Dec 282016
 

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu

Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin membabi buta mengkritik Presiden Amerika Serikat Barack Obama karena mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di wilayah rampasan.

Netanyahu tampak tidak menahan diri karena masa kepresidenan Obama -yang telah memberi bantuan militer senilai 38 juta dolar AS kepada Israel-, akan segera berakhir dan digantikan oleh tokoh yang lebih bersahabat, Donald Trump.

Setelah tercapainya keputusan Dewan Keamanan PBB yang dinilai sebagai kekalahan Israel di pentas internasional, Netanyahu merespon dengan meminta dukungan dari dalam negeri.

Kepada waganya sendiri, dia mengatakan komunitas internasional terlalu berlebihan dalam mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina.

Dia menggambarkan, resolusi yang anti terhadap pemukiman Yahudi dari Dewan Keamanan adalah penghinaan bagi kedaulatan Israel dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Dia mengatakan hal tersebut saat melakukan kunjungan mendadak pada Hari Raya Pentahbisan di Tembok Ratapan, salah satu tempat paling suci bagi kaum Yahudi, yang berlokasi di Kota Tua Yerusalem dan merupakan daerah rampasan Israel saat memenangi perang 1967.

Yerusalem, dalam pandangan sebagian besar warga Israel, adalah ibu kota yang tidak bisa dibagi menjadi dua sebagaimana usulan solusi dua negara. Pendapat itu diamini oleh warga yang bahkan menolak pembangunan permukiman di atas tanah rampasan Tepi Barat.

Di sisi lain, Palestina juga menuntut wilayah timur Yerusalem sebagai ibu kota, sementara Amerika Serikat dan komunitas internasional mendesak agar kedua pihak merundingkan pembagian kota suci itu.

Trump sendiri berjanji akan mengubah kebijakan pembagian wilayah itu dengan memindahkan kantor kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem–dan dengan demikian mengakui bahwa keseluruhan wilayah Yerusalem adalah milik Israel.

“Saya tidak berencana melakukan kunjungan pada sore ini. Namun di tengah munculnya resolusi PBB, saya berpikir bahwa tidak ada tempat yang lebih baik untuk menyalakan lilin di Tembok Ratapan bertepatan dengan Hari Raya Pentahbisan,” kata Netanyahu.

“Saya bertanya kepada negara-negara yang mengucapkan selamat Hari Raya Pentahbisan kepada kami: bagaimana bisa kalian meloloskan resolusi PBB yang mengatakan bahwa tempat ini adalah wilayah rampasan?” kata Netanyahu.

Saat ini, sekitar 570.000 warga Israel tinggal di wilayah timur Yerusalem dan Tepi Barat, yang merupakan bagian dari negara Palestina di masa mendatang.

Pada Senin, Netanyahu menuding Obama telah melakukan konspirasi dengan Palestina di PBB untuk menggagalkan program pembangunan pemukiman bagi warga Yahudi di wilayah rampasan.

Dunia internasional sendiri sudah lama menganggap program pemukiman sebagai hal yang ilegal. Namun baru kali ini Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi yang mengecam program tersebut, karena upaya yang sama pada tahun-tahun lalu selalu gagal oleh veto dari Amerika Serikat.

Sebagai balasan atas resolusi Dewan Keamanan, Netanyahu memerintahkan agar anggota kabinetnya membatasi kunjungan ke negara pendukung resolusi sampai Trump resmi menjadi presiden Amerika Serikat pada 20 Januari mendatang.

Pada Kamis pekan lalu, Netanyahu sempat sukses melobi Mesir–yang merupakan pengusul resolusi–untuk membatalkan niatnya membawa persoalan pemukiman ke Dewan Keamanan.

Namun, pemimpin Israel itu kalah dalam manuver karena Selandia Baru, Venezuela, Senegal, dan Malaysia menyerahkan usulan tersebut satu hari kemudian.

Usulan resolusi itu kemudian memperoleh hasil voting 14-0 dan Amerika Serikat menyatakan abstain. Sejumlah pengamat mengatakan bahwa Obama sengaja tidak menggunakan hak veto karena sudah tidak lagi harus mempertimbangkan politik dalam negeri. Banyak keputusan besar yang diambil presiden dalam masa tenggang seperti yang dialami Obama.

Seorang sumber dari pemerintahan Amerika Serikat mengatakan beralasan mereka mengambil sikap abstain karena pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah masa depan Palestina akan semakin menyulitkan tercapainya solusi dua negara.

Resolusi yang disepakati pada Jumat itu sebenarnya tidak banyak berpengaruh terhadap Israel karena Dewan Keamanan tidak menjatuhkan sanksi.

Namun Israel khawatir resolusi itu bisa menjadi senjata Palestina di panggung internasional.

“Pemerintahan Obama telah mengambil tindakan yang memalukan,” kata Netanyahu saat mendengar keputusan itu.

Reuters

  17 Responses to “Netanyahu Kalut, Dunia Tolak Permukiman Israel di Jerusalem Timur”

  1. Israel must be destroyed

  2. Woooooooooo

  3. permainan erdogam.. nyerahin aleppo utk ini…. ok lah… gak papa
    rusia dapet… palestina dapet.. https://www.theguardian.com/world/2016/dec/24/israel-rejects-shameful-un-resolution-amid-criticism-of-netanyahu

  4. APAKAH INI HANYA SEKEDAR SANDIWARA ATAU MUSLIHAT ANTARA AMERIKA DAN ISRAEL DIMASA TRANSISI KEPEMIMPINAN USA?

  5. sekenario kepentingn..

  6. Emang enak dilarang oleh dunia, dunia lho yg larang bukan as doang, jadi mulai skr iran dipersilahken utk serang israel habis2an hingga kaum yahudi tak trsisa….israel negara sekecil upil akan perang hadapin iran yg negaranya luas dan besar…ya pilih iran kemana-mana lahhhh!!,,

  7. YUP….. ini akan jadi senjata baru palestina di kancah Internasional…..

    MERDEKA PALESTINA!!!!!

  8. Bisa jg tjd dgn wilayah Indonesia yg di bbrp tmpt rawan konflik dan rawan diklaim tetangga. Alasan bg mrk bisa dicari yg penting bs nyaplok wilayah Indonesia.

  9. Ehm…. dah takdir klu israel kgak punya “rumah”, bisanya cuman nebeng macam parasit

  10. Sungguh aneh israel jls2 itu tanah milik palestina

  11. om hajar om

  12. zionis kumpulan manusia2 serakah n gila, sedangkn usa nnti dipimpin manusia keturunn yahudi juga jd intinya setelah donal bebek resmi jd presiden nasib saudara2 kita rakyat palestina dipertaruhkn semoga Allah swt. melindungi mereka yg tertindas amin.

  13. isroel bangsa pongah dan serakahhhh…isroel bangsa pembuat murka allah swt,,,isroel negara kepala batu penjahat kemanusiaan, cocok klo diusir dr tnh palestina suruh bkn negara dikutup slatan bareng pinguin…..wekwekwek

  14. ZIONIS ISRAEL, …………… GO TO HELL !!!

  15. Adolf Hitler: Tidak kami musnahkan semua bangsa yahudi, agar suatu saat dunia melihat sendiri betapa busuknya niat mereka (Israel)

  16. Bangsa gak tau diuntung..!! Setelah ditolong regu penyelamat negara tetangganya termasuk palestina saat kebakaran besar kemarin masih saja jumawa.. bangsa yang beda tipis sama setan..!!

 Leave a Reply