Okt 082018
 

S-300 Rusia.Β (Russian Ministry of Defence)

Jerusalem – Jakartagreater.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu, 7/10/2018 mengatakan ia akan segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membicarakan koordinasi keamanan di Suriah, di tengah gesekan dengan Rusia menyangkut operasi udara Israel, dirilis Antara.

Netanyahu mengumumkan rencana itu dalam sidang kabinet. Namun, ia tidak menyebutkan secara pasti tanggal pertemuannya dengan Putin.

Rusia pada Selasa, 2/10/2018 mengatakan meningkatkan pertahanan udara Suriah dengan sistem peluru kendali S-300.

Sebelumnya, Rusia beranggapan bahwa Israel bertanggung jawab secara tidak langsung atas jatuhnya pesawat Rusia oleh pasukan Suriah. Pesawat itu tertembak jatuh ketika pasukan Suriah menembaki jet Israel, yang melancarkan serangan pada bulan lalu.

Pejabat Israel mengatakan sistem baru rudal itu bisa dikalahkan jet tempur siluman Israel dan kemungkinan bisa dihancurkan di darat.

Mereka juga telah menyatakan tekad untuk memperkuat upaya menghalangi pergerakan militer musuh Israel, Iran, di Suriah.

Sejak pesawat Rusia itu jatuh ditembak, belum ada laporan bahwa Israel melancarkan serangan di Suriah.

Penghentian serangan itu telah meningkatkan spekulasi di kalangan media Israel bahwa Israel sedang menahan diri atas permintaan Rusia atau karena khawatir serangan bisa membakar ketegangan dengan Moskow.

Rusia adalah pendukung militer utama pemerintah Suriah.

Netanyahu mengatakan ia telah berbicara melalui telepon dengan Putin “dan kami sepakat untuk segera bertemu guna melanjutkan koordinasi keamanan penting antara kedua angkatan bersenjata”.

“Israel akan terus melakukan tindakan untuk mencegah Iran menempatkan kubu militernya di Suriah dan mengalirkan persenjataan mematikan kepada Hizbullah di Lebanon,” katanya.

Hizbullah yang dimaksudnya adalah kelompok Muslim Syiah Lebanon, yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Bagikan:

  17 Responses to “Netanyahu Segera Temui Putin Bahas Keamanan di Suriah”

  1.  

    mau ditutup2 in ya tetep aja keliatan takutnya sama bear..xixixixi

  2.  

    Begitu takutnya, sampe bukan hanya Benteng, Kuda, ataupun Gajah apalagi Pion yang dikirimkan oleh Israel… Terbukti data yang diantarkan para Pion tak ada efeknya… Kini terpaksa itu Perdana Menteri mesti sekolah… πŸ˜† wkwkwkwk

  3.  

    Sampai bandara? Suruh pulang, gitu ajja mesti repot
    πŸ˜€ πŸ˜†

  4.  

    Bani isroil….

  5.  

    Dulu diera stalin? israel dijadikan peluru utk mengusir inggris dari tanahΒ² arab & memang terusir inggris, tapi setelah itu israel melanggar janjinya kpd stalin sehingga stalin beralih mendukung arab & israel bersekutu dgn amerika,

    tapi diwaktu perang arab vs israel Tanpa kgb sovyet diera leonid breznev? Sudah punah itu israel timteng digempur koalisi arab, tapi fakta berkata lain, karna leonid breznev mendukung israel mmpertahankan posisinya & memerintahkan israel utk menembak kaprang amerika uss liberty hampir tenggelam, karna mendukung arab & menghambat jalannya perdamaian,

    tapi sekarang bukan tdk mungkin israel palestina digempur koalisi arab & bisa apa amerika, kalau sudah koalisi arab brgabung & russia tdk akn mendukung israel mmpertahankan posisinya, walau setanyahu sudah 20an lebih datang kerussia, ini mau datang pula lg ke russia, yaa mungkin akan disuruh pulang, gitu saja kok repot

    Tapi sebelum perang arab vs israel? Israel mmng meminta bantuan sovyet trlebih dahulu utk tdk mendukung arab
    πŸ˜€ πŸ˜†

  6.  

    Bah, komen gue mnjd siluman
    πŸ˜€ πŸ˜†

  7.  

    Disitulah awal mulanya israel bersekutu dgn amerika karna kebijakan stalin yg beralih mendukung arab sehingga israel terkekang karna kebijakan stalin
    πŸ˜€ πŸ˜†

 Leave a Reply