Jan 272018
 

Rudal permukaan ke udara jarak menengah, Akash buatan India. © Reuters

JakartaGreater.com – Negara ASEAN dikabarkan tertarik membeli persenjataan yang dibangun secara mandiri di India, seperti rudal permukaan ke udara (SAM) Akash dan rudal jelajah BrahMos, seperti dilansir dari laman Financial Express.

Ketika 10 pemimpin ASEAN berkumpul dalam ASEAN-India Commemorative Summit di New Delhi pada hari Kamis, sejumlah sumber mengatakan kepada Financial Express bahwa ekspor rudal Akash dan BrahMos akan menjadi agenda utama.

Sebagai bagian dari kebijakan “Act East”, India semakin meningkatkan keterlibatannya dengan negara-negara Asean di bidang keamanan maritim, latihan militer, investasi dan perdagangan.

Rudal jelajah BrahMos ditampilkan di ajang IMDS 2007. © Wikipedia

Tahun lalu, pemerintah India telah mengatakan bahwa mereka telah menetapkan target untuk mengekspor persenjataan senilai US $2 miliar di tahun 2019, enam kali lipat dari ekspor India saat ini. Pemerintah India telah mengizinkan industri pertahanannya untuk mengalokasikan 10% dari produksi untuk pasar ekspor.

Industri pertahanan sebelumnya hanya dapat mengekspor setelah memenuhi pesanan dari Angkatan Bersenjata India.

Berbagai laporan menunjukkan bahwa India mempertimbangkan untuk memasok rudal tersebut ke negara Asia Tenggara. Pada tahun 2016 yang lalu, sejumlah laporan media menunjukkan bahwa 11 negara termasuk Malaysia, Thailand, Indonesia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Cile dan Brazil telah berminat untuk membeli rudal BrahMos.

Akash adalah rudal permukaan ke udara mobile jarak menengah yang di kembangkan oleh Defense Research and Development Organization (DRDO) dan di produksi oleh Bharat Dynamics Limited (BDL).

Sistem rudal permukaan ke udara ini dapat menargetkan pesawat terbang sejauh 30 km pada ketinggian hingga 18 km.

BrahMos adalah rudal jelajah supersonik jarak menengah yang mampu diluncurkan dari kapal selam, kapal laut, pesawat terbang dan platform darat.

Bagikan Artikel :

  23 Responses to “Negara ASEAN Tertarik Beli Rudal BrahMos dan Akash”

  1. Yang jelas bukan Indonesia…. Indonesia tdk akan perang…

  2. Apa beda tertarik sma minat

  3. Russia in talks over sale of ‘unique’ S-400 to Middle East & Southeast Asia – defense chief
    Published time: 23 Jan, 2018 14:36

    FILE PHOTO: Russian S-400 air defense systems . © Reuters
    Moscow is in negotiations to sell its “unique” S-400 air defense systems to Middle Eastern and Southeast Asian states, the Russian defense minister said. The talks follow a recent deal between Russia and Turkey.
    The “unsurpassed performance capabilities” of the S-400 lie at the heart of Ankara’s decision to purchase the Russian-made systems, Defense Minister Sergey Shoigu said during his tour of the Southeast Asian countries.

    “Other countries have also expressed their interest in purchasing the S-400 complexes, including states in the Middle East and Southeast Asia,”Shoigu said on Thursday, adding that “the relevant negotiation work is currently underway.”

    Two of the “unique” S-400 missile complexes have been deployed in Syria to ensure security at the Russian Khmeimim Airbase in the Syrian province of Latakia, and the maritime facility located in Tartus, according to the minister. He also stressed that nearly all negotiations with foreign counterparts touch upon purchasing Russian weapons.

    Turkey’s decision to strike an S-400 deal with Russia has sparked concern among Ankara’s NATO allies and Washington in particular. In July, while the deal was still being negotiated, American military officials said Turkey purchasing S-400s would be worrying. However, NATO Secretary-General Jens Stoltenberg said that it is Turkey’s “national decision.”

    https://nasional.sindonews.com/read…desak-presiden-tambah-anggaran-tni-1507021509

    https://nasional.sindonews.com/read…desak-presiden-tambah-anggaran-tni-1507021509

    Efendi simbolon komisi 1 DPR
    Membangun TNI yang profesional membutuhkan kesiapan alutsista, kesejahteraan dan sebagainya.

    Sudah saatnya TNI memiliki alutsista yang canggih dan modern. “Sudah saat nya Indonesia memiliki SU-35, kapal selam kilo, Heli Apache, Black Hawk, MI-35, dan MI-17, S-400,” katanya.

    Sepertinya S-400 udh di lirik lama dan masih di harapkan mengisi sista hanud jrk jauh.

    • Masalahnya klo dibayar pake komoditas perkebunan/pertanian itu berapa dekade baru lunas ya? Tapi mungkin saja bisa cepat bila belinya perbiji untuk masing-masing item

  4. Indonesia tertarik tapi belum butuh karena belum berkeinginan.perang masih jauh.he3. Klu perang sudah didepan mata baru rakyat yg nasionalis angkat senjata bambu runcing.he3

  5. Akas itu khan nasi yang kurang air ya ?

  6. akas itu perusahaan bus di Jawa timur bung

  7. BrahMos – An India Russia Fastest Supersonic Cruise Missile Joint Venture

  8. Lumayan lah bisa mandiri dan tdk bergantung dgn amrik … 😀

    • Dan India mendapatkan keuntungan besar dari kerjasama dengan Russia… Rudalnya jelas bukan abal2… dan kemampuanya juga sangar, jarak jangkau juga mantap…
      Dari sini India bisa mengembangkan menjadi rudal serang darat, rudal pertahanan dan bahkan rudal balistik… hanya dari platform Brahmos…
      Bisa dijual pula sehingga menghasilkan profit…

      • Penting nya teknologi rudal kita harus ke level advance yg lebih tinggi, tidak ada nama nya perang pakai triks tubruk2kan, kayak kambing vs kambing atau pespur vs pespur, kalau model tubrukan itu sih krn masih era mbah mien, jadi wajarrr … xixixi

  9. xixixizzzZ…mahluk…nokturnal telah berevolusi ke diurnal….!!!!

 Leave a Reply