Sep 092018
 

Jajaran alutsista buatan Rusia yang ditampilkan dalam forum Army-2018 di Moskow © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Fregat, misil dan helikopter buatan Rusia akan segera memperkuat pertahanan militer negara-negara di kawasan Asia, Timur Tengah serta Afrika, setelah Moskow memamerkannya pada pameran militer Army-2018.

Menurut Russia Beyond, industri pertahanan Rusia akan mendapatkan tambahan US $ 300 juta atau sekitar Rp. 4,47 triliun dari berbagai militer asing, setelah menjual senjata-senjata baru kepada negara-negara Asia dan Afrika.

Tentara asing akan segera menerima perlengkapan perang canggih terbaru, menurut CEO Rosoboronexport Alexander Miheev. Jadi, negara mana dan apa saja yang akan mereka dapatkan?

INS Trikand (F51) fregat proyek 1135.6 Angkatan Laut India © Brian Burnell via Wikimedia Commons

Asia

India akan mendapatkan dua fregat dari proyek 1135.6 (Kelas Talwar). Kedua kapal ini tadinya untuk Armada Laut Hitam Rusia, namun militer Rusia memutuskan untuk tak menambah kekuatan yang sudah ada.

Kapal-kapal tersebut dapat dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr yang terkenal, serta rudal anti-kapal Oniks. Belum jelas mana persenjataan dan amunisi yang akan dikirim bersama dengan kedua kapal ini, tetapi akan segera diketahui dalam beberapa bulan yang akan datang.

Sistem Pertahanan Udara S-400 © Kemhan Rusia

Pada saat yang sama, pemerintah Rusia menegaskan kembali dalam pameran Army-2018 bahwa India akan mendapatkan sistem pertahanan udara S-400 Triumf. Kontrak ini akan ditandatangani pada akhir 2018, meski Washington tidak senang dan berpotensi untuk memberikan sanksi terhadap India.

Selain kontrak S-400, Rusia dan India juga mempertimbangkan untuk menandatangani kesepakatan pengiriman rudal pertama hasil kerjasama mereka, BrahMos ke negara Asia yang tidak disebutkan namanya.

Rudal jelajah supersonik BrahMos (atas) dan BrahMos-M (bawah) kerjsaama India-Rusia © Anirvan Shukla via Wikimedia Commons

Tipe rudal yang diekspor dapat mencapai sasaran baik di laut dan darat pada jarak hingga 300 km dan terbang dengan 2,8 kali kecepatan suara. Rusia dan India sekarang ini juga sedang mempertimbangkan kerjasama untuk membuat versi hipersonik dari rudal itu.

Kontrak bernilai besar lainnya untuk alutsista Rusia akan ditandatangani dengan Filipina. Saat ini kedua negara sedang menegosiasikan penjualan “silent killer” Rusia, kapal selam bertenaga diesel dari proyek Warshavyanka 636.6.

Kilo, kapal selam diesel listrik buatan Rusia yang dijuluki “Silent Killer”. © U.S. military via Wikipedia Commons

Kapal selam diesel listrik ini terkenal sebagai monster bawah laut paling tenang di dunia, dan dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr.

Satu lagi pengiriman senjata besar Rusia dijadwalkan tiba di Indonesia. Negara maritim ini akan mendapatkan sistem artileri amfibi otomatis 125 mm baru yang disebut “Sprut-SDM1”.

Sprut-SDM1, tank amfibi ringan buatan Rusia © Rosoboronexport

Sprut-SDM1 adalah senjata anti-tank sempurna yang dapat dikerahkan ke medan perang jauh di belakang garis depan musuh dan mampu mengeliminasi kendaraan berat lapis baja musuh.

Afrika dan Timur Tengah

Helikopter tempur Kamov Ka-52 buatan Rusia © Kemhan Rusia – RosOboronExport

Kairo telah menegaskan kembali dalam Army-2018 mengenai keinginan mereka untuk menandatangani kontrak pengiriman helikopter tempur Ka-52K yang akan melengkapi kapal serbu amfibi kelas Mistral yang dibeli Mesir dari Prancis.

Untuk kesepakan tersebut, kedua negara masih harus mengurus rincian teknis sebelum membubuhkan tanda tangan. Sementara itu, militer Sierra Leone juga akan meneken kesepakatan untuk pengadaan kendaraan lapis baja Kamaz.

Berbagi

  8 Responses to “Negara Mana Saja Yang Segera Membeli Senjata Rusia?”

  1.  

    Diam2 menghanyutkan nich pinoy.ane suka gaya jualan si rusia.. tanpa basa-basi.loe punya duit…pilih yang loe suka.

  2.  

    Ada negara asia yg mmbeli brahmos tapi tdk disebut namanya, siapakah itu ❓ 😉

  3.  

    amrik, holywot………butuh stok senjata banyak dr rusky utk jadi agresor….

  4.  

    sepertinya Indonesia yang beli brahmos saya pernah baca artikel kalau indonesia pernah tertarik dengan brahmos untuk mendampingi rudal yahont

  5.  

    Kalo Indonesia masih menggunakan duet yakhont dan c 705, malah artikel lain menyebutkan kita bakal beli nasams.

 Leave a Reply