Negara Arab dan Afrika Ingin Beli Senjata dan Tank Pindad

28
31
Pindad SS3, 7.62mm rifle
Pindad SS3, 7.62mm rifle

Jakarta – PT Pindad sedang menunggu keputusan Kementerian Perdagangan terkait keinginan negara Kamerun, Nigeria, Yordania, dan Namibia, untuk membeli senjata dan tank buatan Indonesia.

Dalam pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, negara-negara itu menyatakan ingin membeli produk PT Pindad. Buyer importir negara tersebut juga langsung mendatangi pabrik PT Pindad, di Bandung.

“Saya sudah lapor ke Pak Menteri Perdagangan. Nanti Kemendag akan bicarakan dengan mereka, barang apa saja dan jumlahnya berapa,” ujar Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose. Menurut Abraham, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah memberikan dua opsi. Pertama, Menteri Perdagangan meminta Pindad melakukan proses ekspor secara langsung dan kedua, counter trade. “Kelanjutan ekspor mesti ada perizinan yang kita lewati, makanya kita diminta report ke Kemendag dan akan dilakukan konsolidasi bagaimana pola perdagangannya,”terangnya.

Panser Badak Pindad
Panser Badak Pindad

Perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 memang sudah berakhir, tapi ada beberapa perjanjian perdagangan yang berlangsung di luar TEI. Ada sejumlah buyer dari Nigeria, Yordania, dan Namibia yang melanjutkan perjalanan bisnis ke PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. Ketiga negara sedang menjanjaki pembelian tank dan senjata.

Sumber : Okezone.com

28 KOMENTAR

    • Ini kesempatan buat kita untuk menguji persenjataan produk dalam negeri “battle proven” — memang persenjataan kita sudah dibawa pasukan garuda tapi hanya berperan sebagai penjaga perdamaian, tidak digunakan dalam kontak tembak dan tekanan perang yang sesungguhnya selama berminggu- minggu dan berbulan-bulan, artinya sampai berapa kuat dan seberapa awet senjata kita bisa diandalkan dalam kondisi perang yang jelas kurang perawatan, masuk air, kena pasir gurun, jatuh ke lumpur, terlempar dari kendaraan, dsb.
      Sayangnya jika kita mengekspor barang-barang ini ke negara-negara yang dilanda konflik, siapa berani jamin bahwa peralatan kita tidak akan jatuh ke tangan yang salah? Sudah siap dengan kemungkinan bahwa produk senjata kita bisa jatuh ke tangan ISIS (misalnya) baik lewat rampasan atau lewat “permainan” ?

  1. Baru jual bedil, badak, anoa, aja sudah lumayan laris..

    Apalagi jualan RHAN 122 mm,
    Belum lagi jualan rcws modifan,
    Belum lagi jualan turet
    Belum lagi jualan amunisi canon..
    Belum lagi jual rudal yg lebih canggih (kapan ya ??)

    Hahaha moga dagangannya makin banyakkkk..

  2. Produk indonesia sering dikatan modelnya desainnya biasa2 aja.
    Bagi para insinyur indonesia alat perang yg berkualitas bukan dilihat dri desainya, tpi kegunaannya dan mematikan, kalau panser desaintnya bagus bkan panser atau kendaraan tempur tpi kendaraan model tempurr alias artis kendaraan. Hahahahaha ..

  3. ..Pertama, Menteri Perdagangan meminta Pindad melakukan proses ekspor secara langsung dan kedua, counter trade..

    opsi kedua (counter trade / imbal beli) biasanya permintaan pembeli, klo mereka gak minta kita beli barang mereka, ya gak usah pindad yang nawarin..

  4. segera ditindaklanjuti dan direalisasikan,supaya pasar export Alutsista Made in Indonesia semakin luas dan besar di pasar internasional,positifnya kita bisa menambah defisa negara,dana pengembangan Alutsista berikutnya,kemandirian yg tinggi.