Jerman sebenarnya sudah naik tahun lalu tetapi tetap relatif stabil terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Berlin pun sebelumnya telah menarik beban terberatnya atas klaim Trump tentang freeloading oleh anggota NATO.

Eropa hampir mencapai tujuan

Dengan pengeluaran Eropa naik secara keseluruhan, mencapai tertinggi dalam 5 tahun yaitu 1,51 persen dari PDB, Inggris, Estonia, Yunani, Latvia, Lithuania beserta Polandia memenuhi tujuan 2 persen, menurut laporan tahunan NATO 2018.

Bulgaria, Baltik dan Belanda bahkan melonjak dengan lebih dari 20 persen pada tahun 2018 dibandingkan dengan 2017.

Eropa secara umum telah didorong memberikan lebih banyak anggaran militernya setelah pencaplokan Rusia atas Ukraina (Krimea) tahun 2014, militan ISIS dan tuntutan Trump untuk berbagi biaya mempertahankan Eropa.

Anggota NATO pun telah berjanji untuk mencoba mencapai target pada tahun 2024 tetapi kemajuan lambat telah membuat marah Trump, mendorongnya pada Agustus tahun lalu dengan mengancam akan menarik diri dari aliansi jika mereka tidak segera meningkatkan anggaran belanja pertahanan.

Negara-negara Eropa berpendapat bahwa memperoleh keamanan bukan hanya tentang target pengeluaran. Selain itu, meskipun ada tingkat pertumbuhan yang disambut baik, kenaikan PDB telah membuat pencapaian angka 2 persen relatif sulit.

Anggaran Jerman tetap stabil

Ekonomi terbesar Eropa, Jerman, menginvestasikan tambahan € 1,5 miliar atau sekitar US $ 1,7 miliar dalam belanja pertahanan tahun lalu, menaikkan angka menjadi hampir € 42 miliar atau sekitar $ 47 miliar dan mempertahankan tingkatnya sebagai persentase PDB yang stabil pada 1,23 persen.

Hal tersebut membuat Jerman berada di ujung paling bawah spektrum, dengan AS di 3,39 persen, sementara Belgia dan Spanyol tetap di bawah 1 persen dari output ekonominya. Pengeluaran Kanada telah turun hampir 11 persen dari tahun lalu.

Arah yang benar

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kenaikan itu menunjukkan “kami bergerak ke arah yang benar”. Dia sebelumnya juga telah berargumen bahwa NATO sedang mengalami perubahan signifikan dalam pembelanjaan karena berusaha menghalangi Rusia dan mengalami modernisasi terbesarnya dalam beberapa dekade terakhir.

Dari tahun 2016 hingga 2020, negara-negara NATO tidak termasuk AS diperkirakan akan meningkatkan anggaran pertahanan mereka sebesar US $ 100 miliar.

6 KOMENTAR

  1. Pakta Warsawa sdh bubar kenapa NATO Mash d pertahankan. Kalao sistem perang aliansi dipertahankan maka hal tsb bisa memicu perang skala besar. KarenA sistem aliansi kalao salah satu negara aliansi di serang maka aliansi membantu hal ini bisa memincu konflik menjadi lebih besar dr pd perang di antarA kedua negara karena semua negara aliansi semua terlibat perang. Kalao byk yg terlibat perang terus siapa yg menjadi penengah untuk merendahkan konflik tsb. Jd alangkan Baiknya kalao sistem aliansi di hapuskan.