Dec 032015
 
Peluncuran Rudal

Peluncuran Rudal

Teroris dilaporkan berhasil mendapatkan senjata yang mampu menyerang pesawat sipil setelah menjarah markas militer di Libya, Suriah, Irak, dan Yaman. Hal tersebut menjadi ancaman bagi masyarakat dunia.

Terdapat lebih dari satu juta MANPADS (sistem pertahanan udara yang mudah diangkut manusia) di dunia dan tidak diketahui berapa banyak yang ada di tangan teroris. Dalam beberapa tahun terakhir, MANPADS kerap diperjual-belikan di pasar gelap.

Menurut Kementerian Luar Negeri AS, sejak 1970 hingga 2006, lebih dari 40 pesawat sipil ditembak jatuh oleh misil MANPADS, mengakibatkan lebih dari seribu orang korban tewas (termasuk korban di darat). Setiap transaksi MANPADS di pasar gelap akan meningkatkan ancaman munculnya senjata tersebut di dekat bandara sipil yang jauh dari pengawasan militer.

Untuk menghindari peristiwa semacam itu, perusahaan teknologi mulai mengadaptasi sistem tempur yang sudah ada, menempatkannya pada pesawat sipil. Pasar sumber pertahanan udara menjadi lebih menjanjikan dan menjadi lahan yang diperebutkan perusahaan dari AS, Inggris, Israel, dan Rusia.

Di AS, sistem tersebut sangat mahal, baik bagi pembeli maupun pengguna. Sehingga, hanya 12 sistem Guardian yang diproduksi dan proyek tersebut dianggap tak efektif.

Elbit Systems Israel menciptakan Sistem Balasan Infra Merah Multispektrum Komersil (Commercial Multi-Spectral Infrared Countermeasures System atau C-MUSIC), yang dapat diakses oleh maskapai. Untuk menekan biaya, sistem tersebut tak harus ditaruh di pesawat secara permanen, namun hanya disimpan saat ada ancaman nyata.

Di Rusia, tipe perangkat ini dikerjakan berdasarkan pengembangan militer dan tertuang dalam sistem bernama President-S, yang diproduksi oleh Perusahaan Teknologi Radio-elektronik (KRET). Insinyur Rusia menempatkan taruhan mereka dalam universalitas sistem, membuatnya dalam beberapa pilihan.

“Jika perlu, sistem yang memblokir target misil dengan radar, laser, dan infra merah GOS dapat ditempatkan dalam pesawat,” kata pakar senjata pada Wakil Direktur Jenderal Vladimir Mikheev.

“Ini merupakan perangkat yang dapat dirakit bersama atau terpisah. Mereka memindai ruang di sekeliling pesawat secara bersamaan — radar, laser, inframerah, ultraviolet, dan sinyal televisi. Saat berhasil mendeteksi, sistem akan otomatis menciptakan penghalang, membuat misil yang diluncurkan menyimpang dari target.” Ungkapnya.

Dalam konteks praktis, fleksibilitas semacam itu membuat President-S dapat mencegah pesawat dihantam oleh misil MANPADS yang dilengkapi dengan infamerah, serta misil udara-ke-udara, atau bahkan misil pertahanan, yang memiliki sistem pemandu terpisah atau terpadu. Sistem semacam itu dapat menyelamatkan pesawat Rusia Tu-154, yang tak sengaja dihancurkan oleh misil pertahanan Ukraina pada 2001, atau pesawat Malaysia Airlines Boeing 777, yang ditembak jatuh di ruang udara Ukraina pada situasi yang belum terjelaskan.

Sistem tersebut telah diuji efektivitasnya dalam kondisi tempur, kala misil MANPADS ditembakkan pada kedua model pesawat dan helikopter sungguhan yang dilengkapi dengan sistem pertahanan President-S. Rintangan yang diciptakan oleh stasiun tersebut dapat mengubah arah misil dan tak ada satupun yang berhasil mencapai pesawat.

Menurut perwakilan KRET, saat ini semua model teknologi aviasi militer dan khusus dilengkapi oleh sistem tersebut. Produksi massal untuk pesanan pemerintah dan pengalaman dalam menggunakan sistem tersebut membantu mengurangi biaya produksi dan perawatan mereka.

Mikheev menyatakan sistem ini akan membantu mempersenjatai pesawat Rusia yang terbang di zona berbahaya.

  10 Responses to “Negara “Kuat” Berlomba Membuat Penangkal Misil”

  1. Ikutan lombah juara 1

  2. Menang ternyata

  3. negara lemah hanya bisa pasrah…kalau pun selangkah mau maju, beli dari negara maju…

  4. Lah tanggung jawab negara-negara besar yg dulu mengobrak-abrik Libya, Irak, Yaman dan sekarang Syria bagaimana? Jika ternyata sekarang malah menimbulkan problem baru, yakni dg tersebarnya berbagai senjata milik militer dari negara tersebut. Masak Moammar Kadafy, Sadham Hussein dan Osama Bin Laden yg disuruh tanggung jawab sebagai akibat kebobrokan penguasa berikutnya, yg berkuasa karena perbuatan negara lain? …

  5. penangkal Santet, bisa g di buatnya….

  6. kl N219 bisa d pasangin ginian g y

  7. sama kayak MUSIC

 Leave a Reply