Kapal Korsel dan PBB Patroli Bersama Halau Kapal Tiongkok yang Gemar Mencuri Ikan

34
279
Members of South Korea army, maritime policemen and the United Nations Command take part in a joint operation to keep Chinese fishing vessels from operating illegally off the west coast, South Korea, in this picture provided by South Korean Joint Chiefs of Staff and released by Yonhap on June 10, 2016. South Korean Joint Chiefs of Staff/Yonhap via REUTERS

Kapal nelayan tiongkok kembali berulah dengan melakukan pencurian ikan di lepas pantai barat. Kondisi ini menyusul keluhan yang dilaporkan oleh banyak nelayan Korea Selatan karena banyaknya penyimpangan yang dilakukan kapal nelayan China di perairan itu.

Akibat ulah kapal tiongkok itu, Korea Selatan (Korsel) dan pasukan Komando PBB memulai patroli gabungan untuk menghentikan praktik illegal fishing yang sering terjadi di lepas pantai barat. Patroli bersama ini diluncurkan menyusul nelayan Korsel yang berhasil menyita dua kapal penangkap ikan China yang melakukan praktik pencurian dan kemudian menyerahkannya ke pihak berwenang.

Demi keamanan perairan pantai barat, pihak Angkatan Laut dan polisi air Korea Selatan bergabung dengan Komando PBB untuk berpatroli di sekitar 60 km sepanjang perairan di muara Sungai Han yang membentang hingga ke perairan antara Korsel dan Korea Utara.

“Angkatan Laut kami, penjaga pantai dan Komando menyiapkan polisi militer untuk meluncurkan operasi mengusir kapal-kapal nelayan Tiongkok,” kata pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, seperti dikutip Reuters, Sabtu (11/6).

Anggota tentara Korea Selatan, polisi maritim dan Komando pasukan PBB mengambil bagian dalam operasi bersama untuk menjaga kapal nelayan Cina dari beroperasi secara ilegal di lepas pantai barat,(foto Yonhap via REUTERS)
Anggota tentara Korea Selatan, polisi maritim dan Komando pasukan PBB mengambil bagian dalam operasi bersama untuk menjaga kapal nelayan Cina dari beroperasi secara ilegal di lepas pantai barat,(foto Yonhap via REUTERS)

Menurut Kepala Staf Patroli Gabungan, terdapat lebih dari 10 kapal China yang kedapatan melakukan praktik pemancingan ilegal di muara Sungai Han pada Jumat, namun seluruh kapal berhasil melarikan diri ke sejumlah daerah dekat pantai Koret sejak patroli Korsel-PBB diluncurkan.

Praktik Pemancingan ilegal marak terjadi di perairan yang dekat Garis Batas Utara, perbatasan maritim yang disengketakan dengan Korut. Di perairan ini pernah terjadi bentrokan angkatan laut antar Korsel dan Korut dan juga konfrontasi kekerasan antara polisi air Korsel dan kapal nelayan Tiongkok.

 Kapal patroli Korea Selatan melakukan operasi untuk mengusir kapal nelayan Cina ilegal dari perairan dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara (Foto Agence France-Press)

Kapal patroli Korea Selatan melakukan operasi untuk mengusir kapal nelayan Cina ilegal dari perairan dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara (Foto Agence France-Press)

Korea Selatan sudah berulang kali melaporkan keluhan soal pemancingan ilegal kapal ikan Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Cho Joon-hyuk, mendesak Tiongkok untuk segera bersama-sama menangani permasalahan ini. Namun Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok terkait hal tersebut. (marksman/ sumber metrotvnews.com dan cnnindonesia.com)

34 COMMENTS

  1. Hahahaa.. seneng dgn kata “gemar” dlm judul..

    Gemar = senang = suka = hobi.

    Gemar mencuri = senang mencuri = suka mencuri = hobi mencuri.

    Klo di Indonesia mencuri adlh krn tuntutan idup.. klo jauh disana mencuri adlh krn kegemaran/hobi..

  2. Korea sampai gandeng PBB buat halau kapal nelayan cina.Mungkin takut ditabrak cost guard cina.
    Tau kan betapa hebatnya Indonesia.Bukan cuma dihalau tapi ditangkap trus diledakkan pula,y meskipun terkadang dilepas gara2 kalah dipersidangan.*Kami tidak takut

  3. makanya latihan penembakan rudal C802 dan C705 tu diadakan di laut Natuna, plesetkan satu buat kapal coast guard china dan satu lagi buat kapal nelayan (AL china) kalau berhasil tenggelamkan mereka berarti rudalnya bagus, bilang saja rudal melenceng dari jalur tembakan karena kesalahan teknis, cuma keluarkan pernyataan minta maaf dan berduka cita cukup sudah seperti yang dilakukan oleh AL Taiwan, ternyata setelah kejadian rudal salah sasaran ndak ada kapal nelayan dan coastguard cina yang berani memasuki perairan Taiwan…..kadal lawan kadal….patut ditiru ndak ada salahnya belajar dari pengalaman negara lain

LEAVE A REPLY