Negeri Ganda Mayit

257
170

Karya : Muhammad Iqbal (Afiq0110)

Tulisan berikut merupakan ‘teaser’,
Sebuah cuplikan dari rangkaian cerita bersambung

“jalmo moro jalmo mati,dhemit moro dhemit mati, dewa moro, dewa keplayu”

“dhemit ora ndulit, setan ora doyan”

Bagian 4 – Paksa

Sekretaris Jenderal ICAO, International Civil Aviation Organization, Richard Benji melangkah tergesa dari ruang kantornya ke arah ruang kantor Presiden Dewan, Langdon Gonzo.

Di ambang pintu ruang kantor Presiden, secara terburu-buru dia berkata, “kita punya masalah besar, lebih besar dari yang kita bayangkan selama ini,” ujarnya sembari mengacung-acungkan seberkas kertas di tangan kirinya.

Terheran-heran, Gonzo berkata, “Tenang, ada apa ?”

Belum pernah dia melihat Sekjennya dalam kondisi sepanik ini, Benji memiliki karakter yang tenang, ketika dia berbicara selalu dalam sikap formal dan teratur. Hari ini semua image yang tertanam di kepalanya tentang Benji tidak sedikitpun dia temui.

Benji bergerak ke arah sebuah meja kecil di sudut ruangan, matanya mencari sesuatu. Ketika ia menemukan botol itu, segera dituangnya segelas bourbon dan dengan tergesa dia menghabiskan satu sloki kecil minuman itu. Sepertinya dia betul-betul memerlukan minuman itu untuk menenangkan dirinya.

Gonzo makin terheran-heran, dalam hati dia berkata “My God, what on earth is happening to him ?”

Tak lama kemudian, Benji berhasil menenangkan dirinya, lalu mulai bercerita.

“Sekitar satu jam yang lalu, Duta Besar Indonesia untuk Kanada menemuiku di kantor. Beliau mencari anda, tapi karena anda belum datang, dia menyerahkan berkas ini kepadaku.”

“Dalam nota diplomatik ini, dinyatakan bahwa Indonesia memutuskan untuk mengambil alih Flight Information Region dari Singapura atas semua wilayah udara yang semula diatur trafiknya oleh Air Traffic Control Singapura.”

“Mereka menyatakan akan mulai mengambil alih pengelolaan FIR tersebut per 1 Februari 2015, dengan ataupun tanpa persetujuan ICAO.”

“Dalam nota diplomatik ini, mereka menyatakan bahwa semua maskapai penerbangan akan mendapatkan pemberitahuan serupa, begitu juga dengan kantor-kantor kedutaan besar negara lain yang ada di Indonesia.”

“Mereka memberikan 2 pilihan kepada semua maskapai penerbangan yang melintas di wilayah udara mereka,” Benji menghela napas, berhenti sejenak.

“Pilihan pertama, semua maskapai yang melintasi wilayah udara Indonesia harus mengacu pada sistim trafik yang diberikan oleh ATC Indonesia, dalam hal ini ATC Batam, kode ICAO – WIDD, kode IATA – BTH atau dapat pula mengacu pada ATC Kuala Namu, Medan, kode ICAO – WIMM, kode IATA – KNO.”

“Pilihan kedua, jika masih tetap mengacu pada ATC Singapura, maka maskapai tersebut dipersilahkan mengubah rute mereka keluar dari wilayah udara Indonesia. Jika maskapai tersebut masih melalui wilayah udara Indonesia, maka pesawat tersebut akan digiring keluar secara paksa.”

“Dalam lembaran ini mereka memakai frasa ‘by any means necessary’. Anda bisa artikan sendiri makna kalimat itu, Pak. Asumsi terburuk, mereka bersiap untuk menembak jatuh setiap maskapai yang tidak mengacu pada ATC mereka.” Benji mengakhiri penjelasannya.

“This is madness !” ujar Gonzo gusar

“They can’t do that, it’s unethical” lanjut Gonzo lagi

Dengan tersenyum kecut, Benji menjawab, “They can, Sir. Indeed they can, they have all the rights to do so, it’s their air territory. It’s no longer about business nor safety, it’s about pride and dignity.”

Perlahan keseluruhan konsep yang termaktub dalam nota diplomatik itu mulai meresap ke dalam benak Benji.

“Bagaimana respon Singapura terhadap sikap ini ?” tanya Gonzo

“Dulu wacana serupa pernah mengemuka, dan dalam pernyataan resminya pada media massa, Pemerintah Singapura menyatakan siap untuk menyerahkan sepenuhnya pengaturan lalu lintas yang selama ini mereka kelola, selama hal tersebut disetujui ICAO, Pak. Secara halus, mereka menjadikan kita bantalan penolakan mereka kepada Indonesia,” jelas Benji.

“Tapi itu dulu, Pak, sebelum terjadi pergantian pemerintahan di Indonesia. Dulu Indonesia tidak pernah menindaklanjuti wacana itu dengan sebuah nota diplomatik resmi.”

“Kita bisa saja mengajukan keberatan kepada mereka dengan berbagai alasan kita. Kita bisa meminta untuk diadakan inspeksi terhadap kesiapan sistim trafik mereka. Dan aku rasa mereka tidak akan menghalanginya. Indonesia adalah negara bermartabat, itu yang harus kita sadari.” tambah Benji lagi

“Walaupun mungkin dalam pemeriksaan kita menemukan bahwa sistem trafik udara mereka tidak cukup handal untuk mengambil alih FIR yang selama ini dikelola Singapura, aku yakin mereka tidak akan bergeser dari niatannya.” Jelas Benji sembari menempatkan pantatnya di kursi putar di hadapan Presiden organisasi penerbangan sipil itu.

“Mereka menerima support dana dari kita, bukan ? Kalau aku tidak salah jumlahnya cukup besar, lebih dari US $ 2 juta. Kita bisa ancam mereka untuk membekukan bantuan itu, jika mereka tidak kooperatif. Atau bahkan kita bisa tawarkan mereka jumlah bantuan yang lebih besar lagi, aku akan koordinasikan dengan bagian keuangan untuk masalah ini. Aku yakin Singapura tidak akan keberatan untuk membantu kita dalam hal ini,” gagas Gonzo.

“Aku sudah memikirkan hal itu, aku sebenarnya akan menelepon kedutaan besar Singapura untuk Kanada, tapi keburu anda datang, Pak” jawab Benji

“Mereka memang menerima bantuan dari kita, besaran pastinya adalah US $ 2,13 juta. Alokasinya adalah untuk pemantapan manajemen sistim lalu lintas udara dan pengurangan emisi karbon dioksida dalam industri penerbangan mereka,” jelas Benji detail.

“To be honest, sir. I don’t think they will budge.”Benji tidak terlihat bersemangat menanggapi usulan itu.

“Jadi apa usulanmu ?” Gonzo masih belum bisa meredakan kegusarannya.

“Kita bisa minta bantuan PBB untuk menekan Indonesia agar mengurungkan niatnya, tapi kembali lagi pak, substansi dari permasalahan ini adalah kedaulatan sebuah negara. Andaikan PBB kemudian memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini, aku rasa Indonesia pasti akan meminta dukungan dari China dan Russia, sementara Singapura pasti akan mengadu pada Amerika. Aku bahkan yakin, dengan ataupun tanpa dukungan dari China dan Russia, Indonesia tetap akan berdiri pada pendiriannya,” papar Benji.

“Kita tidak mungkin berdiam diri, walaupun kita sudah bisa memperkirakan hasil akhirnya, tapi tetap harus ada pernyataan resmi dari kita yang isinya mempertanyakan keinginan mereka,” kata Benji pula.

“At least we can do that, and you could offer Indonesia a larger fund instead. But don’t threat them to cut off their finance, Sir. It’s as same as a slap in their face, it will do no good,” tegas Benji.

“Posisi tawar kita akan lebih enak seandainya saja pada waktu pemilihan anggota dewan Oktober 2013 lalu Indonesia terpilih, mereka tidak akan bisa dengan leluasa melakukan manuver seperti ini,” sesal Gonzo

“Okay, at least we have something to work on. I will inform the Singaporean Embassy about our plan. I think, I will have that drink, if you don’t mind Benji,” pinta Gonzo kepada Benji sembari telunjuk kanannya mengarah ke botol bourbon yang tadi dituju Benji.

Setelah menyerahkan segelas ‘liquor’ itu kepada Presiden ICAO, Benji berkata,”saya akan segera membuat surat pernyataan keberatan kita atas ketergesaan ini pak. Saya harap bapak tidak keberatan kalau saya memakai istilah ketergesaan. Karakter orang Timur lebih santun, berbeda dengan kita masyarakat Barat yang ‘to the point’, mudah-mudahan penghargaan kita akan karakter mereka bisa melunakkan kekukuhan hati mereka.”

“You do that, sir. You have my approval,” sambut Gonzo

Sembari menelaah secara seksama berkas nota diplomatik tersebut, Gonzo terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. Benji melangkah keluar ruangan. Sementara Gonzo yang ternyata sudah menghabiskan gelas pertamanya, bergerak berdiri, bermaksud mengisi kembali gelas slokinya.

“By any means necessary…,” gumam Gonzo sembari melangkah ke pojok ruangan, masih dalam keterkejutannya.  Bersambung…

Karya : Muhammad Iqbal (Afiq0110)

Tulisan di atas merupakan cuplikan bagian awal dari bagian 4…

Daftar pustaka :

  1.  http://www.indonesia-ottawa.org/2012/02/peresmian-kantor-kepentingan-indonesia-pada-icao/
  2. http://tabloidaviasi.com/safety/keberadaan-dan-peran-icao-dalam-penerbangan-sipil-internasional/
  3. http://www.thejakartapost.com/news/2012/05/19/singapore-ready-return-ri-airspace.html
  4. http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/09/24/ri-icao-teken-kerjasama-penerbangan-sipil-senilai-213-juta-dollar-as
  5. http://www.icao.int/Newsroom/Pages/ICAO-assembly-elects-new-council-for-three-year-term-2013.aspx
  6. http://pengetahuanumum.wordpress.com/2008/09/03/nama-nama-bandara-di-indonesia/

Tautan gambar :

  1. 1. http://www.rcinet.ca/en/2013/05/24/qatar-drops-bid-to-take-icao-headquarters-from-montreal/

257 KOMENTAR