Negosiasi Sistem S-400 Qatar-Rusia Masuk Babak Baru

Sistem rudal S-400 Rusia. © Aleksey Toritsyn Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Qatar tertarik untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara S-400 Triumf, negosiasi saat ini sedang dalam tahap lanjutan, menurut keterangan Duta Besar Qatar untuk Rusia Fahad bin Mohammed Al-Attiyah dalam sebuah wawancara dengan TASS Online.

“Jawabannya adalah ya, kita sudah dalam negosiasi lanjutan” kata diplomat tersebut, yang menyebut bahwa perundingan memang mengenai “sistem pertahanan udara dan kemampuan untuk angkatan darat Qatar juga.”

Duta Besar menyebutkan bahwa selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke Doha (Oktober tahun lalu) sebuah kesepakatan mengenai kerjasama teknik militer ditandatangani.

“Ini membuka jalan bagi kerjasama antara Rusia dan Qatar dalam bidang pertahanan, dalam penjualan perangkat keras militer, pelatihan perwira dan tentara, pemeliharaan dan tentu saja kerjasama intelijen”, tambahnya.

Pengumuman tersebut muncul setelah kunjungan bersejarah Raja Salman ke Moskow tahun lalu, ketika Riyadh menandatangani perjanjian awal untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 dan sistem rudal anti tank dari Rusia.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada bulan Juni tahun lalu atas tuduhan terhadap Doha mendukung ekstremis Islam dan Syiah Iran. Namun Qatar membantah tuduhan tersebut.

Kejadian ini telah meningkatkan upaya diplomatik dan perdagangan dari tempat lain untuk melawan isolasi regionalnya. Bulan lalu, pemerintah Rusia mengumumkan telah menyelesaikan negosiasi dengan Turki untuk menjual sistem rudal pertahanan S-400, yang menaikkan alis di antara mitra NATO terhadap Turki.

Tinggalkan komentar